tes














Mar
6th

8 Kebohongan Seorang Ibu dalam hidupnya

Files under Bengkel Hati | Posted by admin

Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping ku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata : “Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata : “Cepatlah tidur nak, aku tidak capek” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : “Minumlah nak, aku tidak haus!” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata :  “Saya tidak butuh cinta” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya duit” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku tidak terbiasa” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

*******

Sayangilah Ibumu, sesuai dengan perintah Rasulullah saw. ” Berbaktilah pada Ibumu, Ibumu, Ibumu”.

Semoga cerita diatas bisa membuat kita merenung sejenak, apa yang telah di lakukan ibu kita hingga kita menjadi seperti saat ini. Begitu banyak pengorbanan yang telah dilakukan untuk membahagiakan kita.

sumber milist surau




Baca Artikel Lainnya


11 Responses to “8 Kebohongan Seorang Ibu dalam hidupnya”

  1. By up1x on Mar 6, 2009 | Reply

    Mantab…
    makasih buat pencerahannya…

    up1x´s posting terakhirnya adalah..Indonesia fo New 7 Wonders of Nature

    Balas

  2. By arvernester on Mar 6, 2009 | Reply

    Ibu berbohong untuk kebaikan kita (pengorbanan beliau),,

    kita berbohong untuk kebaikan kita juga (pengorbanan beliau juga),,

    kapan kita berbohong untuk kebaikan beliau dengan mengorbankan diri kita ? :)

    arvernester´s posting terakhirnya adalah..Berkat Teknologi, Bertemu Teman Lama!

    Balas

  3. By ipanks on Mar 6, 2009 | Reply

    kita tidak akan pernah bisa membalas kebaikan orang tua kita terutama kepada seorang ibu.jadi mari kita berbakti untuk orang tua kita

    ipanks´s posting terakhirnya adalah..Puisi Untuk Sahabat

    Balas

  4. By Kontes Fajarseraya on Mar 6, 2009 | Reply

    yang penting ibu selalu mensupport kitaa…ya gaa??

    Kontes Fajarseraya´s posting terakhirnya adalah..Mengulas Kompetisi Fajarseraya

    Balas

  5. By Crenk on Mar 7, 2009 | Reply

    nice…
    i love her…
    thx…

    Balas

  6. By Sarimin on Mar 8, 2009 | Reply

    Emak…

    Sarimin´s posting terakhirnya adalah..Pendaftaran Miss Indonesia 2009

    Balas

  7. By Tutorial blog on May 29, 2009 | Reply

    Air mataku menetes saat membaca tulisan ini, tiba2 aku sangat merindukan ibuku.

    Balas

  8. By El on Aug 23, 2009 | Reply

    Aq bertahan bertahun2 dgn suatu prinsp utk jujur n tidak curang, walau sulit. Namun aq akhrx mlakukan kbohongan yg jg sering d lakukn oleh bnyk org. Bedax antr aq dn org2 tsb, aku tdk rapi brbohng,shg aq hrs brbohong lg. Krn jk aq mbuka kbohonganku maka it akn mnyakiti ibuku.Skrg aq bnr2 kapok. Namun aq memohn pd Allah,agar menutupi kbohonganku ini,. Aq tlh mrasakn akibt dosa ku ini,dadaku sesak,. Ya Allah aq Tdk brani mlakuknx lg, krn sanksi akhrt lbh tak trtanggung lg..Ampuni aq wahai Allah

    Balas

  9. By Chandra on Nov 3, 2009 | Reply

    Hiks,,,hiks…
    Aq terharu membacanya….

    Balas

  10. By Dodi fauzan on Feb 9, 2010 | Reply

    Maaf ibu sampai saat ini aku belum bisa membalas bakti ibu kepada ku

    Balas

  1. 1 Trackback(s)

  2. Jul 27, 2010: Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya « Mymoen's Weblog

Post a Comment