Seandainya kita membaca “Burung” apakah ini Porno?
Seandainya kita membaca “Susu” apakah ini Porno?
Seandainya kita membaca “Ciuman” apakah ini Porno ?
Seandainya kita membaca “Telanjang” apakah ini Porno ?
Seandainya kita tulis ”MIYABI” apakah yang terbayang film porno??
The Word doesn’t Mean, But People Mean….(Kata tidaklah bermakna.tetapi manusialah yang memaknai)
Telanjang” sebagai kata, akan bermakna tertentu ketika dipakai dalam kalimat “Petani itu bertelanjang dada sambil mengayunkan cangkulnya”….”Burung” sebagai kata, akan bermakna tertentu ketika dipakai dalam kalimat
“flu burung sudah menyebar ke seluruh dunia”…Atau kata ”ciuman”, Ayah memberikan ciuman sayang pada anaknya
Kata-kata, kalimat, simbol, lambang, pada dasarnya tidak ada artinya. sampai manusia itu memaknainya. Dan makna yang dipahami oleh tiap2 manusia adalah tergantung kepada “Gambaran di kepala kita” kata Water Lippman, “Gambaran di kepala kita” tergantung kepada “Cara Berpikir” kita dan juga tergantung kepada “Pengalaman pribadi”. Inilah yang membentuk Persepsi di dalam diri tiap-tiap manusia. Persepsi ini timbul dari hati manusia. Jadi porno dan nafsu tergantung hati manusianya sendiri.
Sekarang apa hubungannya dengan Miyabi?? Kita kan tau saat ini rame semua media geger rencana kedatangan Miyabi atau Maria Ozawa (yang bukan orang Zawa,tapi Jepang campur Perancis) ini pada 15 Oktober lalu sampe semua demo Kyai demo, santri demo. sampe anak TK ikutan demo yang tidak kenal dan tidak tau siapa Miyabi jadi penasaran buka buka internet, akhirnya dapet dech fotonya, dapet dech filmnya, tanpa sadar orang Indonesia diseret jadi budak Miyabi, malah banyak yang kagum perjuangannya aneh aneh. Jadi sebenarnya yang bikin nama Miyabi jadi sama dengan film porno itu ya masyarakat dan pers sendiri. Padahal saya dari dulu taunya Miyabi itu merk Isuzu Panther jenis Miyabi.
Nah Indonesia ini emang hobby bikin orang lain ngetop Ingat Manohara Vs Teuku Fahry…? sapa sich yang kenal orang itu, tapi sekarang namanya meroket, kayak artis Holywood, Eh sekarang miyabi van Ozawa dibikin meroket yang mesti kita inget Negara kita ini memang Negara sekuler kecuali kita sudah berazas Islam, jelas orang kayak gini gampang diberanus,gak boleh datang tapi syukur juga sich masih ada yang peduli moral anak kita rusak padahal dengan banyak diberitakan,anak kita, yang tadinya gak tau jadi penasaran itu tadi Padahal saya perhatikan anak muda,banyak yang udah tau duluan siapa Miyabi ini, bahkan anak muda udah punya koleksinya weleh weleh (kok pada ketawa,?? kalo orang sunda bilang seuri koneng ketawa sambil ngaku…Iya saya udah liat miyabi kok…).
Kalau saya pikir untuk penjagaan anak anak muda dan kita semua tentunya mulailah menjaga hati mereka , membersihkan hati kita dari pikiran2 yang porno ? bikin kegiatan yang membuat mereka gak sempat PIKTOR (Pikirannya Kotor)….Apapun yang ada disekitar kita, apapun yang ada diluar diri kita,godaan apapun seberat apapun, jika hati kita terjaga adakah yang akan terpengaruh ?
Tidak menjadi masalah banyaknya bom dipasang oleh teroris dimana2, yang menjadi masalah adalah ketika bomnya meledak.. Tidak menjadi masalah adanya banyak godaan,yang penting kan tidak tergoda…Tapi memang sebaiknya kita juga menjaga jarak dari pengaruh yang buruk . Ilustrasi sederhana adalah: ketika kita tahu kalo ada lubang di sebuah jalan. Maka ketika tahu itu berbahaya, kita bakalan hati-hati melewati jalan tersebut. Karena sering lewat situ, akhirnya kita belajar bagaimana caranya menghindari jalan itu meski pada malam hari. Kita amati dan ingat tempat mana saja yang lubangnya berbahaya. Terakhir, kalo kita sampe ke tahap berpikir adalah ketika kita mulai memasang papan peringatan demi keselamatan orang lain, misalnya: “Hati-hati ada lubang!” Bahkan lebih keren lagi kita lapor ke aparat (laporin pengurusnya), setempat untuk memperbaiki jalan berlubang tersebut karena bisa membahayakan orang lain. …Itu baru TOP tuh…
Kembali ke laptop….urusan Miyabi…cuekin aja jangan digubris, gak usah demo demoan cukup kita tau dia artis porno dan gak pantes jadi tamu, apalagi disambut bangsa ini masih banyak masalah yang harus dibereskan. Generasi Penerus masih perlu dikuatkan dan digerakkan penjagaannya…daripada ngurusin Miyabi yang gak jelas. Apalagi sampe browsing nyari filmnya….Awas dilaporin yah…!!!hehehe
Ada sebuah kisah seperti ini,
“Sekali waktu kita rencana mau bertemu dengan tuan rumah, tetapi didepan pintu masuknya, ada 4 anjing besar yang menggonggong dan mengarah ke kita. Manakah yang kita pilih? sibuk mengusir anjing2 itu sehingga menyebabkan kita tidak jadi bertamu dan bertemu dengan pemilik rumah? ataukah kita memilih untuk memanggil Tuan rumahnya?
