tes














Jan
8th

Abu Bakar Ba’asyir: Gus Dur Murtad

Files under Bengkel Hati | Posted by admin

Akhir-akhir ini media masih ramai dengan pemberitaan mengenai Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Sudah hampir seminggu mantan presiden dari Jombang tersebut meninggal, namun berita mengenai pendukungnya, kewaliannya dan kepluralismeannya masih ramai di media. Bahkan wacana pengangkatan Gus Dur sebagai pahlawan nasional juga sudah ramai diberitakan.

abu bakar baasyir

Sedang menurut ustad Abu Bakar Ba’asyir, Mr Dur begitu ustad Abu menyebutnya, adalah orang yang murtad dari Islam. Hal ini disampaikan beliau dalam kajian hari Ahad 3 Januari 2009, di Masjid Romadhon Bekasi. Beliau berkali-kali ditanya oleh jamaah pengajian mengenai orang-orang yang mengkultuskan Abdurrahman Wahid ini.

“Maaf, saya tidak memanggil Gus, karena panggilan Gus itu hanya digunakan untuk anak kyai mulia di Jawa Timur”, kata ustad Abu. Ustad Abu mengatakan, “Jadi, mengenai mister Dur, menurut keyakinan saya Mr Dur ini murtad karena dia telah mengatakan semua agama sama , padahal Allah mengatakan Innaddina ‘indallahil Islam, belum lagi perkataan dia soal qur’an porno, dan pluralisme. Orang yang berfaham pluralisme itu murtad karena pluralisme itu menganggap bahwasanya jika kita hidup bersama-sama, kita tidak boleh menggunakan syariat Islam”.

Orang Islam itu pada jaman nabi juga pluralitas, tapi bagaimana mengaturnya? beliau menjelaskan, “yang berlaku harus hukum Islam, orang kafir boleh hidup dibawahnya, hukum islam yang urusannya ritual berlaku hanya untuk orang Islam saja, orang kafir tidak, tapi hukum Islam yang urusannya untuk peraturan umum berlaku untuk semua, begitulah Islam”.

Jadi menurut ustad Abu, orang yang berfaham pluralisme itu juga murtad, apalagi faham demokrasi. “Maka insya Allah pendapat saya, keyakinan saya Mr Dur itu murtad, tapi saya tidak memaksa orang berkata begitu. Itu insya Allah berdasarkan dalil-dalil yang kuat dan saya siap diskusi dengan tokoh NU, kyai atau siapa saja, saya tantang diskusi untuk persoalan ini, kalau perlu mubahalah”, tandas ustad Abu Ahad kemarin di masjid Romadhon Bekasi. (dari kaskus)




Random Posts


50 Responses to “Abu Bakar Ba’asyir: Gus Dur Murtad”

  1. By Ronney on Jan 8, 2010 | Reply

    Kenapa kita semua harus berselisih? Kenapa harus ada sebutan kafir? Kenapa bisa menilai orang lain baik atau buruk?Bisa mengatakan orang lain murtad? Suci kah si Ustad Abu,lahir dan hidup tanpa dosa atau kesalahan kah? Kita manusia tak pantas menilai org lain seperti itu biarlah Tuhan yang menilai kita bukan manusia yg sama punya dosa seperti kita

    Balas

    pyu Reply:

    org hidup d dunia, emg harus ada tatanan,
    klu tanpa tatanan maka kembali kjaman jahiliyah ..
    klu tatanan org islam adalah al-qur’an & hadist ..
    dari tatanan itulah hadir yg namanya hukum2 yang salah satunya adalah kafir ato murtad ..
    soal gusdur murtad ato kafir, wallahu’alam ..
    karena stiap ruh yg kembali kpd-Nya ..
    pertanggung jawabannya cman kpd-Nya ..
    & itu pun melalui tatanan pula, bagaiman qta mngikuti tatanan tersebut dsaat hidup didunia sesuai kyakinan & agama masing2 ..
    Allahu Akbar . !!

