Oct
30th

Kontes SEO Bulan November

Files under curhat, kontes seo | 30 Comments

Kontes SEO Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang tak lama lagi akan berakhir, oleh karena itu Insyallah Awal Bulan November besok saya akan mengadakan Kontes SEO, tentunya bukan Kontes SEO yang SCAM seperti kontes2 lainnya yang tidak bertanggung jawab, pake diundur2 hehehhe.

Kontes SEO yang akan saya adakan berbeda dengan kontes yang pernah ada sebelumnya, karena hadiah untuk peserta tidak sekali tapi dua kali :) dan pemenangnya juga bukan orang yang sama, jadi pemula yang berada di bawah tetap akan kebagian hadiah. Bingung…?  Biar aja penasaran dulu heheheh nanti saja saya jelaskan hari senin ya :p

Juri Kontes tetap masih Google.co.id dan waktu kontes juga tidak saya set lama2 takut bosan nanti optimasi seo nya hehehe yang jelas waktu kontes tidak 3 Bulan.

Jadi terus kunjungi blog ini sampai hari senin untuk melihat pengumuman kontesnya ya :)

Sekalian nyundul Rekan Blogger Samarinda di Kontes Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang

Oct
27th

Training Website untuk PNS di lingkungan Setda Prov. Kaltim

Files under curhat | 12 Comments

Alhamdulillah hari ini 1 tugas telah selesai. Hari ini saya melaksanakan Training Pelatihan Mengupdate Berita untuk situs Setda.kaltimprov.go.id nantinya. Peserta yang hadir dari kalangan PNS di lingkungan Kantor Gubernur Prov. Kaltim. Alhamdulillah peserta yang hadir sangat antusias dan mau belajar jadi saya mengajar juga semangat.

Peserta yang hadir kurang lebih 25 orang masing-masing 2 orang dari tiap Biro. Proses pelatihan berjalan dengan lancar dan aman, dan peserta juga dengan mudah menyerap materi yang saya berikan. Jadi hanya butuh 2 jam pengenalan dan praktek semua sudah bisa mengupdate berita sesuai dengan Biro mereka masing-masing.

training

training

Siap-siap besok Training Aplikasi Kantaya (Kantor Maya) di Dinas Peternakan selama 2 hari :)

*curhat nggak penting lagi :p

Oct
26th

Blog Propertykita.com Tidak Profesional

Files under curhat | 18 Comments

property

Situs Blogpropertykita.com pasti tidak asing di telinga blogger indonesia, karena banyak para blogger yang ikut serta kontes ini, termasuk saya sendiri. Kenapa saya bilang tidak profesional, banyak sekali kesalahan yang dilakukan oleh panitia lomba tersebut. Mulai dari Waktu Lomba yang di perpanjang, tidak sesuai dengan schedule awal, kemudian waktu pengumuman pemenang yang diundur hingga 2 kali sampai pengumuman pemenang akan di umumkan di Jakarta pada tanggal 23 Oktober 2009, jam 7-9 malam, di Es Teler 77 Jl. Adityawarman no. 61 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Tanggal 24 saya buka situs propertykita namun tidak ada tampil pengumuman pemenang, begitu juga di group facebook tidak ada juga pengumumannya, tanggal 25 saya buka masih juga tidak ada, hari ini tanggal 26 belum juga di umumkan. Bagaimana ini…? benar-benar tidak profesional.

Atau jangan-jangan Pemenangnya udah diatur hehehhe udah ahh makin lama makin ngelantur aja habis kesal sih..

Baca juga postingan dari Mas Eros dan Rusabawean terkait Kontes SCAM ini

Oct
25th

Download DAP (Download Accelerator Plus 9.3)

Files under free program | 5 Comments

Setelah sebelumnya saya posting Download Accelator Plus 9.1 kini akan saya posting DAP versi 9.3
Download Accelator Plus adalah sebuah program downloader yang berfungsi untuk mempercepat koneksi download sampai 10x lipat, program ini sama seperti IDM Internet Download Manager.

dap

Download DAP (Download Accelator Plus) di http://www.sharebeast.com/shgy9a58dq7t

Oct
24th

Curhat Nggak Penting

Files under curhat | 13 Comments

Setelah pulang dari cuti melihat korban gempa di padang sekaligus wisata di padang selama kurang lebih seminggu kemarin saya langsung dihadapi dengan pekerjaan yang menumpuk, maklum pekerjaan saya adalah Kuli IT hehehe. Selama di Padang saja saya di telp beberapa kali, mulai dari masalah gangguan jaringan internet di kantor,  disuruh ngajar pelatihan website di lingkungan Kantor Gubernur dan yang terakhir diminta untuk Mengajar Training Aplikasi Kantaya (Kantor Maya) untuk 54 Instansi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama teman-teman Komunitas BCC (Borneo Cyber Comunity).

