Salut buat dua mahasiswa D3 Teknik Telekomunikasi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS, Debi Praharadika dan Eko Wahyu Susilo yang telah mampu menciptakan komputer bersistem Linux untuk penyandang tunanetra. Komputer bersistem operasi open source tersebut dirancang dalam bahasa Indonesia.
Menurut Debi, pembuatan sistem operasi Linux untuk tunanetra tersebut memerlukan perjuangan ekstra keras karena harus mulai dari nol. Debi dan Eko mengawalinya dengan membuat algoritma, terus dilanjutkan membuat kibor khusus bertombol huruf Braille. Intinya, cara kerja Linux Tunanetra mengomunikasikan hasil ketikan kibor ke dalam format suara.
Kendala pembuatan Linux Tunanetra adalah saat membangun database suara yang terdiri atas Natural Language Processing (NLP) dan Digital Signal Processing (DSP). Pertama, NLP akan memotong kata sesuai bahasa Indonesia dan merekam konsonan satu persatu. Kemudian hasilnya digabung menjadi sebuah kata.
Ide pembuatan komputer bersistem LInux tersebut ternyata berasal dari ibunda Debi – yang mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Tunagrahita. Terdorong oleh keinginan ibunya untuk memiliki komputer khusus bagi kaum tunanetra, Debi mengajak Eko untuk mewujudkannya sebagai Tugas Akhir (TA) kuliah.
Karya kedua mahasiswa ITS yang akan diwisuda pada 12-13 Oktober telah dilindungi dengan Genuine Public License (GPL). Keduanya juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin melakukan modifikasi atau menyebarluaskan program Linux tersebut. Linux untuk tunanetra sebelumnya juga ada dalam versi Inggris, namun khusus untuk bahasa Indonesia karya Debi dan Eko adalah yang pertama
sumber antara

















By FaNZ on Oct 9, 2008 | Reply
keren tuh
ternyata mahasiswa indonesia pinter² juga
Balas
By admin on Oct 10, 2008 | Reply
yup
salut buat mereka ya, moga indonesia makin dikenal di kancah teknologi dunia
Balas