    Balas

    Ronney Reply:

    Ia Mas saya ngerti tp apapun agama na kita manusia dilarang menfitnah tanpa bukti apalagi melaknat seseorang yg sudah tiada.. saya hanya bisa sumbang doa agar tuan gus dur mendapatkan balasan perbuatannya di sisi-Nya

    Balas

    brekiti Reply:

    kita semua punya dosa memang. karena orang yang paling baik bukanlah orang yang tidak punya dosa tetapi justru orang yang tahu bahwa dirinya berdosa sehingga selalu belajar dan mencari ilmu agar dapat terhindar dari dosa2nya dan tahu bagaimana menghapus dosa itu..

    Balas

    Wijhatul Haq Reply:

    berselisih itu sudah hal yang wajar asalkan ada batas2 syar’i karena selisih itu sudah terjadi dikalangan kaum muslimin (…. …)dalam hal furu’iyah (cabang) hal2 yang wajar lain halnya dengan masalah ushul (pakok)denagan Furu’ kita (kaum) muslimin jangan membuat kita berpecah belah. saya yakin masyakat pada umumnya tdk bisa membedakan hal2 yang ushul maupun hal2 furu’ jadi seolah2 itu menyangkut prinsip sehibngga salah dalam perpsi.
    masalah mengatakan kafir atau tidak kafir itu menjadi keharusan bagi orang yang beriman sebagaimana itu perintah tidak perlu takut kalau memang betul2 melakukan kekufuran yang jelas2 nyata dan terang-terangan dalam keadaan sadar dan dia (mrk) nasehati tatap begitu. maka kita harus menghukumi(mengatakan) kafir /Ssyirik/myusrik/murtad/enafik sesuai dengan dalil (yang Allah SWT tunjukan) bukan tanpa dasar ilmu. justru kalau kita tdk bersikap demikian kita termasuk kafir/murtad….dsb. karena konsekuwensinya demikian “Famaiyakfur bittoghoooti Wayukmimbillah…..ila akhir” sangat beda jauh dengan paham pluralisme .. bahwa mereka JIL berpendapat, sesungguhnya tdk ada kebenaran Mutlak semua yang ada di dunia ini adalah nisbi kecuali kebenaran (Tuhan) Allah lah kebenaran mutlak , dan apabila ada kebenaran dari-Nya mereka tetap berpaling/ingkar /Kafir, (jadi kaidah yang mereka pakai dalam kebenaran/kebaikan/keindahan adalah sbagaiman ke umuman maayoritas “disebut kebenaran ( menurut kepansan publik) jangan bingun dengan sepak terjangnya Uts. Abu sebaiknya anda2 ini harus banyak belajar agama antum nantinya antum akan tau tidak kecewa apa yang anda perbuat selama ini …/!

    Balas

    Wijhatul Haq Reply:

    Ternyata Anda-anda yang membela Gus Dur cara berfikirnya Kampungan serpeti Si Ulil atau si JIL bahwa pernyataan antum adalah ber akidah Pluralis “Baik Kampungan secara Kultur sosiologis/ mauopun Kampungan secara Tiologis
    1. Kampungan sosiologis lebih mengedepankan taklid buta, aliyas kuper termasuk JIL,tanpa sadar emangnya secara faktual Jil didominasi kaum kampungan murni yang masih utun, dan paling mudah dipengaruhi …!
    2. kampungan teologis termasuk kampung kota orang awam di perkotaan tradisi klultur ke NUan mereka kenal islam secara instan melalu baca surat kabar, klajian umum tanpa menghiraukan sumber ke otentikannya ini termasuk kampungan kerena Awam dalam akidah islam yang benar bedanya yang pertama lebih taklid daripada yang kedua contoh dan fakta bisa dibhuktikan Bhawa JIL adalah Kampungan …. sebab paling mudah dipengaruhi lain halnya dengan slam mederat ….

