Mar
6th

Tips Diet dari Ahli Diet

Files under Informasi | 6 Comments

Kalau menurunkan berat badan bakal jadi resolusi tahun 2010, ada baiknya mulai sekarang bersiap. Ternyata, diet sehat diawali dari persiapan kecil. Selain itu kemauan yang kuat akan jadi kunci sukses. Coba saja simak 10 tips yang diberikan oleh para ahli diet ini!

Berikut ini 10 tips praktis yang biasa dipraktekkan oleh para ahli diet yang diungkap oleh Elaine Magee, MPH,RD dari WebMD. Siapa tahu bisa memberi inspirasi Anda untuk mulai berdiet sehat.

Tips 1 : Nikmati Fast Food Hanya di Akhir Pekan dengan Pilihan Cermat:
Ini merupakan hal yang disukai Elaine dan mungkin juga Anda karena serasa hidup normal dan tak harus selalu makan makanan sehat sepanjang minggu. Dengan makan fast food seminggu sekali bisa menjadi hiburan juga, asal dipilih dengan cermat. Misalnya burger dengan isian sayur dan BBQ ayam, pizza dengan topping sayuran atau sandwich tuna dengan brown bread.

Tips 2: Minum Diet Soda Tidak Lebih dari Sekali Sehari:
Agak sulit memang menghindari soda karena dalam menu resto fast food selalu ada soda, juga di hampir semua restoran. Namun, cobalah untuk membatasi konsumsi diet soda, cukup sekali sehari. Itupun jika terpaksa. Karena soda mengandung pemanis yang tinggi kalori. Gantilah dengan air mineral, teh hijau atau susu low fat yang juga enak diminum siang hari setelah makan siang.

Tips 3: Pizza Nite!:
Siapa bilang berdiet tak bisa ikut Pesta Pizza? Ahli diet Marcia Yamashiro, RD dari California Utara justru melakukan hal ini. Banyak pizza sehat yang bisa jadi pilihan. Misalnya pizza dengan topping sayuran, atau pizza dengan saus tomat lebih banyak (karena kandungan phytochemicals dari tomat yang bagus). Nikmati pizza dengan salad sayuran atau buah-buahan segar!

Tips 4: Jangan makan sereal dengan kandungan serat kurang dari 3 gram:
Carol Ann Brannon, MS, RD, seorang terapis gizi dan makanan di Georgia, Amerika selalu memastikan tidak ada kotak sereal yang kandungan seratnya kurang dari 3 gram per prosi di lemari makannya. “Sereal ini biasanya juga rendah kadar gulanya,”demikian tuturnya.

Tips 5 : Konsumsi Protein:
Christine Gerbstadt, MD, RD, juru bicara America Dietetic Association, selalu mengkonsumsi protein dalam makanan dan camilannya. Dia juga menganjurkan mengkonsumsi whey bubuk atau putih telur sebagai sumber protein dalam makanan dan camilan.

Tips 6: Makan Selalu Sayuran dan Buah:
Barbara Quinn, MS, RD, CDE, ahli diet klinik di Community Hospital of the Monterey Peninsula, selalu menghitung jumlah konsumsi buah dan sayuran sepanjang hari. Ia selalu memasukkan buah dan sayuran segar dalam tiap makanannya dan juga camilannya.

Tips 7: Minum Alkohol Hanya Akhir Pekan:
Kalau Anda tergolong peminum alkohol sebaiknya waspada. “Karena alkohol akan menaikkan kalori dengan cepat. Sebaiknya batasi konsumsinya hanya pada akhir pekan saja”, demikian saran Kathleen Zelman, MS, RD, direktur gizi dari WebMD.

Tips 8: Nikmati Minuman Setelah Makan Malam:
Setelah makan malam , minumlah secangkir teh atau kopi tanpa kafein untuk mencegah keinginan Anda makan kue-kue manis. Setelah 1-2 jam makan malam Anda bisa makan minuman rendah kalori yang bisa meredam keinginan makan yang manis-manis. Demikian saran Kathleen Zelman, MS, R.

