Aug
13th

New Mirror Repository Linux Indonesia

Files under linux | 6 Comments

Baru-baru ini bertambah lagi Mirroring Repository untuk Distro Ubuntu, debian, opensuse, slackware, fedora,
freebsd dan juga centos. Bagi anda pengguna salah satu distro diatas bisa menggunakan Repo dari Situs http://mirror. detik.com. silahkan kunjungi situs tersebut.

Sayangnya detik.com belum menyediakan ISO dari distro-distro Ubuntu, debian, opensuse, slackware, fedora,
freebsd dan juga centos baru hanya repositorynya saja.

Aug
3rd

Mengapa Virus lebih berkembang di Windows ketimbang di Linux?

Files under antivirus, linux, Ubuntu | 10 Comments

Di Kantor setiap hari selain beraktifitas dengan pekerjaan administrasi pemerintahan saya juga bertugas sebagai admin jaringan, pekerjaan yang paling menjengkelkan adalah membersihkan virus komputer client di kantor yang notabene para pegawai disini taunya cuma bisa pake saja tapi untuk mengupdate antivirus saja nggak komit.

Tahun 2007 pernah saya meminta bantuan temen-temen mahasiswa IT STMIK dan UNMUL  untuk menginstal program anti virus dan membersihkan virus2 yang bersarang di komputer kantor gubernur kurang lebih 400 client.

Pertanyaan yang sering saya terima adalah Mengapa sudah di instal antivirus, virusnya tetap masih ada terus.

Jawabannya sebenarnya sangat simple Virus sangat mudah berkembang di windows karena Windows sudah banyak yang pakai jadi pembuat virus tentu saja ingin ketenaran, semakin banyak yang terinfeksi maka akan semakin tenar si pembuat virus. (contoh kasus virus sandra dewi, michael angelo) dll.

Berbeda di Linux, Varian linux terlalu banyak dan cepat berkembang (Ubuntu, Fedora, MAndriva, Redhat) dll sehingga capek membuat virus per distro.

Beberapa hal lain yang menyebabkan Virus sulit menyebar di Linux :

  • Disini saya mengambil contoh Distro Ubuntu, sekarang di Ubuntu selain kemudahan securitynya juga bagus, user sehari-hari bekerja bisa menggunakan sudo tanpa harus login sebagai root, jadi user bisa bekerja dengan aman.
  • Berbagai distro sekarang juga setiap default installnya sudah menutup port-port yang tidak penting sehingga celah-celah untuk ditembus semakin susah.
  • dan masih banyak hal-hal lainnya

Dengan menggunakan Linux, kita sudah secara efektif memblokir berbagai macam virus / trojan / spyware. Kita jadi bisa bekerja dengan tenang tanpa perlu memusingkan soal virus lagi. Sangat menyenangkan bukan ?

Tapi… masih ada tapinya… masalah migrasi linux di Instansi Pemerintah tidak semudah yang kita bayangkan, silahkan baca postingan saya sebelumnya tentang Beberapa Hambatan Migrasi ke Opensource.

Jul
25th

Beberapa Hambatan Migrasi Open Source

Files under Informasi, linux | 11 Comments

Migrasi dari software propietary ke software open source (OS) di berbagai instansi pemerintah maupun perusahaan masih tersandung berbagai kendala.

open source

“Dari target migrasi software pada September 2008 sampai Agustus 2009 sebanyak 486 unit personal computer (PC) di Depdiknas, baru 256 PC yang sudah bermigrasi,” kata Kepala Pusat Teknologi Komunikasi (Pustekom) Depdiknas, Lilik Gani pada Seminar Nasional “Pengguna Open Source Software dan IGOS Center” di Jakarta, Rabu (22/7) seperti dilansir Antara.

Diakuinya, sulit mengubah kebiasaan pengguna komputer yang sudah terbiasa memakai sistem operasi microsoft windows ke sistem yang lain yang berbasis OS seperti linux, IGOS atau Ubuntu meski untuk mendapatkannya tak perlu membayar.

Kendala lainnya, kurangnya pemahaman mengenai open source, kesadaran tentang software legal, kompatibilitas data aplikasi, pendampingan sumber daya manusia yang terbatas, belum ada helpdesk, koordinasi antarunit yang kurang, dan distro OS yang terlalu banyak.

