May
27th

NGELEM, Potret Anak Jalanan

Files under Informasi | Posted by admin

Ngelem atau penyalahgunaan inhalen, yakni dengan menghirup benda-benda sejenis lem, zat pelarut (thinner cat) atau zat lain sejenisnya. Tak ada narkoba, ngelem pun jadi. Itulah yang dilakukan oleh anak jalanan yang saya temui ketika Hunting Street photography, beberapa waktu yang lalu. Saya mengira NGELEM seperti itu hanya dilakukan oleh Anak Jalanan di Ibukota Jakarta saja tapi di Samarinda ternyata terjadi juga.

Dari pengakuan mereka, ngelem merupakan ‘kegiatan’ paling enjoy dan cukup bikin tenang badan. “Hidup sudah susah, tapi sekali-kali saya tidak ingin merasa susah,” aku seorang bocah pengamen sambil menghirup bau lem dari sebuah kaleng kecil. Aduh.. seandainya mereka tahu, betapa ngelem yang mereka lakukan selama ini bisa berefek buruk pada badan. Haruskah anak-anak jalanan yang merupakan bagian dari anak-anak kita tersebut terjerumus ke dalam hal-hal yang merugikan dirinya? Apa yang bisa mereka alami bila ‘kegiatan’ itu sering dilakukan?

Sabtu, (22/5/10) saya berdua dengan teman nongkrong di sebuah warung bakso di simpang empat lampu merah Depan Mall Lembuswana Samarinda, sambil minum es campur saya ngobrol dengan penjual bakso menanyakan tentang maraknya pengamen jalanan yang mangkal di simpang empat lampu merah, padahal dulunya tidak ada anak jalanan dan pengamen sebanyak ini, paling hanya penjual koran saja.

Ternyata mereka pindahan dari Pasar pagi yang di usir oleh Satpol PP dan kini beralih mengamen di simpang 4 lampu merah depan Mall Lembuswana Samarinda. Setelah saya tanya ternyata mereka ada yang mengkoordinir dan mengawasi. Kasihan mereka, kecil-kecil sudah panas-panas mencari uang dan harus menyetor sama koordinator mereka.

Ditambah lagi saya melihat kebiasaan mereka yang diluar dugaan saya, mereka NGELEM… sungguh pemandangan yang luar biasa, dan mereka melakukan itu persis di depan POS POLISI Lalu Lintas di depan Danau Vorvo. Polisi disitu tidak menegur, terkadang anak-anak jalanan itu NGELEM di Pos Satpam Mesjid Depan Mall Lembuswana.

Saya bertanya sama tukang bakso, kenapa tidak ada yang melarang. “Kalau polisi memang tidak pernah menegur mas, tapi kalau penjaga mesjid ini sudah sering menegur dan memarahi anak-anak itu, tapi tetap saja mereka NGELEM” jawab tukang bakso itu.

Kasihan sekali nasib mereka, kalau boleh memilih mereka tidak mau dilahirkan dengan kondisi seperti itu..
Mereka ingin sekolah layaknya anak-anak lainnya
Mereka ingin bermain dengan riang
Tanpa harus berpanas panas dan bernyanyi demi uang receh

anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal

anak jalanan
Foto mereka sedang NGELEM…

Artikel Terkait


4 Responses to “NGELEM, Potret Anak Jalanan”

  1. By elexi on May 27, 2010 | Reply

    Suatu poteret yang bercerita..semoga kita bisa membantu mreka..

    Balas

  2. By Khariss on May 28, 2010 | Reply

    Emang NGELEM tu bisa bikin teler ya? pernah denger juga kata NGELEM :D
    Tak kira tadi NGELEM itu buat nempelin 2 benda ;) )

    Balas

  3. By hopskole on May 28, 2010 | Reply

    Kalau seperti ini siapa yang salah coba…

    Balas

  4. By Haris on May 28, 2010 | Reply

    Ga pernah nyobain yang gituan :D

    Balas

Post a Comment

Tautan komentar adalah nofollow free.