Pagi ini seluruh PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendengarkan siraman rohani yang diselenggarakan setiap Jumat di awal bulan. Sebelum ceramah dimulai, acara dibuka oleh Bapak Wakil Gubernur dan lantunan ayat suci Al Quran oleh Qariah terbaik juara 1 pada MTQ bulan April 2009 kemarin.
Semoga acara seperti ini lebih banyak lagi, karena sudah cukup kita selalu bekerja tiap hari, disibukkan dengan urusan-urusan dunia, bisnis dll, tidak ada salahnya kita sisihkan waktu untuk memberikan siraman bagi bathin dan nurani kita agar lebih dekat kepada Allah.
Saya coba menceritakan kembali apa yang saya dengar dari ceramah yang disampaikan oleh DR. KH. Nur Iskandar SQ, karena ceramahnya sangat bagus sekali. Dalam menyampaikan ceramah beliau sesekali mengeluarkan joke agar suasana tidak tegang dan PNS yang mendengarkan juga rileks, berikut inti ceramah yang bisa saya tulis kembali semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.
Pak Ustad Nur berpesan kepada para Pejabat Kaltim dalam memimpin agar lebih mementingkan urusan masyarakat karena islam mengajarkan barang siapa yang merubah 1 manusia kearah kebaikan sama pahalanya dengan merubah kebaikan manusia seisi jagat raya ini, dan begitu pula sebaliknya.
Pak Ustad Nur juga berpesan jangan mudah tertipu dengan maraknya ajaran-ajaran agama baru yang berkembang di indonesia yang mengatasnamakan islam, seperti Ahmadiyah, ajaran Lia Eden, beliau menambahkan Islam bukan formalitas saja, bukan karena janggut, peci, atau surban tapi islam yang sesungguhnya adalah spritualitas yang bersumber dari hati yang bersih.
Sebentar lagi Bulan Rajab akan datang, Beliau berpesan dalam menyambut bulan Rajab ada 3 hal yang di sukai Allah
- Perbanyak puasa untuk mengendalikan diri
- Perbanyak bertobata atas dosa-dosa kita dimasa lalu
- Perbanyak zikir
Dalam ceramah ini juga Ustad Nur bercerita tentang Nabi Musa yang diberi kelebihan bisa mendengarkan siksaan orang di alam kubur, saat itu nabi Musa merasa tidak tahan melihat seorang manusia yang disiksa oleh malaikat hingga kulitnya hancur kemudian dikembalikan utuh lalu disiksa lagi sampai hancur, hingga berulang-ulang. Lalu Nabi Musa bertanya kepada orang tersebut, berapa lama kamu disiksa? orang itu menjawab sejak aku mati ya musa (kurang lebih 16 tahun lamanya), kemudian Nabi Musa bertanya kembali, apa yang menyebabkan kau disiksa seperti ini, kemudian orang itu bercerita dulu waktu di dunia ia bekerja sebagai tukang kayu, dulu ia mengantarkan kayu ke sebuah istana, sambil menunggu raja keluar ia makan nasi di warung sebelah istana, setelah selesai makan rupanya ada daging yang menyangkut di giginya, lalu orang itu mengambil sedikit kayu yang akan diantar ke istana tersebut untuk mencukil daging yang menyangkut di giginya, setalah daging itu terlepas kayu yang dipakainya tidak dikembalikan langsung dibuang. Gara-gara mengambil kayu yang bukan haknya orang tersebut disiksa di alam kubur hingga 16 tahun lamanya.
Dari cerita diatas Ustad Nur berpesan, agar PNS tidak melakukan korupsi, mengambil yang bukan haknya dan diharapkan semua orang bisa mengambil hikmah dari cerita diatas khususnya PNS yang ada di kaltim.
Selain itu dalam ceramahnya Ustad Nur juga berpesan untuk bersedekah, ibarat air sumur jika tidak diambil ia tidak akan penuh dan jika diambil terus menerus ia juga tidak akan habis, begitulah dengan harta yang kita miliki, tidak akan habis nya jika kita selalu mencari harta di dunia ini, manusia tidak pernah puas untuk itu sedekahkan sebagian harta kita dijalan Allah, tidak akan habis justru Allah akan menambah lebih banyak lagi.
Pada ceramah kali ini, ada peserta yang bertanya tentang Fatwa MUI yang mengharamkan rokok dan baru-baru ini fatwa MUI yang mengharamkan Facebook.
Kyai Nur Iskandar SQ menjawab, Dalam memutuskan dan membuat fatwa, agar lebih hati-hati dan dipertimbangkan sebaik-baiknya, kita ambil contoh Jika rokok diharamkan, berapa juta orang akan kehilangan pekerjaan jika pabrik rokok ditutup ? lebih banyak mudharat nya bukan.
Begitu juga dengan Facebook yang dikatakan Haram, bukan Facebook nya haram tapi pelakunya yang menyalahgunakan Facebook tersebut untuk hal-hal yang mudharat, misalnya melihat gambar Porno, atau melakukan selingkuh, menyebarkan kebohongan dll. Perkembangan Teknologi tidak bisa disalahkan, yang salah adalah orang yang menyalahgunakan perkembangan teknologi ke arah yang tidak baik. Ibarat pisau jika ditangan ibu-ibu digunakan untuk memasak maka akan bernilai baik tapi jika pisau ditangan pembunuh untuk membunuh orang maka pisau tadi tidak bernilai baik lagi.
Ustad Nur Iskandar menambahkan Lebih baik MUI mengeluarkan Fatwa haram bagi Anggota DPR yang makan gaji buta, tidak disiplin dalam bekerja.
Mungkin hanya itu yang bisa saya tulis kembali, semoga bermanfaat

















By Taktiku on May 29, 2009 | Reply
inspiratif sekali artikelnya mas
Taktiku´s posting terakhirnya adalah..Nokia 5030 XpressRadio; Seri Radio Pertama Berantena Internal
Balas
By makin cinta allah on May 30, 2009 | Reply
Isi ceramah yang sangat bermanfaat..
makin cinta allah´s posting terakhirnya adalah..bagaimana shalat yang khusyu
Balas