    Balas

    Wijhatul Haq Reply:

    By Ronney on Jan 8, 2010 | Reply
    Kenapa kita semua harus berselisih? Kenapa harus ada sebutan kafir? Kenapa bisa menilai orang lain baik atau buruk?Bisa mengatakan orang lain murtad? Suci kah si Ustad Abu,lahir dan hidup tanpa dosa atau kesalahan kah? Kita manusia tak pantas menilai org lain seperti itu biarlah Tuhan yang menilai kita bukan manusia yg sama punya dosa seperti kita

    Kata2 di atas terlihat Jelas dari orang2 JIL atau calon kader JIL bisa jadi JIL tanpa sadar.
    Tau ndak kalo AlQur’an itu diturunkan untuk menghukumi baik kafir mukmin, muwahid musyrik, ahlul bid’ah ahlul sunnah, dsb

    Balas

  2. By Hosting Murah on Jan 8, 2010 | Reply

    @ronney Yoi Setuju,..

    Balas

    togog Reply:

    Ustad Keminter

    Balas

  3. By Bocah Edan on Jan 8, 2010 | Reply

    terserah si Ba’asyir ngoceh apa, nanti kembali pada penilaian Gusti Allah, Lagian aku gak anggap dia pemimpin dan gak mengikuti dia kok.
    Sak Jeplake De’e,

    Bocah Edan
    seorang pengagum Syech Siti Jenar

    Balas

    ZExxer Reply:

    ZOI betul Bro?

    KOk kayake de’e dewe sing bener2 ro?
    koyo dosa yang membuat dirinya sendiri.
    eling qt hanya manusia gak memfonis seorang muslim murtad ato kafir?
    smua hanya Allah yang menentukan?

    Balas

    Wijhatul Haq Reply:

    di antara paham JIl tanpa sadar sprti antum bahwa perkataan anda itu salah tetapi tidak sadar perhatikan kata2/komentar di bawah ini!!!!!!?!!
    “Ok kayake de’e dewe sing bener2 ro?
    koyo dosa yang membuat dirinya sendiri.
    eling qt hanya manusia gak memfonis seorang muslim murtad ato kafir?
    smua hanya Allah yang menentukan?”

    Bahwa anda belajar agama yang benar (anda sangat potensi jadi kader JIL) dan sejauh mana pemahaman anda ttg iman, kalau ttg akidah tauhid keduwuren, sejauhmana alQur’an maupun hadist yang anda hafal kalau tdk kenal yang anda bicara Agama (hukum islam) nantinya menyesatkan umat.
    caontoh orang2 JIL mereka bicara hukum islam sebenarnya bukan kapasitasnya/bidangnya meskipun Dr/Prof. dsb.. jadi kalo ditanya jawabannya ngawur,ditanya kalo gak jawab kan malu karena sudah bergelar Prof… contoh lain seorang politikus bicara hukum islam …. ya terpengaruhi ..politiknya budayawan/politik juga demikian sprti Gusdur maka jawabannnya lain gitu aja kok repot…! .inilah sangat memprihatinkan masyarakat umat islam khususnya di indonesia dan di dunia pada umumnya..

    Balas

    elpancory Reply:

    setuju kang!

    Balas

  4. By weee... on Jan 8, 2010 | Reply

    wah ini mah maling teriak maling…, copet teriak copet…. murtad teriak murtad…. seperti pepatah banyak mengatakan; orang baik cepat dipanggil tuhan, orang jahat lama di dunia….biar puas dia bikin dosa… selamat jalan gus… doa kami menyertai-mu….kami akan mengenang kebaikan-mu.
    selamat hidup bas….semoga allah mengutukmu…puas puaslah kau buat onar….sebelum keonaran menelan-mu…..amiiiin
    eh dosa deh g, mendoakan yg murtad… sorry yah bas….

