Sebelumnya saya mohon maaf Postingan ini tidak bermaksud riya, sombong atau apa-apa, postingan ini saya tulis untuk mengikuti Kontes lomba blog dijaminmurah.com.
Tulisan ini merupakan pengalaman pribadi saya 2 tahun yang lalu ketika melaksanakan Umrah di bulan suci Ramadhan. Kita semua tahu Bulan Suci Ramadhan merupakan bulan yang penuh Rahmat, bulan dimana pahala dilipatgandakan oleh Allah. Saya akan sedikit bercerita tentang Nikmatnya Umrah di Bulan Suci Ramadhan dan keistimewaan Umrah di Bulan Suci Ramadhan.
Mengapa umrah di bulan ramadhan ?
- Rasulullah SAW bersabda “ barang siapa yang melaksanakan umrah di bulan suci ramadhan pahalanya adalah sama dengan haji bersamaku (Rasululullah)”.
Jikalau kita melaksanakan umrah diluar bulan ramadhan maka hanya pahala umrah yg kita dapat.
Pada 10 malam terakhir Masjidil Haram akan dipenuhi dengan jutaan umat dari berbagai penjuru dunia, mereka akan semakin meningkatkan ibadah di10 hari terakhir untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar.
Jumlah jamaah haji indonesia tahun 2006 sebanyak 205.000 jiwa sedangkan jumlah jamaah umrah tahun 2007 kemarin pada malam ke 27 berjumlah 200.000 jiwa. Bayangkan begitu padat dan banyaknya orang yang melaksanakan umrah pada bulan ramadhan ini. Apalagi tahun 2009 sekarang, pasti peningkatannya sangat drastis.
Mengapa orang banyak memilih melaksanakan umrah di bulan suci ramadhan dikarenakan di bulan suci ramadhan ini pahala dilipatgandakan oleh Allah, dan godaan juga lebih sedikit sehingga kita dalam melaksanakan ibadah akan terasa lebih khusyuk dan nikmat.
- Nikmat Beribadah di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram
Di masjid Nabawi dan Masjidil haram setiap harinya orang semakin sesak, orang yang itikaf semakin banyak dan tidak keluar mesjid, orang yang selesai thawaf dan sa’i tidak pulang akan tetapi banyak yang terus tinggal di mesjid, jadi volume mesjid terus menampung jemaah yang datang dari berbagai penjuru dunia. Orang-orang yang bersedekah semakin banyak di akhir ramadhan mereka khawatir kehilangan kesempatan untuk berbuat baik dibulan ramadhan.
Sepuluh hari terakhir Masjidil Haram terasa bagaikan lautan manusia, semenjak ashar orang tidak keluar dari mesjid hingga magrib dan isya, mereka menunggu taraweh. Siapa yang pulang setelah shalat magrib jangan harap bisa sholah di Lantai Ka’bah atau di dalam mesjid. Karena padatnya manusia, banyak pintu2 yang ditutup di jaga oleh para Laskar, akhirnya banyak yang sholat di halaman mesjid, di tangga2, di tempat sa’i.
Kita harus menyiapkan fisik yang prima karena Sholat malam (lail) di masjidil Haram sangat lama, orang yang tidak biasa pasti akan berat. Pada awalnya saya juga merasa berat sekali, mata ngantuk sekali, karena sholat malamnya lama, 2 rakaat 25 menit lamanya, 1 rakaat 1 juz, kaki dan jidat akan terasa sakit karena kelamaan berdiri dan sujut. Alhamdulillah dengan persiapan tidur yang cukup dan terbiasa akhirnya bisa juga melaksanakannya.


- Nikmat Berbuka bersama Saudara di Seluruh Penjuru Dunia
Salah satu nikmat ketika umrah di bulan ramadhan adalah ketika menunggu waktu buka puasa di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, berbagi makanan ketika berbuka puasa, suasana nikmatnya di Raudah, perasaan lega dapat berziarah ke makam Rasulullah Saw, suasana duduk bersama saudara dari penjuru dunia disaat menunggu azan magrib untuk berbuka bersama di mesjid.

Makanan buka puasa

sambil menunggu buka puasa tadarus dan zikir
- Sholat di Shaf Terdepan (dibelakang Imam)
Kalau melihat Ribuannya manusia di Masjidil Haram terbayangkan oleh kita betapa sulitnya masuk dan sholat di depan ka’bah, tetapi kembali ke Niat, kalau di niatkan di hati insyallah pasti bisa. yakinlah
Jadi triknya jika ingin bisa sholat di depan ka’bah apalagi sholat di shaf terdepan. 15 menit sebelum azan sholat fardu lakukan thawaf sunnat dan perlahan-lahan ambillah tempat di depan, kira-kira 2 meter di depan ka’bah, orang2 yang berebut untuk mencium hajar aswad dan rukun yamani biarkan saja, karena jika tiba waktu sholat semua orang akan berhenti dan orang2 tersebut akan di usir oleh para laskar2 yang menjaga sehingga otomatis kita yang akan berdiri di shaf terdepan, jarak 2 meter itu akan digunakan untuk Imam dan laskar yang menjaga. Bayangkan betapa nikmatnya sholat di shaf terdepan di seluruh dunia
.
Alhamdulilah saya bisa sholat di depan ka’bah dan sempat berhadapan langsung dengan Imam Mekkah.
Aku tinggalkan Mekkah, aku tinggalkan Madinah. Aku ingin kembali menemuimu. Insyallah. Amien.
Demikianlah tulisan dari saya, semoga bermanfaat bagi pembaca yang ingin melaksanakan umrah.
Bagi teman-teman lainnya yang member DJ seperti saya ataupun bukan Member DJ mari mengikuti kontes lomba blog dijaminmurah.com. Mari menulis tema Kemerdekaan dan Tema Ramadhan.
Aku tinggalkan Mekkah, aku tinggalkan Madinah. Aku ingin kembali menemuimu. Insyallah. Amien.
Posted by admin |
3 Comments »