Baru datang dari Padang langsung masuk kerja, di kantor pekerjaan sudah menunggu, kemudian hari ini udah meeting persiapan training Kantaya untuk hari senin, semoga saja badan ini kuat dan bisa diajak kompromi hehehe.

sekarang mumpung ada waktu mau blogwalking dulu…

Oct
23rd

Surat Terbuka untuk Presiden

Files under Bengkel Hati | 13 Comments

Assalamualaikum Wr. Wb.
Yth Bapak Presiden Republik Indonesia

Saya adalah seorang bocah laki-laki berumur 10 th, saya mempunyai kakak perempuan berusia 12 th dan adik berusia 5 th.

Kini kami bertiga telah yatim piatu dan sekarang sudah tidak bersekolah lagi, keadaan yang memaksa kami untuk hidup dijalanan, saya berdagang koran, kakak dan adik saya menjadi pengemis dan pengamen jalanan.

Bermula dari Lumpur itu

Dahulu sebelum bencana itu datang, keluarga kami masih mempunyai kehidupan normal, meski kami hanya hidup dalam rumah kecil dengan sedikit perabotan seadanya. Ayah seorang anak tunggal bekerja sebagai buruh, kemudian berhenti dan berwiraswasta membuka warung kelontong didepan rumah, sedangkan Ibu bekerja sebagai TKW di Timur tengah dan selalu mengirimkan uang tiap bulan kepada keluarga kami.

Kematian Ibu

Enam bulan sebelum lumpur itu menghancurkan rumah kami, musibah terjadi menimpa ibu, Ia hampir diperkosa majikannya tetapi berhasil kabur keluar rumah setelah menusuk majikan nya itu dengan sebuah pisau buah. Tetapi keluarga majikan malah memfitnah ibu dengan fitnah keji, ibu dituduh merayu dan membunuh majikan. Ketika Ibu ditangkap dan didakwa dengan hukuman gantung, Ibu sangat syok, tiada yang membelanya karena semua bukti direkayasa.

Pemerintah dalam hal ini KBRI tidak bisa memberikan pertolongan apa-apa, kecuali hanya sekedar simpati. Disana ibu berjuang sendiri, tidak ada yang perduli dengan dirinya yang hanya sebagai korban, dan pertolongan pemerintah sebagai tempat terakhir seakan-akan seperti pungguk merindukan bulan. Para petinggi itu seakan tidak peduli akan nasib ibu, tidak ada usaha untuk membuktikan bahwa ibu difitnah oleh majikannya. Dalam masa penahanannya, ibu mengirim surat-suratnya kepada kami, surat-surat yang membuat kami menangis setiap hari, membuat bapak selalu pingsan dan membuat si bungsu dan kakak perempuanku merintih setiap malam.

Hanya aku sebagai anak lelaki yang paling besar yang berusaha tabah dan menyabarkan keluargaku. Hari-hari ceria berubah menjadi kelam, canda tawa kami seketika menghilang dalam gelapnya episode yang akan kami lalui nanti. Sampai suatu ketika dalam surat terakhirnya, ibu menyuruh bapak untuk tabah dan kuat untuk melanjutkan kehidupan keluarga kami, ia memilih jalan yang terhormat ketimbang mati dalam kondisi difitnah. Dua hari setelah itu, kami mendengar ibu tewas bunuh diri didalam penjara. Ternyata jalan terhormat itu yang dimaksud ibu dalam surat terakhirnya adalah gantung diri.

Setelah kematian Ibu, kehidupan berjalan normal kembali dan bapak melaksanakan janjinya, ia tidak terlihat cengeng, bahkan lebih tegar, terbukti dengan niatnya berwiraswasta dengan membuka warung kelontong yang cukup ramai, bahkan bapak nekad meminjam uang untuk menambah modal usahanya. Ia katakan kepadaku kalau ingin besar harus berani mengambil resiko besar pula.

Bencana itu

Roda kehidupan berjalan bagai pedati menarik jerami, ia berputar kadang diatas dan kadang dibawah.
Belum lama kami berhasil tersenyum kembali sejak kematian ibu, bencana yang lebih besar datang, kampung halaman kami terendam lumpur yang berasal dari pipa pengeboran perusahaan swasta.Lumpur itu melululantahkan rumah-rumah kami dan terpaksa kami menjadi pengungsi dikampung halaman sendiri.

Rumah kami, sekolah kami, surau kami kini hilang ditelan bumi, memang katanya ada penggantian dari perusahaan itu, tapi ternyata penggantian itu hanya berlaku untuk rumah-rumah yang terdaftar di lembaga penanggulangan lumpur milik pemerintah dengan mengajukan surat-surat tanah, sedang rumah kami, rumah kecil warisan dari kakek kami, yang hanya terletak diujung jalan tidak pernah dihitung oleh mereka. Kami berusaha melaporkan kepada Pak RT, tetapi Pak RT sendiri kami tak tahu dimana rimbanya, beliau sudah pergi entah kemana karena rumahnya pun telah hilang.

