Dec
5th

(ESQ) Kecerdasan Spritual

Files under Bengkel Hati | Posted by admin

Menyambung tulisan saya minggu lalu tentang Kecerdasan Intelektual (IQ) dan Kecerdasan Emosional (EQ) kini kita lanjutkan tulisan selanjutnya yaitu tentang Kecerdasan Spritual (SQ)

Di Harvard Business Scholl (HBS) California City, disana ada sebuah lembaga yang bernama Odyssey School yang didirikan oleh seorang ahli psikologi yang bernama Mr. Shoshana Zuboff. Ia mendirikan sebuah lembaga dimana didalamnya adalah para excekutif- excekutif yang berusia sekitar 50 tahunan, ciri-ciri murid mereka adalah dengan penghasilan rata-rata 1.000.000 (satu juta) $.

Apa yang mereka kerjakan di lembaga yang bernama Odyssey ini ?

Mereka belajar menanam pohon tomat, mereka mencangkul, membersihkan rumah. Ketika mereka ditanya mengapa anda sekolah di tempat itu, mereka menjawab “Kehidupan saya, pekerjaan saya telah memenjarakan saya, saya seolah-olah telah berada pada tangga yang salah, saya memiliki uang yang sangat banyak, client yang sangat banyak, bisnis yang sangat besar, tapi client dan bisnis itu telah membuat saya tidak merdeka dalam kehidupan dan saya merasa sengsara setelah saya mencapai puncak sukses.

Disinilah mengapa dibutuhkan sebuah kecerdasan yaitu kecerdasan Spritual (SQ) adalah untuk menjawab kejadian-kejadian dimana orang terus mencari makna dan pencarian untuk apa itulah pada fungsi otak yang disebut dengan GOD SPOT (TITIK TUHAN).

Sebuah Firman ALLAH SWT

Tidak diciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk menyembah kepada Allah” Q.S. Adz Dzariat : 56

Ada seorang karyawan di PT Garuda yang bernama pak Wawan, ia bekerja selama 30 tahun, usianya kini diperkirakan 50 tahun, wajahnya merah dan tampaknya ia letih. Kemudian ada seseorang yang mendatanginya dan bertanya “pak wawan anda sudah bekerja berapa tahun” “30 tahun” jawabnya dengan lesu dan tak semangat.

Kemudian ditanya apa tugasnya, dan ia bercerita bahwa tugas ia adalah menjaga sistem pengapian pada pesawat udara, fungsinya adalah apabila pengapian lancar maka pesawat itu akan terbang dengan mulus. Dan apabila sekali saja tersangkut maka pesawat itu langsung jatuh, tidak seperti mobil jika tersendat ia hanya batuk, tapi pesawat langsung jatuh, tentu saja pengapiannya berbeda dengan pengapian mobil atau motor.

Nah sekarang apa masalah yang dialami pak Wawan, dia adalah orang yang sangat bertanggung jawab dan bisa diandalkan sehingga atasan-atasannya sangat senang dengan pak wawan, karena mereka sangat senang dan pekerjaanya sangat langka makan pak wawan harus berada di ruangan itu sampai 30 tahun.

Ia lanjut bercerita ke orang itu, “30 tahun saya bekerja disini, saya tidak mendapatkan apa-apa. Tampak garis bibirnya sudah turun, matanya sudah turun pula, mungkin kehidupannya yang sulit membuat wajahnya ikut berubah. Kemudian orang itu bertanya dengan lembut ke pak wawan. Pak wawan saya ingin bertanya sesuatu “benarkah pak wawan yang menjaga mesin-mesin jet itu ?” iya, jawabnya singkat.

Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pak wawan, mengapa ?

Bahwa ketika saya kemarin pergi Haji, saya lupa mengucapkan terima kasih kepada pak wawan, saya pergi haji bisa sampai ke kota mekkah dan medinnah kemudian saya pulang lagi dengan selamat bersama rombongan haji lainya dan saya yakin masih ada 200 ribu orang lainya yang bersama saya belum mengucapkan terima kasih kepada pak wawan, yang mungkin sudah puluhan tahun pak wawan lakukan. Pak wawan izinkan saya mewakili mereka ingin mengucapkan penghargaan dan terima kasih yang setinggi tingginya. Saya tahu mereka mungkin tak mengucapkan terima kasih, dan mungkin perusahaan juga tidak mengucapkannya. Tapi satu hal yang perlu bapak ketahui, ALLAH melihat dan malaikat yang ada disebelah kanan bapak mencatat apa yang pak wawan lakukan.

