Malam Tadi liat berita di TVONE ada insiden pengepungan di rumah mantan komandan korps Markas ABRI/Hankam, Brigjen (Purn) Hermans Sarens Sudiro dan sempat tersiar kabar terjadi tembak menembak antara Brigjen (Purn) Hermans Sarens Sudiro dengan Polisi Militer. berikut informasi updatenya dari detik.
Sudah hampir 23 jam, Brigjen (Purn) Hermans Sarens Sudiro belum juga berhasil dijemput paksa oleh Polisi Militer (POM) Kodam Jaya. TNI dan pihak Herman belum juga menemukan kesepakatan soal penahanan mantan Komandan Korps Mabes ABRI/Hamkam itu.

Pengepungan Brigjen Purn Herman Sarens Sudiro diduga terkait kasus korupsi. Herman diduga menyelewengkan uang negara Rp 600 miliar pada saat menjadi Panglima Komando Wilayah Pertahanan yang membawahi wilayah Surabaya dan Madura.
“Kemungkinan pukul 13.00 WIB, karena beliau minta ditunda lagi,” kata salah satu petugas intel di rumah kontrakan anaknya, Senin (19/1/2010).
Sejak Senin (18/1/2010) kemarin pukul 09.00 WIB, puluhan POM berusaha menjemput paksa Herman, namun tidak berhasil sampai saat ini. Herman berada di Blok G5 no 18, cluster Vermont Parklane, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan.
Menurut intel yang lain, sebelumnya sudah terjadi kesepakatan hasil negosiasi Herman, pengacaranya dan TNI di sebuah kedai kopi di wilayah Serpong. Isinya, Herman bersedia dibawa pukul Selasa (19/1/2010) pukul 10.00 WIB. Namun, akhirnya kesepakatan itu batal.
“Keluarga besar tadi malam berkumpul sampai ada yang nangis memohon untuk ditunda,” kata intel.
Rumah Herman tampak masih lengang tanpa aktivitas. Hanya sebuah mobil jenis Nisan Teana B 297 RS yang terparkir di garasi. Mobil mewah itu dihalangi oleh satu mobil petugas jenis Kijang untuk mencegah yang bersangkutan melarikan diri.
Sementara tiga POM masih bersiaga tepat di depan rumah dan puluhan lainnya, termasuk yang tak berseragam menyebar di sekitar perumahan tempat Herman tinggal. Belasan wartawan pun terpaksa menginap karena hanya diizinkan masuk sekali oleh pengamanan perumahan.
Berikut sedikit Biodata Herman Saren
Letjen TNI (Purn) H. Herman Sarens Soediro adalah seorang purnawirawan tentara, diplomat, pengusaha, tokoh olahraga menembak dan berkuda, serta promotor tinju. Lahir di Pandeglang, Jawa Barat, 24 Mei 1930. Anak dari Serma R. Soediro Wirio Soehardjo, Kepala Perlengkapan Batalyon IV, Resimen XI, Divisi II Siliwangi yang gugur di tangan tentara Belanda pada 19 Desember 1947. Saat itu Serma Soediro adalah komandan Herman Sarens. Hermans Sarens Sudiro menikah dengan Tinawati pada 21 Agustus 1958.
Nama Herman Sarens Soediro menjadi sangat populer saat beliau memutuskan menjadi promotor tinju, menggantikan Boy Bolang yang mengalami kesulitan finansial saat menjelang pertandingan akbar Saoul Mamby vs Thomas Americo untuk memperebutkan gelar juara dunia kelas welter ringan versi WBC pada tahun 1981.

















By nowgoogle.com adalah multiple search engine popular on Jan 19, 2010 | Reply
Pertamax neh, kalo gak salah liat seh
Balas
By Ronney on Jan 19, 2010 | Reply
Gimana penjahat mau bersih kalo aparat juga ad yg jd penjahat ~.~
Balas
By Bisnis Online on Jan 19, 2010 | Reply
heheheh jendral vs jendral.. yang kalah bawahannya
Balas
By tes tanda kehamilan on Jan 20, 2010 | Reply
emg boleh yah penangkapan dinegosiasi waktunya? knp tdk ditangkap, malah ditunda lg, pdhl ktnya uda sepakat.. ckck.. hebat bnr petinggi negeri ini..
Balas
By nowGoogle.com Adalah Multiple Search Engine Popular on Jan 20, 2010 | Reply
Weh.. masih belum ngerti.. ada apa dengan bapak yang satu ini.. hihi.. gak pernah baca beruta politik siy.. hihi
Balas
By blogdotblog on Jan 20, 2010 | Reply
kelakuan ala orba yang belum terkikis, akhirnya
tx
Balas
By shalimow on Jan 20, 2010 | Reply
ayo maju terus….
sikat siapapun yang………………
tx
Balas
By Wong Semarang on Jan 21, 2010 | Reply
Hajar terus gan, untuk Indonesia Raya…
Balas