Tips 9: Camilan Sebelum Makan Malam:
“Sebelum mulai memasak saya biasanya memotong sayuran dan buah untuk camilan sementara keluarga menunggu saya memasak,” tutur Bonnie Liebman, MS, direktur gizi Center for Science in the Public Interes. Dengan cara ini keluarga jadi terhindar dari keinginan ngemil makanan yang kurang sehat.

Tips 10: Pastikan 4 Warna Dalam Tiap Makanan:
Jennifer Reilly, RD, ahli gizi senior dari The Cancer Project di Washington, D.C selalu memastikan ada 4 warna dalam tiap makanan yang disiapkannya untuk keluarga. Misalnya, makan malam berupa nugget ayam sayuran (emas), ubi goreng (oranye), irisan timun (hijau) dan jus cranberry (merah). Konsumsi warna makanan yang beragam warnanya memberi pasokan nutrisi yang lebih lengkap.

Mar
5th

Kasus Century, Runtuhnya Kekuasaan SBY ?

Files under Informasi | Leave Comment

Rapat paripurna DPR terhadap kasus Bank Century, yang berakhir tadi malam, pukul 23.30, di mana mayoritas anggota DPR memutuskan memilih opsi C, yakni pemberian dana talangan kepada Bank Century dan penyalurannya di diduga ada penyimpangan, sehingga diserahkan ke proses hukum.

Kesimpulan DPR itu diperoleh melalui voting, opsi C itu didukung penuh oleh Partai Golkar, Partai Demokrsi Perjuangan (PDI-P), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan seorang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Jumlah suara yang mendukung opsi C, sebanyak 325 suara.

Sementara itu, jumlah yang mendukung talangan (bail out), yang terdiri Partai Demokrat (PD), Partai Amanah Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), jumlah suaranya hanyalah 212 suara. PPP membuat tindakan kejutan dengan mendukung opsi C, semula nampak ingin bergabung partai-partai yang mendukung bail out, tapi justru berubah, di saat pengambilan keputusan.

Sebelumnya, Presiden SBY-Boediono, yang memenangkan pemilu presiden mendapatkan dukungan suara 60,5 persen dari rakyat, dan di parlemen dengan koalisi yang mendukungnya, seperti Partai Golkar, Partai Demokrat (PD), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), mempunyai dukungan politik yang kuat di perlemen, yang suaranya hampir 75 persen.

Tetapi, menghadapi kasus Bank Century ini, kekuatan koalisi yang mendukung pemerintahan SBY-Boediono, menjadi minoritas, dan hanya Partai Demokrat (PD), Partai Amanan Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang masih tetap menjadi ‘back bone’ (tulang punggung) koalisi, dan setia mendukung kebijakan pemerintah, terkait dengan bail out Bank Century.

Apakah keputusan paripurna DPR, dan sikap partai-partai politik, kiranya dapat menjadi kesimpulan terjadinya ‘distrust’ (ketidak percayaan), serta sekaligus bentuk referendum DPR terhadap Presiden SBY-Boediono, yang menolak kepemimpinannya? Nampaknya, langkah-langkah politik yang dijalankan Presiden SBY-Boediono nyata-nyata telah ditolak. Bahkan kesimpulan paripurna DPR itu, secara ekplisit menyebutkan, pemberian dana talangan (bail out) kepada Bank Century dan penyaluran di duga ada penyimpangan, dan diserahkan ke proses hukum. (Kompas, 4/3/2010)

Padahal, sehari sebelumnya, Presiden SBY sudah membuat pernyataan, terkait dengan kasus Bank Century, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (1/3), yang menyatakan membenarkan dan bertanggung jawab atas kebijakan pemberian dana talangan (bail out) kepada Bank Century demi penyelamatan perekonomian Indonesia’, tegas Presiden.