Ayah kami yang lugu tak tahu harus meminta tolong kepada siapa, dan ia bingung harus melakukan apa, bahkan ia sering berteriak-teriak seperti orang gila karena tak sanggup menahan beban derita yang berkepanjangan karena ganti rugi tak jua dibayar-bayar. Sampai pada suatu ketika, ia menyuruh kami untuk ke Jakarta meneruskan sisa-sisa hidup kami untuk menumpang kepada seorang kerabat ibu disana. Dibekali secarik kertas alamat dan sedikit uang kami bertiga pergi ke jakarta menumpang bus malam diantar tetangga kami.

Sesampai di Jakarta, kami tak tahu harus kemana, kami pun tidak mengerti mengapa ayah menyuruh kami pergi ke kota besar ini, selain ia hanya bilang bahwa kita lebih baik tinggal bersama kerabat ibu yang tinggal disini. Ayah akan berjuang mendapatkan haknya untuk menuntut penggantian uang gantirugi atas rumah kami, begitu katanya sambil tertawa terbahak-bahak sambil menangis. Terakhir, kata tetangga kami ayah kami harus meninggal karena gantung diri sebab tak kuat lagi untuk menahan berat hidup.

Di jakarta, kami luntang-lantung tak tahu harus kemana, sampai akhirnya kami dirazia oleh satpol PP karena disangka kami pengemis dan gelandangan. Dan memang saat itu, tanpa sadar bahwa kami memang telah menjadi gelandangan. Kami tak punya siapa-siapa di kota besar ini, rumah tempat tinggal kami dipaksa untuk hilang dari muka bumi, sekolah kami dan masa depan kami dirampas dengan paksa oleh orang-orang itu yang entah siapa mereka dan apa kesalahan kami. Yang kami tahu kami dan teman-teman kami tercerai berai oleh bencana itu, bencana yang oleh Bapak Presiden dibilang sebagai “Musibah” sedang bagi kami tetaplah sebagai bencana.

Selepas dari pemeriksaan satpol PP, kami ditolong oleh seorang tua penjual koran yang juga tertangkap oleh petugas itu. Ia membawa kami untuk tinggal digubuknya yang sempit seraya berjanji untuk mencari alamat kerabat ibu kami. Digubuk yang terletak disamping rel itu, kami meneruskan sisa-sisa nafas kami, kami tinggalkan masa kanak-kanak kami dengan berjuang untuk bertahan hidup. Saat anak-anak yang lain bercengkerama dengan teman sekolahnya, adik kami yang seharusnya duduk dibangku TK, terpaksa berlari-lari dijalanan untuk mengemis dari satu kendaraan ke kendaraan lain tak peduli kaki mungilnya menghitam dan rambut kritingnya memerah karena sengatan matahari.

Setiap ada kendaraan yg lewat dan berhenti, tangan kecilnya tak lupa untuk menengadah berharap ada pengendara yang berbaik hati memberikan sedekahnya. Sedangkan aku, berdiri dan berlari-lari diperempatan jalan sambil meneriakan koran yang aku jajakan sejak subuh tadi, semoga ada pembeli yang mau membaca koranku pagi ini. Dan kakakku, karena ia memiliki suara merdu, ia menjadi pengamen jalanan dengan sebuah kericikan ditangan. Ia yang seharusnya duduk di bangku SMP dengan kecerdasan yang dimilikinya, seharusnya bisa merenda masa depan yang lebih baik. Semua pekerjaan itu kami lakukan dengan terpaksa, dari pagi hingga malam demi menyambung hari esok, demi menggapai impian-impian anak-anak kecil seperti kami.

Bapak Presiden yang saya hormati.

Karena seringnya membaca koran, kini aku menjadi tahu tentang siapa dirimu, dan apa saja yang bisa engkau lakukan dengan kekuatan hebat yang engkau miliki. Karena sering membaca koran itu juga aku bisa menulis surat ini untuk mu, Ternyata engkaulah orang yang selama ini aku cari-cari. Engkaulah orang yang bisa merubah nasib kami dengan sekali perintah saja, orang yang memiliki kesanggupan untuk merubah dunia ditangannya.

Orang yang bisa merubah nasib Ibuku jika saat itu ia mau tahu dan membantu dengan bantuan hukum, orang yang bisa mengembalikan rumah kami yang hilang terendam lumpur, orang yang bisa menyembuhkan sakit gila ayahku, orang yang bisa menyekolahkan si bungsu adikku, juga aku dan kakakku, orang yang bisa menampung anak-anak seperti kami dalam rumah yg nyaman, orang yang bisa membuat cerah masa depan kami dan ribuan anak-anak jalanan lainnya yang terjebak dalam kondisi ini bukan karena inilah nasib mereka, tetapi karena dipaksa oleh orang dewasa yang tidak berprikemanusiaan.