    Balas

  5. By seo murtad on Jan 8, 2010 | Reply

    ibarat Web Master (yg gk pernah juara seo) menuduh seorang Master seo (sering juara) sebagai pengguna aliran seo Black Hat.

    menganggap bumi/dunia saja seglanya tanpa menghargai langit/akhirat jg bisa mengakibatkan kabir/ sombong begitu pula sebaliknya.

    syariat dan hakikat kadang seperti langit dan bumi, kadang kontras tapi saling melengkapi.

    beruntunglah bagi mereka yg bisa memadukan dan melengkapi sunatullah/ketentuan Allah, karena yg utama adalah li’ilaikalimatilllah mengangkat/memuliakan kalimat Allah bukan mengangkat kepentingan pribadi/golongan.

    apabila ada perpecahan diantara umat bahkan ulama muslim maka yg bertepuk tangan adalah org2 yg asli murtad

    Wallahu ‘alam

    Balas

  6. By WAKIDUN on Jan 8, 2010 | Reply

    wah pasti pak abubakar ini selevel malaikat atau minimal nabi, hanya dua kategori itu yang berani menghakimi sesamanya.. setidaknya dia dah pernah ketemu sama Tuhan secara langsung terus dapat mandat langsung kali ya he he… satai aja pak yai… umat juga butuh pencerahan dan penyejukan bukan komporisasi, provokasi… untuk hal2 yang sebenarnya asasi..

    Balas

  7. By MWC NU Rambipuji on Jan 8, 2010 | Reply

    Hadrotus Syeh Ust. Abu Bakar..tolong sesama muslim jangan begitu apalagi dilontarkan ke media massa yg didengar oleh publib, mari kita menjaga ukhuwah Islamiyah, Islam itu agama rohmatan lil’alamin berbedaan pemahaman jangan membuat sesorang mengkafirkan yg lain saya takut akan kembali pada dirinya sendiri. Na’udzubillahi mindzalik. sampai qiamatpun perbedaan itu pasti tdk akan ada titik temu krn masing2 mempunyai dalil, argument,& cara berfikir sesuai dg sudut pandangnya…Astaghfirullah….

    Balas

  8. By ahmad on Jan 8, 2010 | Reply

    (TULISAN GUS DUR DALAM BUKU ILUSI NEGARA ISLAM)

    Kami sudah sering dituduh kafir dan murtad, tetapi kami tetap
    tenang-tenang saja. Kelompok-kelompok garis keras mengukur kebenaran
    pemahaman agama secara ideologis dan politis, sementara kami
    mendasarkan pemahaman dan praktik keagamaan kami pada semangat rahmat
    dan spiritual yang terbuka. Kami berpedoman pada paham Ahlussunnah wal
    Jamâ‘ah, sementara mereka mewarisi kebiasaan ekstrem Khawârij yang gemar mengkafirkan dan memurtadkan siapa pun yang berbeda dari mereka, kebiasaan buruk yang dipelihara oleh Wahabi dan kaki tangannya.

    Balas

  9. By V'ger balya on Jan 8, 2010 | Reply

    Wah menerut saya apa yg dikatakan abu bakar ba’asir itu adalah suatu kebodohan(buta),karena abu bakar ba’asir tdk memahami perbedaan arti da’wah dan amar ma’ruf nahi mungkar.dan konsep penerapan anatara umat islam & non islam.
    Itu lah salah satu keistemewaan gusdur yg tdk kita miliki.
    Dan sebaiknya aabu bakar ba’asir segeralah memohon maaf,selagi masih didunia ini.

    Balas

  10. By Hizbullah Dani Zarda on Jan 8, 2010 | Reply

    Saya hanya menghimbau kepada masyarakat luas agar tidak usah terpancing provokasi abu bakar ba’asyir yang gila, kayak dia dapat SK dari Tuhan aja untuk menilai keimanan umat.Mestinya polisi memenjarakan dia atas perkataan, tabiat dan kelakuannya.

    Balas

  11. By jual crystal x obat keputihan on Jan 9, 2010 | Reply

    ehm,,, gmna ya??? netral aja dech…. daripada koment aneh2 ntar di abisi yg di bawah ini..^_^

    Balas

  12. By Ronney on Jan 9, 2010 | Reply

    Inilah org yg hanya mw mencari sensasi hidup.. waktu org na masi ada aj bungkam.. giliran orang na udh gx ad baru ngmg mcm”.. Dari kecil ampe setua tuh kaga pernah ketemu cermin yha?