Sementara itu, pengelola IT Departemen Agama, Achmad Gufron, juga mengakui berbagai hambatan tersebut. Dari sekitar 3.000 PC di Depag, belum ada yang bermigrasi ke OS.

“Kalau sistem operasi kan Windows sudah included ketika beli PC, tapi office-nya kami menggunakan Microsoft Office yang trial, hanya beberapa yang pakai legal,” katanya. Karena itu, lanjut dia, ke depan pihaknya akan turut mensosialisasikan penggunaan OS di semua PC di Depag agar ada penghematan uang negara.

Saat ini, sudah ada infrastruktur di Depag yang telah menggunakan open source. Misalnya web server dari situs www.depag.go.id.

Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi PT Telkom, Indra Utoyo, mengatakan, sulit melakukan migrasi ke OS di PT Telkom berhubung banyak yang fanatik pada Microsoft. Namun, saat ini pihaknya sudah berhasil membuat 12.000 PC di perusahaan tersebut bermigrasi ke OS.

“Tapi kami tidak fanatik juga pada OS, kami hanya fanatik pada solusi. Jadi ada beberapa pertimbangan untuk memilih apakah akan menggunakan software OS atau berlisensi,” katanya.
Namun yang jelas, ujarnya, karena PT Telkom sudah terdaftar bahkan di New York Stock Exchange, tidak mungkin PT Telkom menggunakan software bajakan.

Jul
13th

Cara upgrade pidgin 2.5.7

Files under linux, Tips Trik | 8 Comments

Beberapa waktu lalu banyak Pidgin yang tidak bisa konek ke yahoo, karena timeout dan mengakalinya dengan mengganti alamat servernya dengan cn.scs.msg.yahoo.com, tapi terkadang masih eroor juga.

Berikut adalah langkah-langkah upgrade pidgin ke versi 2.5.7. Upgrade ini untuk mengatasi masalah koneksi ke yahoo.

1. Buka terminal, kemudian copy-paste perintah berikut ke terminal dan tekan enter:

echo deb http://ppa.launchpad.net/pidgin-developers/ppa/ubuntu \ $DISTRIB_CODENAME main | \

sudo tee /etc/apt/sources.list.d/

pidgin-ppa.list2. Copy paste lagi perintah berikut ke terminal, kemudian tekan enter:

sudo apt-key adv –recv-keys –keyserver keyserver.ubuntu.com 67265eb522bdd6b1c69e66ed7fb8bee0a1f196a8

3. Dari terminal, update system:sudo apt-get update4. Dari terminal, upgrade system:

sudo apt-get upgrade

5. Buka file browser, arahkan ke “/home/nama_user_name_anda”, tekan tombol “Ctrl+h” untuk memunculkan file hidden. Kemudian cari folder “.purple”, ubah namanya menjadi “.purple.backup”

6. Jalankan pidgin, konfigurasi ulang pidgin anda dan login ke yahoo langsung lancarr…..

Semoga membantu

May
19th

Cara edit file PDF di Linux

Files under linux, Tips Trik | 5 Comments

Kita semua tentu sudah tidak asing lagi dengan file yang berekstensi PDF ini, banyak ebook-ebook di internet yang berformat PDF, dan juga materi materi pendidikan atau internet marketing, atau materi Internet business yang menggunakan format PDF. Di Windows kita bisa menggunakan PDFZilla untuk mengkonvert file PDF ke dalam berbagai format.

Di Linux kita jangan kuatir, karena di linux juga menyediakan tool edit PDF, tool tersebut bernama  PDF Edit. Bagi pengguna Ubuntu sangat mudah untuk melakukan instalasinya, tinggal ketikan di terminal atau console :

$ sudo apt-get install pdfedit

Atau bisa juga dari synaptic yang sudah disediakan via GUI.

pdf edit

Selamat mencoba

Feb
26th

6 Tahap Menginstal Linux di Flashdisk

Files under linux, Tips Trik, Ubuntu | 9 Comments

Selain Windows, sistem operasi Linux juga bisa dijalankan dari sebuah USB (flash disk). Hanya dalam 5 menit, Anda dapat menginstal Linux dari USB.

Anda bisa menggunakan tools bernama UNetbootin. Untuk bisa menginstal Linux dari flash disk, Anda wajib memiliki flash disk berkapasitas meinimal 1GB.