Bapak Presiden, yang aku kagumi,

Pagi ini setelah melihat berita engkau dilantik, aku ingin engkau menggunakan kekuatan hebatmu untuk membantu kami menemukan kembali kebahagiaan kami yang hilang. Mengembalikan keceriaan sibungsu, memuluskan kembali jari-jari tangannya yang terbakar aspal dan memutihkan kembali mukanya yang tertutup debu jalanan. Juga mengembalikan tawa riang kakak kami yang menghilang sejak ayah sakit jiwa dan menyegarkan kembali wajahnya yang cantik dengan untaian senyumnya seperti beberapa tahun lalu. Juga membantuku mewujudkan cita-cita Ibu dan harapan ayah pada diriku untuk menjadi orang yang berguna bagi sesama. Engkau Juga adalah orang yang bisa melindungi anak-anak seperti kami yang terpaksa mencari nafkah dijalanan, dari jeratan undang-undang ketertiban milik pemda yang senantiasa bisa menjerat kami kedalam penjara.

Bapak Presiden yang aku hormati,

Jika engkau tidak bisa menggunakan kekuatan hebatmu untuk kami, tidak mengapa, aku tidak akan marah, begitu juga adik dan kakak ku. Kami terbiasa tidak meminta kepada orang lain, kami terbiasa tidak menggantungkan hidup kepada manusia lain. Keluarga kami terbiasa hidup keras dan tidak lemah. Satu-satunya tempat bergantung kami hanyalah Allah, Tuhan pemilik dunia ini, itulah yang sering almarhum ibu sampaikan kepada kami, untuk menghibur diri kami saat kami jauh darinya.

Jika engkau sulit untuk mewujudkan harapan kami, juga harapan ribuan anak jalanan lainnya, juga harapan jutaan kaum yang senasib dengan kami, kami hanya meminta kepada engkau untuk mengaminkan doa kami saja, semoga kami bisa menggantikan posisi engkau ketika kami dewasa nanti. Karena kami ingin menolong orang yang bernasib seperti ibu kami, kami ingin menolong orang yang senasib dengan keluarga kami, juga keluarga-keluarga lainnya yang kurang beruntung hidup dinegeri ini.

Sampaikan salam kami untuk para pembantu engkau, agar beliau juga mengamini doa kami, agar kami dapat menggantikan posisi mereka kelak jika kami besar. Agar Si bungsu kelak akan tercapai cita-citanya menjadi orang yg menyayangi orang lain dengan sepenuh hati seperti sayangnya pak tua penjual koran itu kepada kami, setiap pagi ketika hidup mulai bergulir kembali.

Bapak Presiden yang kami hormati, semoga engkau membaca surat kami.

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Dari anak negeri yg terhempas di jalanan karena nasib yang kurang beruntung.

20 Oktober 2009, Tengah malam bertepatan dengan pelantikan Presiden/Wakil Presiden RI periode 2009-2014

Rojali.

Sumber : http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/10/surat-terbuka-untuk-bapak-presiden.html

Oct
21st

Download Free Anti Trojan Elite 4.7.1

Files under free program | 7 Comments

Anti Trojan Elite (ATE) is a malware remover, it can detect and clean malware in disk or memory.Anti Trojan Elite provide a real-time malware firewall for user, once a trojan or keylogger would been loaded, the ATE can detect, block and then clean it in time before it starts. The ATE can detect more than 22000 trojans, worms and keyloggers currently, and the number of malware ATE could clean is growing up very quickly, we collect world-wide malwares, user can using our auto live update feature to get the power to clean these new malwares in time.

anti trojan

Anti Trojan Elite has some useful utilities especially. The network utility can been used to disconnect suspicious TCP connections; The process utility can been used to kill suspicious processes even the process has the system priviage, even it has the ability to unload suspicious modules in all processes; The registry repair utility can been used to repair registry altered by malware; The registry monitor utility can been used to repair any change of important registry keys and values with real time.

THE REASONS CHOOSE ANTI TROJAN ELITE
• Real-time malware firewall, protecting user’s computer in real-time.
• Detecting and cleaning binded malware, doesn’t hurt normal file and clean the malware.
• Detecting and cleaning no process malware, some malware don’t have a EXE file, they are only some DLL files and running as some threads in other process, ATE can detect and clean this type of malware even it’s running.
• Free tools. View the information of Tcp/Ip states and processes informations.

Download di http://hotfile.com/dl/13528071/58434d1/Anti_Trojan_Elite_4.7.1.rar.html