“Saya berada di luar negeri 13 hari. Wakil Presiden di Tanah Air dan Beliau yang menjalankan tugas pemerintahan sehari-hari. Meski saya tidak ada di Tanah Air saat itu, dalam merumuskan langkah tindak perbankan dan perekonomian yang mesti dilakukan terhadap Bank Century, meskipun Gubernur Bank Indonesia (BI), dan Menteri Keuangan (Menkeu) tidak melalui izin saya, karena Beliau bekerja dengan undang-undang saya katakan bahwa yang dilakukan penyelamatan perekonomian kita adalah benar dan saya bertanggung jawab”, kata Presiden.

Faktanya sekarang DPR melalaui keputusannya terkait dengan kasus Bank Century, mayoritas partai-partai politik, yang sebelumnya merupakan para pendukung Presiden SBY, menolak keputusan dan kebijakan pemberian bail out terhadap Bank Century. Dengan keputusan yang menyebutkan ‘penyalurannya diduga ada penyimpangan, sehingga diserahkan ke proses hukum’. Sikap mayoritas DPR yang berani menolak Presiden SBY, yang sudah pasang dada, menggambarkan keadaan yang sebenarnya, bahwa Presiden SBY sudah kehillangan pengaruh kekuasaannya.

Hitungan-hitungan politik yang bakal terjadi, pilihan Presiden SBY tetap mempertahankan Boediono dan Sri Mulyani, dan posisinya akan semakin sulit, serta terus menghadapi gerakan oposisi di parlemen, ditambah dengan kemarahan rakyat, yang semakin luas. Hal ini kemungkinan akan berakhir dengan gerakan rakyat ‘people power’.

Seperti Bank Century yang sejak proses mergernya sudah bermasalah, sama halnya dengan pilihan dan keputusan politik dari Presiden SBY, yang memilih calon pasangannya menjadi wakil presiden, seorang tokoh yang bukan berasal dari partai politi, yaitu Boediono, sebuah keputusan dan pilihan yang sangat berisiko, di era demokrasi yang sangat ditentukan peranan partai-partai.

Boediono tidak memiliki dukungan politik yang memadai, dan hanya mengandalkan dirinya seorang birokrat, yang konservatif di bidang makro ekonomi, sesuai dengan keinginan negara-negara Barat, yang menjadi patron Boediono. Ketika muncul kasus Bank Century itu, bagaikan ‘air bah’ politik, yang deras, dan kini sampai ke Istana. Inilah resiko yang harus di pikul SBY, dan harus mengambil pilihan politik, dan melakukan negosiasi kembali dengan partai-partai politik, dan memformat kembali koalisi, yang sudah dibangun itu, jika Presiden SBY masih menginginkan bertahan.

Partai-partai yang awalnya sangat kohesif (kuat) mendukung Presiden SBY, nampaknya mereka ‘hopeless’ (kehilangan harapan), karena tidak ada yang dapat diharapkan lagi dari pemerintahan SBY, di periodenya yang kedua. Penunjukkan sejumlah wakil menteri,yang merupakan orang-orang yang ‘dekat’ dengan Presiden SBY, setidaknya mengurangi kewenangan menteri-menteri yang berasal dari partai politik itu, atau mereka merasa tidak leluasa lagi menjalankan kebijakannya (policynya).

Dibagain lainnya, di era pemerintahan SBY yang kedua, nampaknya semakin kehilangan ‘greget’, mengatasi krisis yang dihadapi bangsa ini. Populeritas dan citranya terus menurun. Kalau partai-partai yang tergabung dalam ‘koalisi’, masih tetap bergabung dan pemerintahan SBY masih dalam kondisi yang ada seperti sekarang ini, hanya ada satu kemungkinan di tahun 2014 nanti, partai-partai koalisi itu dapat menjadi ‘zero’ (nol) dalam pemilu.