Selain USB, pastikan Anda telah menentukan distribusi Linux yang diinginkan, yaitu: Arch linux, BackTrack, CentOS, CloneZilla, Damn Small Linux, Debian, Dream Linux, Elive, FaunOS, Fedora, Frugalware, Gentoo, Gujin, Kubuntu, Linux Mint, Mandriva, netBSD, NTPasswr, openSUSE, Ophcrack, Parted Magic, PClinuxOS, Puppy Linux, Slax, SliTaZ, Smart Boot Manager, Super Grub Disk, Ubuntu, Xubunu, Zenwalk.

Sebagai contoh, instalasi kali ini menggunakan distro Linux BackTrack 3 dan Ubuntu 8.04.1 Hardy, dengan  USB Kingstone DataTraveler 2.0 1GB. Berikut langkah-langkah instalasinya :

1. Download UNetbootin, simpan pada desktop.

2. Klik kanan UNetbootin pada desktop, lalu pilih Properties.

3. Klik tab Permissions, beri tanda centang (v) pada kotak ‘Allow executing file as program’, lalu klik tombol Close.

4. Tancapkan terlebih dulu USB ke port komputer. Ini sangat penting karena Anda tidak akan bisa menggunakan USB jika menancapkannya setelah Anda membuka aplikasi UNetbootin.

5. Selanjutnya, klik dua kali file exe UNetbootin yang sudah di-download tadi, lalu ketikkan  password hingga aplikasi UNetbootin terbuka.

6. Pilih distribusi dan versi Linux yang Anda inginkan, lalu pilih tipe instalasi dan klik Ok untuk memulai  instalasi.

Selesai! Reboot komputer Anda dan booting-lah dari USB. Kini Anda dapat menggunakan sistem operasi Linux portabel Anda.

mudah sekali bukan :)

Feb
19th

Setup Mikrotik dari awal (step by step)

Files under linux, Mikrotik | 24 Comments

Selama ini untuk Router saya menggunakan device Cisco dan ada juga beberapa instansi saya gunakan PCRouter menggunakan OS Debian atau Ubuntu. Sebelum mengenal Ubuntu dulu saya pernah menggunakan Mikrotik RouterOS, memang ada kekurangan dan kelebihan masing-masing, kini saya tidak menggunakan Mikrotik Router OS karena saya telah beralih ke Debian dan Ubuntu, tapi bagi para admin yang ingin mencoba belajar Mikrotik OS tidak ada salahnya, berikut ini Step by Step Instalasi Mikrotik Router OS.

MikroTik RouterOS™ adalah sistem operasi linux yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer menjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless, cocok digunakan oleh ISP dan provider hostspot.

Ada pun fitur2 nya sebagai berikut :

* Firewall and NAT – stateful packet filtering; Peer-to-Peer protocol filtering; source and destination NAT; classification by source MAC, IP addresses (networks or a list of networks) and address types, port range, IP protocols, protocol options (ICMP type, TCP flags and MSS), interfaces, internal packet and connection marks, ToS (DSCP) byte, content, matching sequence/frequency, packet size, time and more…

* Routing – Static routing; Equal cost multi-path routing; Policy based routing (classification done in firewall); RIP v1 / v2, OSPF v2, BGP v4

* Data Rate Management – Hierarchical HTB QoS system with bursts; per IP / protocol / subnet / port / firewall mark; PCQ, RED, SFQ, FIFO queue; CIR, MIR, contention ratios, dynamic client rate equalizing (PCQ), bursts, Peer-to-Peer protocol limitation

* HotSpot – HotSpot Gateway with RADIUS authentication and accounting; true Plug-and-Play access for network users; data rate limitation; differentiated firewall; traffic quota; real-time status information; walled-garden; customized HTML login pages; iPass support; SSL secure authentication; advertisement support

* Point-to-Point tunneling protocols – PPTP, PPPoE and L2TP Access Concentrators and clients; PAP, CHAP, MSCHAPv1 and MSCHAPv2 authentication protocols; RADIUS authentication and accounting; MPPE encryption; compression for PPPoE; data rate limitation; differentiated firewall; PPPoE dial on demand

* Simple tunnels - IPIP tunnels, EoIP (Ethernet over IP)

* IPsec – IP security AH and ESP protocols; MODP Diffie-Hellman groups 1,2,5; MD5 and SHA1 hashing algorithms; DES, 3DES, AES-128, AES-192, AES-256 encryption algorithms; Perfect Forwarding Secrecy (PFS) MODP groups 1,2,5

