Subhanallah. Sungguh di balik semua kejadian ada hikmah di baliknya. Begitupun gempa yang meluluhlantakkan Kota Padang dan sekitarnya.
Jika kita telusuri waktu terjadinya gempa Padang, berdasar catatan waktu kejadian yang dilansir Kompas, 1 Oktober 2009 bahwa gempa pertama terjadi pada pukul 17.16 WIB. Sedangkan gempa susulan terjadi pada pukul 17.38.
Saudara, marilah sejenak kita cermati dalam Al Qur’an. Jam menunjukkan nama surat, dan menit menunjukkan ayat. Jika kebetulan Al Qur’an terjemahan yang dilihat adalah terbitan Asy Syamil maka akan jelas alur pesan-pesan Illahi tersebut.
Dalam sudut pandang kausalitas, sebab-akibat, waktu gempa pertama menunjukkan Akibat (QS. 17:16) dan waktu gempa susulan menunjukkan Sebab (alasan terjadi)–(QS. 17:38).
17.16 (QS. Al Israa’ ayat 16): “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”
Dalam Surat Al Isra’ ayat 38 pada catatan kaki, diterangkan uraian-uraian “kejahatan” manusia yang kita sadari wujud dan intensitasnya makin sering kita temui di tengah masyarakat kita.
Ala kulihal, marilah kita renungkan pesan Illahi tersebut. Mengapa Padang? Saya yakin, mereka para korban baik yang meninggal maupun keluarga yang ditinggalkan adalah pihak-pihak yang dipilih Allah. Mereka adalah orang-orang yang kuat, tabah dan sabar. Allah tidak akan menimpakan cobaan melebihi kemampuan umat-Nya.
Wallahu’alam bishawab. (eramuslim)

















By Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang on Oct 6, 2009 | Reply
subhanallah maha besar allah segal seuatunya sudah di tuliskan di dalam al-qur’an
Balas
By Aneka Tips on Oct 6, 2009 | Reply
Kayanya berita ini lagi ramai-ramainya ya
Balas
By Usaha Terbaik on Oct 6, 2009 | Reply
Betul sekali. Kita perlu bertobat dan tetap bersabar untuk setiap ujian yang menimpa kita.
Balas
By L3S on Oct 6, 2009 | Reply
jangan hanya waktu kita sudah diingatkan kita menjadi bertobat… ini menjadi pelajaran buat kita untuk lebih baik dengan sesama..
Balas
By Freelancer on Oct 6, 2009 | Reply
Wallahu’alam Bishawab…
Mereka yang terpilih adalah mereka yang dekat dan dicintai oleh Allah SWT.
Dan, semoga yang “belum terpilih” segeralah bertaubat: Memohon Ampunan Kepada-Nya…
Balas
By omagus on Oct 6, 2009 | Reply
saya rasa bukan hanya orang padang saja yang mendapatkan teguran. tapi tentunya umat muslim khususnya dan rakyat indonesia semuanya..!
Balas
By si Rusa Bawean on Oct 6, 2009 | Reply
bener kebetulan atau apa ya?
Balas
By suhaimi on Oct 7, 2009 | Reply
ini hanya kebetulan saja karena gempa dan musibah lainnya telah sering terjadi. yang terpenting adalah kita semua semakin dekat dan yakin kepada kekuasaan dan kasih sayang Allah.
Balas
By atra on Oct 7, 2009 | Reply
semua bencana marilah kita pandang secara arif. saya yakin bahwa Tuhan mau menegur kita semua. Bagi yang ditimpa bencana, kembali instropeksi diri sedangkan kita diingatkan akan rasa sosial kita seperti saling membantu dan merasakan penderitaan orang lain.
Bencana ini adalah teguran sekaligus rahmat bagi kita semua…
Balas
By Amink on Oct 8, 2009 | Reply
blogwalking mas bro….
perlu ilmu yang mendalam untuk memahami semua rahasia Allah….
Balas
By rendie on Oct 12, 2009 | Reply
karna gempa ini saya towbat
Balas
By lina on Oct 13, 2009 | Reply
Maha Benar Allah Dengan Segala Firman-NYA
Balas
By Fulan on Oct 13, 2009 | Reply
Saya tobat aqbat perstwa ni
Balas
By ridha on Oct 13, 2009 | Reply
wakakakkakakak..masa tobat tunggu gempa dulu…tapi masih mending lo bro, ada orang yg udah dikasih tsunami dan gempa masih blm tobat juga..kasihan mereka..
Balas
By kucink on Oct 15, 2009 | Reply
sssubhannallah..
aallahhu akbar….
Balas
By andre on Oct 16, 2009 | Reply
buat perenungan :
gempa dan tsunami terjadi akibat “kemunafikan” manusia itu sendiri….
think ’bout it……
Balas
By Chinook on Oct 23, 2009 | Reply
Maha Benar Allah dengan segala Firmannya…………Allahu Akbar…
Balas
By amrozi abdullah on Dec 14, 2009 | Reply
saya paling tidak setuju jika dkait kaitkan begitu, ini namanya diskriminasi dijakarta malah banyak maksiat tenang aja yg pakai baju kafir dimana mana didaerah tidak begitu ( bukan busana muslim) orang banyak salah memahami al-qur’an
Balas