Seandainya seisi Indonesia ini diberikan kepada pak Wawan, saya yakin semua itu takkan cukup membalas kebaikan pak wawan. Saya hanya berharap pada Tuhan seandainya para haji itu diterima oleh ALLAH dan masuk surga saya kira orang yang cocok untuk masuk surga adalah pak wawan sendiri karena pak wawan yang menyelematkan mereka sampai ke tanah suci.

Tasbih pak wawan adalah mesin Jet itu dan sajadah pak wawan adalah ruang kantor pak wawan. Ia tertunduk dan meneteskan air mata kemudian dipeluknya pak wawan itu, ia memeluk sambil bergetar, menangis. Orang itu pun berkata “Ya Allah ini adalah tangisan yang terpendam selama 30 tahun”.

Ketika pak wawan mengalami kejadian tersebut itulah yang dinamakan dengan Spritual Experience.

Spritual Experience adalah “Ketika fungsi otak GOD SPOT tersentuh dan pada saat itulah fungsi otak GOD SPOT bekerja dan ini kemudian di California University di scan. Setelah diberi semacam cairan maka fungsi otak tampak bersinar-sinar ketika orang merasakan nikmatnya Spritualitas.

Kecerdasan Spritual bukanlah angan-angan, Kecerdasan Spritual bukanlah sekedar ilmu dari luar, Kecerdasan Spritual adalah makna dalam dimana manusia akan terus mencari makna kehidupannya.

Inilah yang disebut makna puncak yang disebut ULTIMATE MEANING ketika manusia terus mencari siapakah saya sebenarnya, dimanakkah saya sebenarnya, mau kemanakah saya sebenarnya.

Apabila kita memahami ini dan sesuai dengan surat pertama yang diturunkan dalam al-quran Q.S Al Alaq: 1- 5

Bacalah dengan nama Tuhanmu yang Menciptakan.
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah

Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.

Dia mengajarkan pada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Al-Qur`an bukanlah hanya yang tertulis pada sebuah Buku yang disebut Holy Quran tapi Al-Quran tertulis pada fungsi otak manusia GOD SPOT Al-Quran tertulis pada fungsi Emosi Manusia Lembeq Al-Quran tertulis pada fungsi Manusia Neokorteq.

Kemudian Allah menyempurnakan bagimu pendengaran, mata dan hati. Pendengaran ketika kita mendengar musik yang lembut, ketika kita mendengar Lantunan ayat-ayat suci Al-quran. Hati tersentuh merasa haru dan bahagia. Itulah ketika fungsi Lembeq System bekerja (Kecerdasan Emosional).

Ketika Mata bekerja, kita mengukur dengan konkrit, itulah Kecerdasan Intelektual dan ketika hati merasakan itulah Kecerdasan Spritual makna kehidupan.

“Itulah yang disebut makna Kehidupan ketika manusia memahami untuk apa saya bekerja, untuk apa kita hidup, dan mau kemanakah kita.

Dan tuntutan ini bukan hanya sekedar perintah yang tertulis didalam ayat suci Al-Quran tapi ia berkedap-kedip dalam fungsi otak GOD SPOT. Kemudian seorang ahli yang bernama Michael Persinger melakukan sebuah penelitian yang disebut The Binding Problem yang membuktikan bahwa fungsi 3 kecerdasan akan terus mencari, ketika ia bekerja maka otak GOD SPOT akan mencari makna untuk apa saya bekerja. Ketika kita sedang bekerja dengan komputer maka ia mencari tahu untuk apa saya melakukan ini dan apabila manusia tidak mampu menjawab untuk apa dan tidak tersentuh fungsi GOD SPOT nya maka manusia menderita apa yang dinamakan dengan penyakit Spritual Patologys.

Spritual Patologys adalah Penyakit Manusia yang sudah menderita buta hati, ia tidak tahu untuk apa ia hidup, ia tidak tahu mengapa ia harus hidup di bumi ini.

Sebagai contoh, banyak anak-anak di Indonesia yang lari ke Narkoba itulah bukti yang disebut dengan “Kekeringan Spritual”. Karena ia tak mengerti untuk apa ia belajar, selama ini di sekolah ia hanya dituntut untuk belajar sungguh-sungguh, tapi untuk apa belajar dijawab oleh orang tua dan guru mereka agar kamu dapat bekerja di tempat yang bagus. Untuk apa bekerja di tempat yang bagus ? maka keluarga dan saudara menjawab agar kamu memiliki uang dan gaji yang banyak. Untuk apa uang yang banyak ? untuk memperoleh kekayaan.

untuk apa memperoleh kekayaan? Ternyata itu semua tak mampu menyentuh fungsi otak kita GOD SPOT.