* Proxy – FTP and HTTP caching proxy server; HTTPS proxy; transparent DNS and HTTP proxying; SOCKS protocol support; DNS static entries; support for caching on a separate drive; access control lists; caching lists; parent proxy support

* DHCP – DHCP server per interface; DHCP relay; DHCP client; multiple DHCP networks; static and dynamic DHCP leases; RADIUS support

* VRRP - VRRP protocol for high availability

* UPnP - Universal Plug-and-Play support

* NTP - Network Time Protocol server and client; synchronization with
GPS system

* Monitoring/Accounting – IP traffic accounting, firewall actions logging, statistics graphs accessible via HTTP

* SNMP - read-only access

* M3P - MikroTik Packet Packer Protocol for Wireless links and Ethernet

* MNDP - MikroTik Neighbor Discovery Protocol; also supports Cisco Discovery Protocol (CDP)

* Tools - ping; traceroute; bandwidth test; ping flood; telnet; SSH; packet sniffer; Dynamic DNS update tool

Layer 2 connectivity

* Wireless - IEEE802.11a/b/g wireless client and access point (AP) modes; Nstreme and Nstreme2 proprietary protocols; Wireless Distribution System (WDS) support; virtual AP; 40 and 104 bit WEP; WPA pre-shared key authentication; access control list; authentication with RADIUS server; roaming (for wireless client); AP bridging

* Bridge - spanning tree protocol; multiple bridge interfaces; bridge firewalling, MAC

* VLAN - IEEE802.1q Virtual LAN support on Ethernet and wireless links; multiple VLANs; VLAN bridging

* Synchronous - V.35, V.24, E1/T1, X.21, DS3 (T3) media types; sync-PPP, Cisco HDLC, Frame Relay line protocols; ANSI-617d (ANDI or annex D) and Q933a (CCITT or annex A) Frame Relay LMI types

* Asynchronous - s*r*al PPP dial-in / dial-out; PAP, CHAP, MSCHAPv1 and MSCHAPv2 authentication protocols; RADIUS authentication and accounting; onboard s*r*al ports; modem pool with up to 128 ports; dial on demand

* ISDN - ISDN dial-in / dial-out; PAP, CHAP, MSCHAPv1 and MSCHAPv2 authentication protocols; RADIUS authentication and accounting; 128K bundle support; Cisco HDLC, x75i, x75ui, x75bui line protocols; dial on demand

* SDSL - Single-line DSL support; line termination and network termination modes

Instalasi dapat dilakukan pada Standard computer PC.
PC yang akan dijadikan router mikrotikpun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway.

berikut spec minimal nya :

* CPU and motherboard – bisa pake P1 ampe P4, AMD, cyrix asal yang bukan multi-prosesor

* RAM – minimum 32 MiB, maximum 1 GiB; 64 MiB atau lebih sangat dianjurkan, kalau mau sekalian dibuat proxy , dianjurkan 1GB… perbandingannya, 15MB di memori ada 1GB di proxy..

* HDD minimal 128MB parallel ATA atau Compact Flash, tidak dianjurkan menggunakan UFD, SCSI, apa lagi S-ATA

*NIC 10/100 atau 100/1000

Untuk keperluan beban yang besar ( network yang kompleks, routing yang rumit dll) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.

Langkah-langkah berikut adalah dasar-dasar setup mikrotik yang dikonfigurasikan untuk jaringan sederhana sebagai gateway server.

1. Langkah pertama adalah install Mikrotik RouterOS pada PC atau pasang DOM.

2. Login Pada Mikrotik Routers melalui console :
MikroTik v2.9.7
Login: admin <enter>
Password: (kosongkan) <enter>

Sampai langkah ini kita sudah bisa masuk pada mesin Mikrotik. User default adalah admin dan tanpa password, tinggal ketik admin kemudian tekan tombol enter.

