NEWS UPDATE
Noordin M TOP Tewas dalam Penggerebekan di Solo
Seperti biasa setelah sahur saya menonton TV sambil menunggu azan shubuh, begitu saya lihat TV ONE ternyata ada Baku tembak Densus 88 dengan Pria yang disangka Teroris, tapi setelah saya ikuti beritanya tidak ada juga saksi mata yang mengatakan bahwa orang didalam rumah mempunyai senjata dan membalas tembakan beruntun dari Polisi dan Densus 88. Dari berita yang saya tonton penghuni rumah tersebut bernama Sugiyanto. Kemudian rumah itu dikontrak oleh Susilo alias Adib warga Kagokan RT 2/11 Pajanglawean Solo.
Adib sendiri telah mengontrak rumah ini selama enam bulan terakhir. Sehari-harinya, Adib merupakan pengajar di Ponpes Al Kahfi Mojosongo. Di rumah itu, Adib tinggal dengan istrinya yang bernama Putri Munawaroh yang memakai cadar berprofesi sebagai guru Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) untuk anak-anak kecil yang diselenggarakan di terasnya.
Beriku berita yang saya kutip dari detik.
Suara ledakan kembali terdengar dari lokasi pengepungan sebuah rumah di kampung Kepuh Sari, RT 03/11, Kelurahan Mojosongo, Jawa Tengah, Kamis (17/9/2009). Akibat ledakan tersebut, asap putih terlihat membumbung tinggi dari lokasi kejadian.
Ledakan kencang terjadi sekitar pukul 05.45 WIB. Sejak dimulainya aksi pengepungan, ini adalah ledakan kedua yang dilakukan polisi. Diduga kuat itu adalah bom kejut yang sengaja dilakukan oleh polisi.
Setelah ledakan, suara rentetan senjata kembali terdengar. Bunyi senjata yang dikeluarkan sangat beragam. Terkadang terdengar suara dari senjata besar, namun sesekali juga terdengar senjata api berjenis ringan.
Belum diketahui siapa dan jumlah penghuni yang masih berada di dalam rumah. Hanya saja, diduga penghuni rumah juga memiliki senjata api. Pasalnya, seorang anggota polisi mengalami luka-luka akibat peristiwa ini.
Tunggu saja kelanjutan dari Kisah Penggerebekan ini, semoga Densus 88 lebih profesional dan tidak sampai mengganti rumah warga lagi seperti Pasca Penggerebekan rumah di Temanggung, polisi merehab rumah tersebut.
Update
Pengepungan Densus 88 di rumah kontrakan pasangan Adib Susilo – Putri Munawaroh di Kepuhsari, Mojosongo, Solo sudah berakhir. Evakuasi terhadap para tersangka terorisme yang ada di dalam rumah itu sudah dilakukan. Belum ada informasi resmi berapa orang yang tewas dalam pengepungan ini. Namun, diperkirakan ada 4 orang tewas.
Dugaan adanya empat orang tewas itu diketahui dari empat mobil jenazah yang merapat ke rumah yang dikontrak Susilo sejak lima bulan lalu itu. Menurut polisi yang tidak mau disebutkan namanya, masing-masing mobil jenazah membawa satu jenazah. Salah satu tersangka terorisme yang tewas diduga Urwah alias Bagus Pranoto.


















By bisnis on Sep 17, 2009 | Reply
wah kapan teroris ini bubar
Balas
By the fachia on Sep 17, 2009 | Reply
Semoga aksi teror segera terkuak oleh para polisi yg gagahberani ini..
Balas
By walkerbush on Oct 13, 2009 | Reply
the real teroris belum tertangkap, mbahe teror belum musnah is Amerika dan antek-anteknya. Bagaiman mungkin pembunuhan penembakan tiap hari terjadi di Palestina, afganistan, irak tidak bisa dibilang teror. tak terhitung lagi jumlah korban tewas biak itu anak2, perempuan. mari kiat bersatu padu hancurkan teroris sesungguhnya amerika dan antek2nya termasu densus 88 boneka bodho made in Kafirin.
Balas