    Balas

  13. By abdulloh on Jan 10, 2010 | Reply

    umur di dunia kagak lama kang ustad, orang udah meninggal diomongin knpa waktu beliau masih hidup kagak di saperin kan halal dagingnya tapi langkai dulu mayat gua

    Balas

  14. By khilafah go! on Jan 10, 2010 | Reply

    jadi kalo kita melihat saudara-saudara sekalian, Alqur’an dan banyak hadist mengatakan tentang ada orang murtad dan orang kafir. tetapi bukan hanya itu, ternyata alqur’an (Allah) dan hadist juga menunjukan kepada kita tentang ciri-ciri tentang mereka(orang kafir dan orang murtad) itu misal dalam qur’an surat al-ahzab “barang siapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah mereka itulah orang-orang yang kafir”. dan dari ciri-ciri seperti ini kita bisa katakan kepada seseorang bahwa dia telah murtad atau kafir, dengan ilmu tentunya. dan juga orang murtad dalam islam mempunyai implikasi hukum didunia. orang yang murtad harus dibunuh apabila dalam berapa hari diberi kesempatan tidak kembali kepada keyakinan yang benar (islam). dan hukum seperti ini bukan Allah yang menjalankan tetapi manusia didunia bukan juga diakhirat. jadi dalam islam syah aja kita mengatakan seseorang kafir atau telah murtad. tetapi yang menghukum meraka seorang pemimpin islam global yang akan menjaga akhidah ummat dari pemahaman kufur seperti pluralisme. wassalam

    Balas

    za121n Reply:

    Orang yang punya pengertian yang salah beginilah, yang merusak ajaran Islam Yang Hakiki, yaitu Rahmatan Lil ALamin

    Balas

  15. By Artis Indonesia on Jan 10, 2010 | Reply

    Wah emang si abu ini Tuhan ?? dia tau yang paling benar ?

    Balas

  16. By nanang r on Jan 10, 2010 | Reply

    biarkan dan boleh saja setiap orang punya pendapat, mereka punya pandangan masing-masing, begitu juga kita. sehingga kita bisa menilai siapa mereka dan siapa yang patut jadi panutan oleh banyak orang.
    Yang jelas, setiap apa yang kita lakukan pasti ada pertanggungjawabanya.

    Balas

  17. By Ahmad on Jan 10, 2010 | Reply

    COBA BACA POTONGAN TULISAN GUS DUR INI SUPAYA KITA GAK SEMBARANGAN SAJA MEMURTADKAN ORANG ISLAM:

    …. Selama ia percaya ayat dalam kitab suci Al-Quran: Dan tak ada yang abadi kecuali kehadirat Tuhan (Kullu man alayha faan wa yabqa wajhu rabbika dzul
    jalali wal ikram), dan yakin akan kebenaran kalimat Tauhid, maka ia adalah seorang Muslim. Orang lain boleh berpendapat apa saja, tetapi tidak dapat mengubah kenyataan ini. Seorang Muslim yang menyatakan bahwa Ulil anti Muslim, akan terkena Sabda Nabi Muhammad SAW: Barang siapa yang mengkafirkan saudara yang beragama Islam, justru ialah yang kafir (Man kaffara akhahu musliman fahuwa kafirun).

    ….

    Balas

    ziza Reply:

    dalam literarur islam kan sudah banyak d sebutkan tt ciri-ciri orang murtad. ini siapa yang sok ngerti aku atau anda?????????

    Balas

  18. By ZExxer on Jan 11, 2010 | Reply

    NAPA pas hidup tu gak mo BAcot za?

    pas giliran dah ninggal kok semprot yang dah tiada?
    mr.ba’asyirrrrr?

