Bom bunuh diri meledak di Gereja Bethel Injil Sepuluh (GBIS) Kepunton, Solo, Jawa Tengah. Pelaku tewas dan beberapa orang luka-luka. Mabes Polri menduga bom yang digunakan pelaku berjenis low explosive. “Diduga bom berjenis low eksplosive. Karena dampak yang ditimbulkan tidak merusak gedung gereja tersebut, dan akibat ledakan tersebut mengakibatkan korban luka-luka 7 orang dan dibawa ke rumah sakit,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar, dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Minggu (25/9/2011).
Boy menuturkan peristiwa terjadi pada 10.53 WIB di Gereja Bethel Injil Sepuluh Kepunton, Jl Arief Rahman Hakim No 49 Jebres, Solo. Pelakunya diduga laki-laki berumur 30 tahun, memakai baju putih, celana panjang warna hitam, dan memakai sepatu kets. Sekarang polisi sedang melakukan proses penyelidikan.
“Setelah kebaktian gereja (mayoritas pengunjung kebaktian sudah pulang, tetapi masih ada beberapa orang di dalam gereja), pelaku mendatangi gereja. Sampai di depan pintu gereja pelaku bom bunuh diri diduga meledakkkan diri. Kondisi pelaku tercabik-cabik dan usus terburai,” tutur Boy.
Warga sekitar Gereja Bethel Injil Sepuluh (GBIS) sempat menduga suara ledakan bom bunuh diri sebagai ledakan trafo listrik. Sesosok mayat pria berjaket coklat diduga sebagai pelaku peledakan bom bunuh diri.
Kabarnya sang pelaku bom bunuh diri yang menggunakan jaket coklat itu sudah mondar mandir sejak pagi di depan GBIS kepunton di Jl Arif Rahman Hakim, solo Jawa tengah.
Menyusul ledakan bom bunuh diri, Gereja Bethel Injil Sepuluh (GBIS) Kepunton, digaris polisi untuk keperluan olah TKP. Pita garis polisi membentang dalam radius 500 meter dari lokasi kejadian.
Semoga polisi bisa segera mengungkap identitas pelaku bom bunuh diri di gereja GBIS kepunton solo dan menemukan motif dibalik pengeboman tersebut. tunggu saja update berita terbaru soal bom bunuh diri di gereja kepunton GBIS solo.
Berikut nama-nama korban bom yang menjalani perawatan di RS dr Oen yang diperoleh dari Sekretaris PMI Solo, Sumartono Hadinoto, Minggu (25/9/2011):
Novia 27 th
Septi Roidik 28 th
Restiono
Yulianti 78 th
Delfiana 18 thg
Harioko 78 th
Febe 57 th
Gang Sihan
Anggraini 15 th
Stefanus Suritno 73 th
Febriana
Olivia Putri Yoseni 15 th (operasi)
“Ada 4 orang yang sudah boleh pulang. Kemudian ada juga di RS Brayat Minulya ada 3 orang, sudah boleh pulang semua,” jelas Sumartono.
Berikut Foto Pelaku Bom Solo tanpa Sensor





















By xamthone plus on Sep 27, 2011 | Reply
aduhhh ngeri banget liat itu usus pada keluar semua, sampe mau muntah saya..
Balas