3. Untuk keamanan ganti password default
[admin@Mikrotik] > password
old password: *****
new password: *****
retype new password: *****
[admin@ Mikrotik]] >

4. Mengganti nama Mikrotik Router, pada langkah ini nama server akan diganti misalkan“Rozy-Network” (silahkan ganti nama sesuka anda)
[admin@Mikrotik] > system identity set name=Rozy-Network
[admin@Rozy-Network] >

5. Melihat interface pada Mikrotik Router
[admin@Rozy-Network] > interface print
Flags: X – disabled, D – dynamic, R – running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R ether1 ether 0 0 1500
1 R ether2 ether 0 0 1500
[admin@Rozy-Network] >

6. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan ether1 akan kita gunakan untuk koneksi ke Internet dengan IP 192.168.0.1 dan ether2 akan kita gunakan untuk network local kita dengan IP 172.16.0.1

[admin@Rozy-Network] > ip address add address=192.168.0.1
netmask=255.255.255.0 interface=ether1
[admin@Rozy-Network] > ip address add address=172.16.0.1
netmask=255.255.255.0 interface=ether2

7. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan
[admin@Rozy-Network] >ip address print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 192.168.0.1/24 192.168.0.0 192.168.0.63 ether1
1 172.16.0.1/24 172.16.0.0 172.16.0.255 ether2
[admin@Rozy-Network] >

8. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah 192.168.0.254
[admin@Andre-Network] > /ip route add gateway=192.168.0.254

9. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers
[admin@Rozy-Network] > ip route print
Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic,
C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf
# DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE
0 ADC 172.16.0.0/24 172.16.0.1 ether2
1 ADC 192.168.0.0/26 192.168.0.1 ether1
2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.0.254 ether1
[admin@Rozy-Network] >

10. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar
[admin@Rozy-Network] > ping 192.168.0.254
192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
2 packets transmitted, 2 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 0/0.0/0 ms
[admin@Rozy-Network] >

11. Setup DNS pada Mikrotik Routers
[admin@Rozy-Network] > ip dns set primary-dns=192.168.0.10 allow-remoterequests=no
[admin@Rozy-Network] > ip dns set secondary-dns=192.168.0.11 allow-remoterequests=no

12. Melihat konfigurasi DNS
[admin@Rozy-Network] > ip dns print
primary-dns: 192.168.0.10
secondary-dns: 192.168.0.11
allow-remote-requests: no
cache-size: 2048KiB
cache-max-ttl: 1w
cache-used: 16KiB
[admin@Rozy-Network] >

13. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain
[admin@Rozy-Network] > ping yahoo.com
216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms
10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms
[admin@Rozy-Network] >

Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.

14. Setup Masquerading, Jika Mikrotik akan kita pergunakan sebagai gateway server maka agar client computer pada network dapat terkoneksi ke internet perlu kita masquerading.
[admin@Rozy-Network]> ip firewall nat add action=masquerade outinterface= ether1 chain:srcnat
[admin@Rozy-Network] >

15. Melihat konfigurasi Masquerading
[admin@Rozy-Network]ip firewall nat print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
0 chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
[admin@Rozy-Network] >

Setelah langkah ini bisa dilakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Dan jika berhasil berarti kita sudah berhasil melakukan instalasi Mikrotik Router sebagai Gateway server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan WinBox yang bisa di download dari Mikrotik.com atau dari server mikrotik kita.

Misal Ip address server
mikrotik kita 192.168.0.1, via browser buka http://192.168.0.1 dan download WinBox dari situ.
Jika kita menginginkan client mendapatkan IP address secara otomatis maka perlu kita setup dhcp server pada Mikrotik. Berikut langkah-langkahnya :

1.Buat IP address pool
/ip pool add name=dhcp-pool ranges=172.16.0.10-172.16.0.20

2. Tambahkan DHCP Network dan gatewaynya yang akan didistribusikan ke client Pada contoh ini networknya adalah 172.16.0.0/24 dan gatewaynya 172.16.0.1
/ip dhcp-server network add address=172.16.0.0/24 gateway=172.16.0.1

3. Tambahkan DHCP Server ( pada contoh ini dhcp diterapkan pada interface ether2 )
/ip dhcp-server add interface=ether2 address-pool=dhcp-pool

4. Lihat status DHCP server
[admin@Rozy-Network]> ip dhcp-server print
Flags: X – disabled, I – invalid
# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP
0 X dhcp1 ether2
Tanda X menyatakan bahwa DHCP server belum enable maka perlu dienablekan terlebih dahulu pada langkah 5.

5. Jangan Lupa dibuat enable dulu dhcp servernya
/ip dhcp-server enable 0

kemudian cek kembali dhcp-server seperti langkah 4, jika tanda X sudah tidak ada berarti sudah aktif.

6. Tes Dari client
c:\>ping www.yahoo.com

Untuk panduan bisa juga belajar di http://www.mikrotik.com