    HHHmmmmmmm?

    hmmmmm?

    semut dipelupuk mata tidak kliatan?
    gajah disebrang lautan nyata baginya

    Balas

  19. By Anton Hilman on Jan 11, 2010 | Reply

    da rozy, ado yg ka wak tanyo2 ciek. lai ol ym da? soal monetize blog ko a hehehe. kalau ol da agia tau yo da

    Balas

  20. By edy on Jan 12, 2010 | Reply

    sepertinya mbah baasir tidak suka dengan pluralisme.ingat mbah ini negara Indonesia jadi mbah harus menghormati undang2 dan pancasila.

    Balas

  21. By endro y on Jan 12, 2010 | Reply

    trus huhum’y membunuh sesama muslim tuch gimana?
    trus menfonis orang itu murtad itu gimana hukum’y?

    seharus’y harus ngaca dunk,kiai tuch buat penuntun.baru kali ini gue tau kiai kok memfonis sesama muslim bahwa orang tuch murtad.guru” gue nga’ pernah ngajarin gitu..padahal situ kiai lho..

    apa mungkin situ iri ama gusdur?

    Balas

    elpancory Reply:

    orang fundamentalis memang akan smena-mena

    Balas

  22. By elpancory on Jan 12, 2010 | Reply

    Saya sanagat tidak setujua sekali terhadap pendapat Ust Abu Bakar Ba’asyir, yang mengatakan “Maaf, saya tidak memanggil Gus, karena panggilan Gus itu hanya digunakan untuk anak kyai mulia di Jawa Timur”, kata ustad Abu. Ustad Abu mengatakan, “Jadi, mengenai mister Dur, menurut keyakinan saya Mr Dur ini murtad karena dia telah mengatakan semua agama sama , padahal Allah mengatakan Innaddina ‘indallahil Islam, belum lagi perkataan dia soal qur’an porno, dan pluralisme. Orang yang berfaham pluralisme itu murtad karena pluralisme itu menganggap bahwasanya jika kita hidup bersama-sama, kita tidak boleh menggunakan syariat Islam”.Abu Bakar Ba’asyir boleh saja meniali dan mengkafirkan orang , orang sperti Ba’asyir hanya mau menang sendiri, merasa benar sendiri, merasa suci sendiri, padahal kebenaran yang mutlak ada di Tangan Tuhan, jika Ba’asyir mengkafirkan Gusdur Berarti ia ingin menjadi Tuhan padahal tiada Tuhan selain Allah. Gusdur tak akan terv\cemar namanya walaupun seribu prasangka, fitnah, Gusdur akan terkenang Jasanya,!!!!!.

    Balas

  23. By elpancory on Jan 12, 2010 | Reply

    Mungkin inilah yang mempersingkat umur dunia, ketiak sesama Muslim, menyalahkan yang lain, coba ustad Abu, jangan memaknai ayat hanya sepotong sepotong, sehingga tidak menyimpulkan sesuatu yang merugikan orang lain. padahal Al-QUra itu untuk seluruh manusia

    Balas

  24. By za121n on Jan 12, 2010 | Reply

    Pluralisme adalah ajaran Islam, bukan ajaran GUS DUR. Dimana Nabi Muhammad SAW dulu juga melaksanakannya. Dasarnya adalah “Agamaku adalah Agamaku dan agamamu adalah agamamu”. Kepercayaan orang tidak bisa dipaksakan pada orang lain itu sesuatu yang tidak mungkin. Gus Dur Tidak mengatakan bahwa semua agama itu benar tapi setiap agama mempunyai Nilai yang baik yang patut kita hargai sebagai orang Islam.

    Balas

  25. By sukses on Jan 12, 2010 | Reply

    Benar apa kata Ust. Abu Bakar Ba’ashir. Kita harus berani mengatakan kebenaran sekalipun itu pahit.

    Balas

  26. By EKO on Jan 13, 2010 | Reply

    EMANG, BA’ASYIR INI ORANGNYA PENAKUT, KENAPA NGGAK DULU-DULU KETIKA GUSDUR MASIH HIDUP, NGOMONG KAYAK GITHU.
    EMANG LHO DAN PENGIKUT LHO ITU KELOMPOKNY AKAUM KHAWARIJ ALIAS GARIS KERAS YANG AROGAN.