Jika tuan Rumahnya keluar dan melihat anda digonggongi ajing2nya, pastilah tuan rumah akan memberikan kode dan memerintahkan agar anjing2 tersebut pergi meninggalkan anda”
Manakah yang akan kita pilih, seumur hidup habis hanya untuk mengurusi nafsu kita……ataukah kita memilih untuk memanggil Majikan Pemilik nafsu itu ? Siapa dia? ALLAH SUBHANA WA TAALA. Berlindunglah kepadaNya dari semua nafsu dan godaan di dunia yang fana ini.
Wassalammu laikum wr.wb.
Oleh : Tito Irawan
















By Usaha Terbaik on Nov 6, 2009 | Reply
Kemaksiatan akan muncul jika ada dua hal ini, yaitu niat dan kesempatan.
Kedua bisa muncul bersamaan tidak peduli mana yang duluan. Jika sudah niat, kesempatan dicari-cari. Jika ada kesempatan, yang asalnya tidak niat jadi niat.
Jadi untuk mencegah kemaksiatan perlu keduanya dijaga. Yang pertama membersihkan hati dan pikiran kita supaya tidak muncul niat. Yang kedua upaya-upaya perlu dilakukan untuk mengurangi kesempatan melakukan kemaksiatan.
Balas
By Blog Ijo on Nov 6, 2009 | Reply
wah nembak kiwot wal?
Balas
By omagus on Nov 6, 2009 | Reply
semuanya berbalik tergantung bagaimana dari diri kita sendiri
Balas
By Spiritual Bisnis Internet seo on Nov 7, 2009 | Reply
hehe makin terkenal aza miy* ditulis di blog ini wal
Balas
By Mengembalikan jati diri bangsa on Nov 7, 2009 | Reply
Miyabi emang cantik ya
Balas
By lina on Nov 7, 2009 | Reply
sebagai orang tua yg punya anak usia remaja, tentu saja ini mengkhawatirkan.
Balas
By chibogacrew blog on Nov 8, 2009 | Reply
mantaps postingan nembak keyotnya bang
Balas
By darma on Nov 9, 2009 | Reply
kita perlu belajar dan belajar. dan belajar tidaklah harus dari buku , dari bangku sekolah, dari tutur kata guru namun kita harus belajar dari luar semua itu agar kita minimal tidak katrok. kalau memang maria ozawa itu membahayakan generasi akan datang pasti ada faedahnya bagi kita dari keburukan kehidupannya dia saat ini,ya sedikitnya kita dapat wawasan apa penyebabnya dia seperti itu sehingga kedepan kita dapat memahaminya. ada orang yang bijak mengatakan bahwa keberhasilan kita berawal dari pengalaman buruk kita pada masa lampau
Balas
By abie on Nov 10, 2009 | Reply
tergantung manusia nya aja
Balas
By adin on Nov 10, 2009 | Reply
ngomong-ngomong soal beginian, kayaknya saya perlu berterima kasih sama miyabi dan keyword2 bokep lainnya, karena cukup mengangkat traffic…hehehehe…padahal bukan blog bokep…mso yang nyasar ke blog saya semua pake keyword miyabi, maria ozawa, dll….hehehe…parah
Balas
By gugun on Nov 13, 2009 | Reply
Orang-orang yang pro Maria Ozawa (miyabi) (i.e famous whore) datang ke indonesia, beralasan “Semua itu kan kembali kepada cara pandang masing2″, atau “Semua itu tergantung individunya”, adalagi “Kami kan gak main film porno??”.
Jika miyabi jadi ke Indonesia lalu katakanlah ia hanya bermain film biasa (bukan film porno), lalu muncul pertanyaan, siapa yang berani menjamin ‘cara berpikir’ penonton sama dengan pikiran orang-orang yang beruntung yang punya pikiran positif, yang benar2 bisa mengelola hawa nafsunya, alias yang benar2 punya “high-quality mind”, atau dg kata lain saat menonton miyabi yang (katanya) gak porno penonton gak berpikiran yang macam2 ? Ingat, kita gak bisa meremote siapa yg menonton dan apa yang ada di pikiran penonton tv..
Jadi.. Untuk yang masih belum tegas, terlebih lagi untuk yang masih mendukung miyabi datang ke Indonesia, cobalah untuk berpikir sejenak, dinginkan kepala, sambil mendengar kata hati yg paling dalam, apakah mata hati kita sudah tertutup untuk melihat mana yang baik dan mana yg buruk ? Sudah gak bisa lagi melihat kondisi negara kita yg sedang ‘drop’ ini ? Masalah kemiskinan, kriminalitas,dll masih bercokol di titik yang tertinggi. Satu masalah belum selesai, kok kita malah ingin nambah masalah lagi ??
Ckckckck, Mau Jadi Apa…??
Balas
imam Reply:
November 17th, 2009 at 9:36 am
ya. g papalah kan itu jg pelajaran sex
Balas
By witoyo on Nov 14, 2009 | Reply
aq mau catting kok gak bs2 sih, ajarin dong…
Balas
By imam on Nov 17, 2009 | Reply
its ok biear pengalaman
Balas