Apr
17th

Korupsi membawa dampak untuk keluarga

Files under Bengkel Hati | Posted by admin

Seperti biasa, 2 minggu sekali saya pulang ke bontang karena rindu dengan orang tua dan rindu masakan dari bunda, karena saya tinggal di samarinda untuk bekerja, jarak dari samarinda ke bontang tidak begitu jauh hanya 2 jam setengah yang bisa di tempuh dengan Bis ataupun motor pribadi, setelah sampai di rumah saya bersalaman dengan ibu sementara ayahku belum pulang dari kerjanya.

Setelah saya mandi dan makan saya duduk santai di atas teras rumah sambil menikmati arus lalu lalang kendaraan, karena kebetulan rumah saya terletak di pinggir jalan, tak lama ku lihat mobil ayah memasuki teras, saya melihat raut muka ayah yang begitu lelah dan penat karena kerja seharian,” baru pulang yah?? ”tanyaku lalu mencium tangannya, lalu tanpa mengganti pakaiannya ayah duduk ke teras tempat saya duduk tadi untuk beristirahat sebentar sambil berkata kepada ibu “bu tolong buatkan bapak teh… bapak haus sekali”

Saya duduk di samping ayah, lalu bertanya “ada apa yah, kog tampaknya ayah sedang kesal.. apa ada masalah dengan rekan di kantor ayah tadi..? “, “ ayah nggak ada masalah di kantor” jawab ayah dengan gaya khasnya sambil menghirup teh hangat yang di buat bunda, “ lalu mengapa sepertinya ayah sedang kesal “ tanyaku lagi, “ ayah barusan ketiban sial… ya karena salah ayah juga.. ayah barusan kena tilang oleh polisi “ lalu mata saya langsung mengarah ke arah mobil ayah yang di parkir di bawah, tak ada yang kurang dari mobil ayah menurutku, lalu saya bertanya kepada ayah “ayah andi lihat mobil ayah lengkap dengan persyaratan sesuaii dengan yang polisi inginkan, tapi mengapa ayah di tilang…?” Kembali ayah meminum tehnya lalu melanjutkan ceritanya,” ayah tadi salah, karena ingin cepat-cepat pulang ayah melanggar rambu-rambu lalu lintas untuk memutar ke arah jalan di seberang, akibatnya ayah di stop oleh seorang polisi yang entah dari mana datangnya, padahal tadi ayah sudah melihat tidak ada polisi di sekitar situ, mungkin lagi kena apesnya “ ayah menghempas nafas berat

“ Mungkin ini peringatan kepada ayah, karena ayah berlaku seenaknya di jalan raya, ini adalah hikmah yang bisa di ambil dari kejadian ini “ ayah menjelaskan lagi, aku hanya manggut-manggut saja mendengarkan ayah berbicara, ketika sedang asyik-asyiknya kami bercerita tiba-tiba ayah berhenti dan berucap “itu!.. itu polisi yang barusan menilang ayah “ tangan ayah menunjuk ke polisi yang parkir di mini market depan rumahku, sedang apakah dia disana… apa ingin menilang pengendara motor/ mobil lagi fikirku dalam hati…tak lama kemudian pak polisii itu keluar dengan membawa sebungkus plastik berwarna putih, ketika kulihat isinya rupanya susu untuk anaknya, saya dan ayah terdiam dan bertanya pada hati kami masing-masing… apakah uang yang dipakai untuk membeli susu anaknya itu uang hasil ayah kena tilang… atau uang pribadinya…. Buru-buru aku beristigfar aku telah Suudzon kepada polisi itu, tapi pikiran itu masih ada dalam fikiranku, sementara aku melamun ayah sudah pergi meninggalkan ku masuk ke dalam kamar untuk mengganti baju, aku masih berfikir apakah susu buat anaknya yang dibelinya tadi menggunakan uang ayahku? Sungguh kasihan sekali jika iya, karena anaknya akan makan dari uang haram, bagaimana perkembangan anak tersebut nantinya, apakah bisa pintar atau taat dan patuh dengan orang tuanya, karena makanan yang dimakannya ada yang tidak halal…

Saya kembali teringat dengan cerita di zaman Rasulullah, ketika itu ada sahabat nabi yang mendatangi nabi dan berkata “ya Rasul mengapa anak ku sangat nakal dan sulit sekali belajar..? apakah ada obatnya, tolonglah ya Rasul kata sahabat tersebut, lalu Rasul berkata Perbaiki Makanannya… dalam artian bukan jumlah kwantitas makanan yang kau berikan tapi darimana asal makanan itu kau dapatkan untuk anakmu, karena sesungguhnya makanan yang tidak halal akan mendarah daging dan membawa dampak terhadap keluargamu, mungkin saja anakmu bebal dan susah menerima ilmu karena makanan yang kau berikan bukan dari jalan halal, lalu sahabat itu memohon ampun kepada ALLAH dan Rasul kemudian pulang, dan mulai saat itu ia selalu mencari nafkah dari jalan yang halal agar keluarganya mendapatkan berkah dari ALLAH SWT.

Saya kembali berfikir, apakah setiap polisi setelah menilang para pengendara motor dan mobill dengan cara damai, yang notabenenya uangnya di bagi rata dengan teman-temanya yang bertugas di jalan tersebut, kemudian membawa pulang dan membelanjakan untuk keperluan keluarganya, membeli susu untuk anaknya, atau membeli beras untuk makan sehari-harinya.. aku menghempas nafas pelan, diiringi sosok polisi itu yang hilang di ujung belokan…
Astagfirullahhalazim semoga saya terhindar dari hal semacam ini….

Cerita diatas merupakan pengalaman pribadi ketika kena tilang dulu.

Artikel Terkait


One Response to “Korupsi membawa dampak untuk keluarga”

  1. By Audio For Sale on May 6, 2009 | Reply

    I don’t usually reply to posts but I will in this case. WoW :)

    Balas

Post a Comment

Tautan komentar adalah nofollow free.