    Balas

  27. By itong on Jan 13, 2010 | Reply

    mudah2an ba’asyir cepat sembuh.

    Balas

  28. By Ahmad on Jan 15, 2010 | Reply

    Jangan jangan Anda sendiri yang murtad….

    Balas

  29. By monatro on Jan 18, 2010 | Reply

    yang haq dan bathil harus dikatakan…meski itu didunia berdasarkan keterangan qur’an dan sunnah…saya setuju durrahman itu murtad!!! gw suka baasyir dalam berislam yang tetap bersyariat kuat

    Balas

  30. By hamba ALLOH on Feb 3, 2010 | Reply

    agama itu untuk dipahami,,,
    bukan diperdebatkan,,,

    Wallahu’alimun bidzatis sudur
    (Alloh jualah yang mengetahui semua yang mempunyai hati) gtu aja kok repot

    Balas

  31. By Anie on Feb 23, 2010 | Reply

    Gus Dur bilang semua agama adalah sama, barangkali karena beliau sudah membaca buku “The Prophet” tulisan Alberto Rivera, mantan Kardinal Vatikan yang dipecat… karena membocorkan dokumen super rahasia milik Vatikan.

    Balas

  32. By amelia on Apr 28, 2010 | Reply

    edan,kayak dia yang paling bener aja,ntar juga kalau dia modar kumpulnya sama amrozi cs

    Balas

  33. By saefi on May 5, 2010 | Reply

    Tapi pernyataan gusdur yang menganggap bahwa semua agama itu sama adalah salah besar. Hanya gara-gara pernyataan ini, banyak generasi muda kita yang menganut perkawinan beda agama. Padahal sejatinya perkawinan beda agama selama ketauhidannya tidak sama berarti perkawinan itu tidak sah.

    Balas

  34. By Djoko on May 18, 2010 | Reply

    Kalau menanggapi dipikir dulu, perhatikan dasar ucapannya.
    Ust. Baasyir tidak akan berani bicara dimuka umum(kajian) tanpa dasar yang diyakini kuat dan benar baik dari Qur’an maupun Hadits.
    Setiap pembicaraan dakwahnya selalu dimata-matai intel kepolisian. Jadi dia salah bicara koskwensinya ditangkap. Nah kita nanggepin apa aja di sini nggak pake konskwensi ditangkep.
    Jadi sebaiknya kita teliti lebih jauh kebenaran dasar ucapannya yang mengandung resiko ditangkap. Berani karena benar, kita komentar dibalik layar. He he he! jadi posisinya gimana ….

    Balas

  35. By Wijhatul Haq on Jun 2, 2010 | Reply

    kalau memang orang2 gak sepaham dengan Ust. Abu silahkan aja diskusi sama beliau sejauh mana pemahaman anda tentang Din jangan lempar batu sembunyi tangan itu namanya mental-mtel aliyas mental JIL kalo di ajak bicara Islam /hukum islam pasti tidak akan candak/nuntut (tdk dapat mengikuti) karena cara berpikirnya acak-acakan lari sana lari sini ujung2nya gedabus alasan HAM, Demokrasi, Gender, emansifasi, toleransi, ke anekaragaman, sosial budaya, sosio, antropolo, filosuf, dsb… bagi orang awan seolah2 orang intelek2 pantas keluarga NU mengangkat Ulil pemuda intelek karena apa secara keumuman tdk candak basa Ulil, apalagi melawan Ulil bahasanya aja gak tau baru dengan aja udah terpukau mas Ulil pantasan sama dengan ulil dudu, dulunya kang ulil juga Jumut…hahahaha..!

    ttg Ust. Abu …Bahwa Al Qur’an banyak mengungkap ciri2 orang sesat/menafik syirik..dsb. saya yakin bahwa org2 yang mengikuti haw nafsu selama ada uSt. Abu pastiilah mereka gregetan dan panas telinganya karena pengikut setan…setan kalu dengan ayat2 al Qur’an kan kepanasan wajarlah !