Momentum kasus bail out Bank Century itu, dimaksimalkan oleh partai-partai yang dahulunya menjadi bagian dari ‘koalisi’ pemerintahan Presiden SBY, dan menjadi sebuah ‘theater’ besar, yang penuh dengan ekspressi dan retorika politik, yang masing-masing ingin menunjukkan sebagai pahlwan dalam pemberantasan korupsi dihadapan rakyat. Kasus Bank Century ini sebuah investasi politik, yang mahal bagi masa depan partai-partai politik, dibandingkan mereka tetap bercokol di pemerintahan Presiden SBY.

Tak aneh mereka ramai-ramai meninggalkan Presiden SBY, karena tak ada lagi yang dapat diharapkan dalam lima tahun ke depan.

Kondisi ini akan berpengaruh terhadap pemerintahan SBY, terutama periode kedua pemerintahannya. Apakah pemerintahan Presiden SBY akan masih efektif? Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman, mengatakan bahwa Presiden SBY dalam posisi yang terancam akibat kasus Bank Century ini. “Kalau kena Ibu Sri Mulyani dalam kasus Bank Century, itu naik ke Wapres Boediono, kalau kena ke Wapres, tinggal satu pintu lagi ke Presiden”, ujar Hayono. (sumber Republika, 21/2/2010)

Kita akan melihat drama-drama politik babak berikutnya, yang akan mempunyai implikasi ke depan, khususnya bagi kehidupan bangsa ini. Apa langkah yang akan diambil Presiden SBY nanti, pasca keputusan DPR itu?

Mar
4th

Hasil Sidang DPR Kasus Century

Files under Informasi | 6 Comments

Hasil Sidang Kasus Century di DPR sementara (4-3-2010)

Dewan Perwakilan Rakyat akhirnya memilih Opsi C yang ditawarkan Panitia Khusus Angket Kasus Bank Century. Pemilihan Opsi C dilakukan setelah digelar voting terbuka dalam rapat paripurna DPR Rabu 3 Maret 2010 malam.

Opsi C (yang dalam paripurna 2 Maret disebut juga Opsi B) ini didukung secara bulat oleh lima fraksi yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Hati Nurani Rakyat dan Partai Gerakan Indonesia Raya. Kemudian mayoritas fraksi Partai Persatuan Pembangunan dan satu anggota Partai Kebangkitan Bangsa memberikan suara menyokong Opsi C ini.

Berikut kesimpulan opsi C:

1. Pengucuran dana Bank Century melalui FPJP oleh BI dan PMS oleh LPS adalah keuangan negara.

2. Patut diduga telah terjadi berbagai penyimpangan dalam pelaksanaan kebijakan oleh otoritas moneter dan fiskal, mulai dari (a) operasional Bank CIC (b) proses akuisisi Bank Danpac dan Bank Pikko oleh Chinkara Capital, merger Bank CIC, Bank Danpac, dan Bank Pikko menjadi Bank Century, operasional Bank Century (c) pemberian FPJP, dan (d) PMS sampai kepada (e) mengucurnya aliran dana.

3. Diduga telah terjadi penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh pihak otoritas moneter dan fiskal dengan mengikutsertakan pemegang saham pengendali, pengurus, dan manajemen Bank CIC, dan Bank Century, debitur dan nasabah terkait, sehingga terindikasi merugikan keuangan negara dan perekonomian negara.

Terkait dengan pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab, panitia angket mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab. Fraksi Partai Golkar, Fraksi PDIP, Fraksi PKS, dan Fraksi Partai Hanura dalam pandangannya menyebutkan nama-nama, Fraksi PPP menyebutkan unit kerja dalam institusi, dan Fraksi Partai Gerindra menyebutkan pejabat yang bertanggung jawab. Nama-nama tersebut tercantum dalam matriks.

4. Kasus BC merupakan penyalahgunaan wewenang oleh pejabat otoritas moneter dan fiskal, yang dengan modus operandi penyimpangan dalam proses dan pelaksanaan pemberian FPJP dan PMS yang dapat dikualifikasikan sebagai dugaan tindak pidana korupsi.