Inilah yang membuat dilema besar, sehingga banyak bangsa kita yang sakit jiwanya bahkan menurut penelitian sebuah lembaga 1 dari 5 orang di Indonesia menderita sakit jiwa.

Mungkin kita berfikir, Indonesia adalah negara beragama. Bahwa beda antara Ritualitas dan Spritualitas, bisa jadi ia menjalankan Ritualnya tapi tanpa Spritualitas bisa jadi ia melaksanakan Sholat tapi tanpa hati. Oleh karena itulah Kecerdasan Spritual bukan hanya bicara di Ritual tetapi Inti, Makna dari fungsinya.***

Di sebuah Perusahaan Karakatau Steel ada seorang karyawan lulusan S2 ITB yang bernama Udin, ia sudah bekerja kurang lebih 20 tahun. Ia mengatakan sudah 20 tahun ia bekerja tapi tak dapat apa-apa hanya begini. Wajahnya juga sudah tidak karuan bentuknya, mengapa ? biasanya ciri-ciri orang yang Kecerdasan Emosinya rendah, wajahnya umumnya tidak simetris karena ketidak seimbangan emosi bisa mempengaruhi wajah, oleh karena itu “senam wajah tidak akan memperbaiki wajah. Memperbaiki wajah dengan memperbaiki hati”.

Keesokah harinya seorang laki-laki mendatanginya dan berkata “Udin… saya baru saja sholat di Mesjid” kenapa anda ingin bercerita hal itu, jawabnya.

“saya ingin menyampaikan bahwa ketika saya berwudhu saya ingat dengan pak Udin”

“mengapa mengingat saya “Saya bukan melihat air yang saya pakai untuk berwudhu, tapi saya melihat pipa yang mengalirkan air, izinkan saya bertanya, yang membuat pipa itu siapa ? ya saya sendiri jawab pak udin. Di seluruh indonesia siapa yang memproduksi Pipa dan tangan siapa yang mengerjakan ? Saya Pak Udin, tahukah bahwa yang sholat itu bukan hanya saya, masih ada jutaan orang yang membasuh wajahnya dan airnya sampai ketangan mereka karena pipa yang pak Udin buat. Ia mulai terdiam dan berfikir sejenak. “lantas kenapa?”
Pak udin tahukah sebenarnya siapa yang paling senang ketika mereka bisa sholat ? Pencipta dia bukan… Pemilik langit dan bumi bukan… Dia adalah ALLAH SWT beserta para Malaikat, Dia yang mengucapkan terima kasih pada Pak Udin.Ketika kami membasuh wajah, setitik air yang mengalir itu adalah ucapan terima kasih. Seluruh langit dan bumi akan diturunkan kepada Pak Udin karena Pak Udin yang telah membuat kita bisa sholat dengan air yang sejuk dan jernih untuk membersihkan wajah dan tubuh kami.
Pak Udin mengapa anda mengatakan anda tidak mendapatkan apa-apa, bukankah air ini bisa mengalir karena pipa yang anda produksi. Dan beberapa hari yang lalu ada seorang wanita yang baru melahirkan, ia begitu susah melahirkan dan pada saat itu ia membutuhkan Ambulance.
Kemudian ambulance itu melintas diatas sebuh jembatan kemudian masuk rumah sakit, disana ditolonglah ibu tadi dan anak itu melahirkan dengan selamat.
Pak Udin Besi-besi diatas jembatan itu darimana ? oo.. seluruh indonesia dari kami Krakatau Steel. Pak Udin seandainya besi-besi itu tidak dibuat dan jembatan itu tidak berdiri, apa yang terjadi, kesulitan yang sangat besar bukan ? dan besi itu kini bisa terpasang dan ribuan lagi orang bisa pergi ke rumah sakit dengan melewati besi yang pak udin buat itu. Jangan mengatakan bahwa anda tidak mendapat apa-apa, karena anda mendapat balasan dari pemilik langit dan bumi.
Pak Udin tersentak, ia diam, wajahnya kaget mendengar jawaban itu, dan ia merasakan kedamaian yang tak terhingga. Kedamaian itulah yang berhasil menyentuh kunci yang ketiga yang disebut dengan SQ atau GOD SPOT.

Artikel Terkait

Post a Comment

Tautan komentar adalah nofollow free.