Migrasi dari software propietary ke software open source (OS) di berbagai instansi pemerintah maupun perusahaan masih tersandung berbagai kendala.

“Dari target migrasi software pada September 2008 sampai Agustus 2009 sebanyak 486 unit personal computer (PC) di Depdiknas, baru 256 PC yang sudah bermigrasi,” kata Kepala Pusat Teknologi Komunikasi (Pustekom) Depdiknas, Lilik Gani pada Seminar Nasional “Pengguna Open Source Software dan IGOS Center” di Jakarta, Rabu (22/7) seperti dilansir Antara.
Diakuinya, sulit mengubah kebiasaan pengguna komputer yang sudah terbiasa memakai sistem operasi microsoft windows ke sistem yang lain yang berbasis OS seperti linux, IGOS atau Ubuntu meski untuk mendapatkannya tak perlu membayar.
Kendala lainnya, kurangnya pemahaman mengenai open source, kesadaran tentang software legal, kompatibilitas data aplikasi, pendampingan sumber daya manusia yang terbatas, belum ada helpdesk, koordinasi antarunit yang kurang, dan distro OS yang terlalu banyak.
Sementara itu, pengelola IT Departemen Agama, Achmad Gufron, juga mengakui berbagai hambatan tersebut. Dari sekitar 3.000 PC di Depag, belum ada yang bermigrasi ke OS.
“Kalau sistem operasi kan Windows sudah included ketika beli PC, tapi office-nya kami menggunakan Microsoft Office yang trial, hanya beberapa yang pakai legal,” katanya. Karena itu, lanjut dia, ke depan pihaknya akan turut mensosialisasikan penggunaan OS di semua PC di Depag agar ada penghematan uang negara.
Saat ini, sudah ada infrastruktur di Depag yang telah menggunakan open source. Misalnya web server dari situs www.depag.go.id.
Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi PT Telkom, Indra Utoyo, mengatakan, sulit melakukan migrasi ke OS di PT Telkom berhubung banyak yang fanatik pada Microsoft. Namun, saat ini pihaknya sudah berhasil membuat 12.000 PC di perusahaan tersebut bermigrasi ke OS.
“Tapi kami tidak fanatik juga pada OS, kami hanya fanatik pada solusi. Jadi ada beberapa pertimbangan untuk memilih apakah akan menggunakan software OS atau berlisensi,” katanya.
Namun yang jelas, ujarnya, karena PT Telkom sudah terdaftar bahkan di New York Stock Exchange, tidak mungkin PT Telkom menggunakan software bajakan.

















By DG-STUDIO on Jul 25, 2009 | Reply
di jember udah banyak yanga pakai asli, khususnya warnet. tapi justru pemerintahnya gak ada yang mau.
udah dikasih laptop malah protes, “mosok pejabat dikasih linux” kata mereka. bener-bener dah
.-= DG-STUDIO´s last blog ..BUKU PANDUAN BELAJAR BUAT GAME RPG =-.
Balas
By WPMU Zone on Jul 26, 2009 | Reply
Open Source selain legal juga ada yang mau ngasih gratis, bahkan diantar sampe rumah, seperti Ubuntu
Balas
By Kombes.Com Bookmarking on Jul 26, 2009 | Reply
Submit tulisan anda di Kombes.Com Bookmarking, Agar member kami vote tulisan anda. Silakan submit/publish disini : http://bookmarking.kombes.com Semoga bisa lebih mempopulerkan blog/tulisan anda!
Kami akan sangat berterima kasih jika teman blogger memberikan sedikit review/tulisan tentang Kombes.Com Bookmarking pada blog ini.
Salam hormat
http://kombes.Com
Balas
By Tony on Jul 26, 2009 | Reply
aku termasuk yang belum paham open source
.-= Tony´s last blog ..Tawaran Kerjasama =-.
Balas
By Alnect Komputer on Jul 27, 2009 | Reply
Kalau saya untuk belajar open source aja masih terhambat
.-= Alnect Komputer´s last blog ..Tertipu Kontes SEO Mesin Absen Sidik Jari? =-.
Balas
By Andy on Jul 27, 2009 | Reply
Mas Rozy saya mau nanya, situkan kenal dekat sama deny (etamhost) dia kok gak pernah online di etamhost? saya ini mau nanya banyak tentang paket hosting, Saya mau order tapi kok malah adminnya offline. mau tak hubungin gak tau kemana hubunginnya, situ ada email atau telponnya gak.. Kalo lewat support ticket malah gak ada tanggapan, sebenarnya niat gak sih dia jualan hosting? Bisa bisa pengguna merasa kecewa. Kira kira kemana orangnya?
.-= Andy´s last blog ..Download Thunderbird 3 Beta 3 =-.
Balas
admin Reply:
July 27th, 2009 at 10:21 pm
mas deny sekarang lagi sibuk banget
jadi urusan hosting diserahkan sama mas yuda
saya aja termasuk yg dirugikan
karena saya dulu hosting di sana, tapi karena nggak bagus pelayanannya jadi saya pindah hosting
Balas
By O |k A on Aug 3, 2009 | Reply
iya, emang harus ada sosialisasi lebih banyak lagi tentang IGOS, ditambah dengan upgrade knowledge masyarakat
Balas