Berikut Rekomendasi Opsi C:

1. Merekomendasikan seluruh penyimpangan yang berindikasi perbuatan melawan hukum yang merupakan tindak pidana korupsi, tindak pidana perbankan, dan tindak pidana umum, berikut pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab agar diserahkan kepada lembaga penegak hukum, yaitu kepolisian RI, Kejaksaan Agung, dan KPK sesuai kewenangannya.

2. Meminta kepada DPR bersama dengan pemerintah untuk segera membentuk dan merevisi berbagai peraturan perundangan yang terkait pengelolaan sektor moneter dan fiskal.

3. Melakukan pemulihan aset yang telah diambil secara tidak sah oleh pelaku tindak pidana yang merugikan keuangan bank/negara, baik pada Bank Century maupun pada Bank CIC yang diduga dilakukan oleh Robert Tantular, RAR, dan HAW dengan meminta terlebih dahulu forensik audit terhadap kasus aliran dana Bank Century yang dilakukan oleh kantor akuntan publik yang mempunyai afiliasi internasional, di bawah supervisi dari tim monitoring Panitia Angket Century. Upaya pemulihan aset yang telah dilarikan ke luar negeri secara tidak sah harus menjadi target penerimaan lain-lain dari APBN.

4. Meminta kepada DPR agar membentuk tim pengawas tindak lanjut rekomendasi Panitia Angket Bank Century yang bertugas untuk mengawasi pelaksanaan rekomendasi dan proses penelusuran aliran dana serta pemulihan aset, dengan kewenangan sesuai dengan peraturan, selambat-lambatnya pada masa persidangan berikutnya.

5. Meminta kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan permasalahan yang menimpa nasabah PT Antaboga Delta Sekuritas, dengan mengajukan kepada DPR pola penyelesaian secara menyeluruh, baik dasar hukum maupun sumber pembiayaan sesuai dengan peraturan perundangan.

6. Mendesak kepada Presiden untuk segera mengajukan calon Gubernur BI ke DPR agar segera bisa menjalankan fungsi otoritas moneter secara lebih efektif dan profesional sesuai peraturan perundangan. (sumber vivanews)

Mar
3rd

Foto Ricuh Sidang Paripurna Century

Files under Informasi | 4 Comments

source pic:

http://epaper.korantempo.com/KT/KT/2…03/index.shtml

http://foto.detik..com/readfoto/2010…1309524/157/3/

http://images.kompas.com/photos/album/31687

http://www.rakyatmerdeka.co.id/image…to-dalam-7.jpg

Feb
28th

Foto Gempa Chili

Files under Informasi | 10 Comments

UPDATE Jumlah Korban Tewas Gempa Chili 8,8 Skala Richter berjumlah 300 orang lebih (28/2)

Data terbaru tentang jumlah korban gempa dahsyat yang mendorong sejumlah negara di Pasifik mengeluarkan peringatan ancaman tsunami itu disampaikan Kementerian Dalam Negeri Chile.

Sementara itu, jaringan pemberitaan “Australian Broadcasting Corporation” (ABC) melaporkan hampir seluruh negara di Pasifik, termasuk Australia, sudah mengeluarkan peringatan ancaman tsunami.

Getaran gempa yang terjadi sekitar Pukul 03.34 waktu setempat atau 13.34 WIB itu tidak hanya dirasakan di Tonga dan Samoa tetapi juga Selandia Baru.

Bahkan, wilayah Hawai (Amerika Serikat), Rusia dan Jepang juga dalam kondisi waspada.

Gelombang setinggi empat meter telah pun mencapai pantai Kepulauan Marquesas, Polinesia Prancis, namun tidak ada laporan tentang korban jiwa akibat tsunami tersebut.

Gelombang setinggi dua meter juga menghantam pulau-pulau di dekat pusat gempa di utara kota “Conception” namun kekuatannya diperkirakan melemah saat bergerak ke kawasan perairan Pasifik.

Dengan demikian, dampak tsunami akibat gempa Chili ini relatif kecil terhadap Australia.

Hanya saja, sirine bahaya tsunami yang mengingatkan warga agar bergerak ke lokasi yang lebih tinggi sempat diaktifkan di Hawai.

