
Mulai sore ini berita di Televisi hanya memberitakan tentang tertangkapnya Buronan Indonesia selama ini, mantan Bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin akhirnya tertangkap di Kolombia Minggu (7/8) pukul 02.00 waktu setempat atau 14.00 WIB. Sebelum ditangkap Nazaruddin terlacak sejak di Dominika. Paspor palsu yang dia gunakan terlacak. Beberapa hari sebelumnya Nazaruddin sudah diintai. KPK mendapatkan informasi ada gerakan dari pria keturunan Pakistan itu 2-3 hari sebelum tertangkap.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bahrul Alam mengatakan “Informasi yang saya dapat ketahuannya (paspor palsu) di negara Dominika,” Anton menuturkan bahwa Nazaruddin menggunakan paspor dengan nama palsu, namun foto dalam paspor tersebut tetap sama. “Namanya dipalsukan, tapi foto di paspor tetap sama, karena foto di paspor itu tidak bisa berubah. Paspor palsu yang membuat di mana tidak jelas. Nama samarannya Syahruddin,” tandasnya. Anton juga mengungkapkan bahwa sebelum akhirnya tertangkap di Kolombia, Nazaruddin sudah menjelajah sejumlah negara.
Nazaruddin ditangkap interpol Kolombia saat duduk-duduk di sebuah toko di Cartagena pada Minggu (7/8/2011) pukul 02.00 waktu setempat. Micahel diberitahu komandan Interpol Kolombia pada pukul 08.00. Setelah itu, Michael langsung terbang menuju Cartagena untuk menemui Nazaruddin.
Sementara itu Presiden Indonesia Presiden SBY bersyukur buronan KPK M Nazaruddin berhasil ditangkap di Kolombia. SBY pun mengapresiasi pemerintah dan aparat penegak hukum atas hal ini. “Pertama-tama, Alhamdulliah, polisi bersama KPK dengan tim khusus telah bisa menemukan Nazaruddin yang sebelumnya dikatakan buron. Terima kasih dan penghargaan atas jerih payah untuk menemukan yang bersangkutan,” ujar SBY.
SBY memiliki harapan tersendiri atas penangkapan Nazaruddin yang kini menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi Wisma Atlet yang ditangani KPK ini. SBY berharap, kepulangan Nazaruddin ke Indonesia nantinya bisa memberikan kejelasan atas semua hal yang sempat dilontarkannya saat menjadi buron. “Saya harap setelah kembali ke Tanah Air, segalanya akan lebih terang,” harap SBY.


















