Situasi di Tarakan, Kalimantan Timur, hingga Rabu (29/9/2010) hari ini masih mencekam. Kerumunan warga masih yang berasal dari dua kelompok yang bertikai masih terlihat di sejumlah lokasi.
Menyusul bentrok yang terjadi dalam dua hari terakhir, pengamanan di kota Tarakan diperketat. Aparat Brimob Polda Kaltim dan Yonif 613 tampak bersiaga di sejumlah lokasi, termasuk di objek-objek vital dan fasilitas publik.
Jumlah Korban Tewas dalam Bentrokan di Tarakan ini sementara berjumlah 5 orang dan puluhan orang luka2, dari pihak kepolisian juga ada yang luka. Korban luka langsung dibawa ke RSAL Tarakan, sementara korban tewas dibawa ke RSUD Tarakan.
Tarakan.

Ratusan personel Brimob Polda Kaltim berjaga-jaga di salah satu sudut Kota Tarakan. Seluruh kantor pemerintah dan swasta di Tarakan saat ini tutup.

Ratusan warga terpaksa mengungsi ke Polresta Tarakan menyusul bentrok yang kembali pecah Selasa malam tadi.

Seorang warga tewas setelah terlibat bentrok malam tadi di simpang jalan Grand Tarakan Permai.

Seorang warga mendapat perawatan di rumah sakit setempat setelah terlibat bentrok dengan kelompok massa yang lain.

Seorang warga terluka setelah terlibat bentrok dengan kelompok lain di simpang jalan Grand Tarakan Mall Selasa malam tadi.

Putra Abdullah dengan luka di wajah dan tangan tampak menghadiri pemakaman ayahnya bersama ratusan warga lainnya, Senin (27/9/2010).

Sekitar seribu warga berkumpul di depan kantor Persatuan Suku Asli Kalimantan (Pusaka) di kota Tarakan sembari mengacungkan senjata tajam berupa samurai, tombak, dan parang.

Ratusan warga menyisir salah satu daerah untuk mencari pelaku pembunuhan, dengan membawa senjata tajam seperti tombak, parang dan lainnya.

Massa dari salah satu kelompok yang bertikai berkerumun di depan kantor Persatuan Suku Asli Kalimantan kota Tarakan

Massa yang tergabung dalam Persatuan Suku Asli kalimantan berpegangan tangan. Massa mencoba menghalau aparat yang berusaha membubarkan mereka.

Panglima Kumbang dari Kalteng berusaha menenangkan massa yang sejak pagi tadi berkumpul sambil membawa senjata tajam.

Ribuan warga merangsek ke kota Tarakan. Sebagian di antaranya mengacungkan senjata tajam berupa samurai, parang, dan tombak.

Massa mengepung Polresta Tarakan. Mereka mendesak polisi segera menangkap pelaku pembunuhan terhadap Abdullah.

Massa dari salah satu kelompok yang bertikai berkerumun di depan kantor Persatuan Suku Asli Kalimantan kota Tarakan

Massa yang tergabung dalam Persatuan Suku Asli kalimantan berpegangan tangan. Massa mencoba menghalau aparat yang berusaha membubarkan mereka.

Panglima Kumbang dari Kalteng berusaha menenangkan massa yang sejak pagi tadi berkumpul sambil membawa senjata tajam.

Ribuan warga merangsek ke kota Tarakan. Sebagian di antaranya mengacungkan senjata tajam berupa samurai, parang, dan tombak.

Massa mengepung Polresta Tarakan. Mereka mendesak polisi segera menangkap pelaku pembunuhan terhadap Abdullah.


















By Heru Purwanto on Sep 29, 2010 | Reply
kok serem ya? panglimanya juga serem, sampai wajahnya aja penuh tato
Balas
By Mistik Alami on Mar 27, 2012 | Reply
Panglima Kumbang memang layak bergelar Panglima. Matanya saja bisa membunuh kalau melihatnya,Panglima Kumbang juga seorang Panglima yang patut diberi penghargaan. Bukan saja berani tapi bisa mengawal amarahnya dan pasukannya.Saya kagum dengan Panglima Kumbang.
Balas