Peringatan akan datangnya gelombang yang lebih tinggi juga dikeluarkan pejabat terkait Selandia Baru setelah Kepulauan Chatham timur negara itu mulai dihantam gelombang setinggi setengah meter.

Biro Meteorologi Australia pun sempat mengeluarkan peringatan ancaman tsunami di Negara Bagian Queensland, New South Wales, Victoria, dan Tasmania.

Dalam perkembangan lain, Presiden Barack Obama mengatakan, pemerintahnya siap membantu Chili seraya meminta masyarakat di daerah bencana agar senantiasa mendengarkan instruksi pejabat setempat.

“Hal terpenting yang Anda dapat lakukan adalah mendengarkan secara seksama instruksi pejabat pemerintah di tempat Anda,” katanya.

Presiden Obama mengatakan, umat manusia tidak dapat mengontrol alam namun umat manusia bisa dan harus bersiap menghadapi bencana yang datang.

“Berbagai indikasi awal (dampak gempa) menunjukkan ratusan orang tewas dengan kerusakan yang besar,” katanya.

Gempa yang terjadi sekitar Pukul 03.34 waktu setempat atau 13.34 WIB itu merusak sejumlah bangunan di ibu kota Santiago dan memutus aliran telepon dan listrik di beberapa bagian negara itu.

Seorang warga Chili bahkan menggambarkan gempa berkekuatan 8,8 pada Skala Richter itu seperti “kiamat”.

Badan Survei Geologi AS (USGS) mengatakan pusat gempa itu terletak di 90 kilometer sebelah utara kota Concepcion, Chili selatan-tengah, dengan kedalaman 35 kilometer. (antara)

foto berbagai sumber
Feb
23rd

Foto Server Rapidshare

Files under Informasi | 2 Comments

Siapa yang tidak tahu dengan rapidshare, situs file hosting tebesar di dunia? Saya sendiri sering download file dari Rapdishare Tapi pernahkah anda membayangkan, seperti apakah server rapidshare dan sebesar apa?

Feb
22nd

RPM Konten Multimedia di Batalkan Tiffatul

Files under Informasi | 6 Comments

Menkominfo Tifatul Sembiring yang baru tiba dari Swedia untuk melakukan negosiasi dengan sejumlah perusahaan ponsel, akan membatalkan RPM Konten Multimedia yang dianggap membelenggu pers.

“Kalau RPM ini memang mengancam kebebasan pers, otomatis saya coret,” ujar Tifatul ketika menghubungi Kompas di Jakarta, Jumat (19/2/2010) pagi. Ia mengatakan RPM tersebut dibuat sejak tahun 2006 sehingga ada kemungkinan tidak cocok dengan perkembangan saat ini. Ia bahkan mengaku belum pernah mendapat laporan soal rencana dikeluarkannya RPM Konten Multimedia ini.

Tidak hanya komunitas internet di Indonesia yang kaget dengan rencana Kementrian Komunikasi dan Informatika mengeluarkan Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Konten Multimedia. Bahkan, Menkominfo Tifatul Sembiring pun tak tahu-menahu.

“Terus terang saya agak kaget juga dengan polemik soal RPM ini. Apalagi RPM yang dirancang 2006 itu memang belum pernah diserahkan ke tangan saya,”.

Tifatul mengaku, dirinya belum membaca dan tidak tahu sebelumnya tentang RPM ini. Apalagi kalau sampai ada yang mengatakan itu usulan dari dirinya.

“Itu katanya dibuat tahun 2006 pada era sebelum saya dan mungkin saja sudah sangat tidak cocok dengan perkembangan saat ini,” ujarnya. Ia mengatakan, jika RPM Konten Multimedia memang mengancam kebebasan pers, otomatis akan dibatalkan. (sumber kompas)

Makanya kalau belum jelas jangan langsung di gembor gemborin hehehhehe, Pak Tiffatul sendiri belum baca isi RPM nya :p