    Balas

  36. By Wijhatul Haq on Jun 14, 2010 | Reply

    Ust. Abu menyampaikan islam terlalu apa adanya karena beliau tidak ada motif/interes apapun kecuali satu apa itu? bagaimana syari’at islam tegakdimuka bumi, ini sebagai oreientasi hidupnya selama hayat masih dikandung badan lain halnya dengan kebanyakkan atau sebagian para pendakwah islam lainnya utamanya dakwah selebriti : mungkin ingin terkenal, ingin selamat, biasa-biasa saja. tidak mau ambil risiko dsb. Mungkin ini tidak sependapat dari Ust. Abu tetapi tidak ada salahnya sebagai gagasan, saya .
    Bahwa musuh utama Ust. Abu adalah orang-orang munafiq yang dan orang-orang kafir musryik baik dari dalam maupun dari luar yang selalu menghalang-halangi dan mempenjarakannya dan membuat opini public agar terkesan imit islam di tengah-tengah masyarakat arogan, radikal, teroris, pemaksaan (HAM) suversif tidak demokrasi, islam konservatif, dsb. Dan nama-nama yang sangar lainnya untuk selalu di alamatkan kepada islam khususnya islam konservatif (wahabi), dengan persepsi dan devinisi tafsir teks maupun ,konteks mereka-mereka yang tidak se aliran atau sepaham dengan islam Salaf (wahabi) (mereka si Jil & si Ulil) bahwa mereka sangat ta’jub mengakui acung jempol bahwa islam konservatif adalah sebuah gerakan islam murni (islam yang masih lurus sebagaimana yang telah di ajarkan dan terapkan oleh Nabi SAW dan para sahabatnya (salaf) dan secara otomatis dia mengakui pemahamannya bahwa islam (JiL) yang mereka dakwahka /tawarkan dalam masyarakat adalah sebuah kepalsuan maksudnya bukan asli/murni yakni islam ala kampungan aliyas munafiq terang-terangan Lihat perkataannya si Ulil … dalam artikelnya…?!
    Kembali Kapada Ust. Abu
    Selama ada Ust. Abu dakwah syar’at maka orang-orang munafiq sangat geram/dan panas telinganya sebab apa? Karena dalam hatinya ada penyakit sebagaimana firman ALLAH khusus menerangkan cirri-ciri orang-orang munafiq sungguh mena’jubkan Allah mengingatkan kita yang beriman (QS: Al Baqarah: ayat 8 sampai ayat 20)
    Pertama: Mereka-mereka yang sangat berperan dan menentukan untuk memusuhi Ust. Abu adalah mereka yang mempuyai peran dalam kekuasaan (aparat) dan awam dalam islam maksudnya jahil dalam agamanya dengan dalih menjaga persatuan dan ,kesatuan NKRI apalagi ada pihak-pihak yang terkait yang merasa dirugikan baik dari dalam negeri mapun luar negeri maka mereka siap membantu dan terlibat baik secara meteri maupun selainnya. Kedua: pihak-pihak Media masa baik elektronik, cetak maupun media selinnya. Ketiga: Orang-orang khusus mereka selalu mengikuti perkembangan tentang dunia islam kususnya Ust. Abu. Selalu membuat sekanario mengkait-kaitkan dan membuat data/bukti rekayasa dsb. Ini secara ke umum mental-mental orang munafiq sedangkan orang non islam kafir selalu mensponsori (dana) apalagi masyarakat kita miskin dan sangat mudah dimanfaatkan … Keempat: Dukungan dari pusat apapun keputusannya maka uanglah yang dimenangkan apalagi tentang kasus seorang Ust. Abu misalnya masalah korupsi selama ini tidak pernah ada yang terselesaikan aliyas tuntas. Hanya sandiwara/dagelan. Masak menghukum mati Teroris bisa korupsi tidak bisa ???? tanda Tanya KABA’ IRRR

    Balas

  1. 1 Trackback(s)

  2. Jan 11, 2010: Abu Bakar Ba’asyir: Gus Dur Murtad | WebberCafe

Post a Comment