Oct
29th

Subhanallah, Dua Pemuda Afrika Selatan Pergi Haji Naik Sepeda

Files under Bengkel Hati | 10 Comments

Semangat dua pemuda muslim asal Afrika Selatan ini untuk menunaikan rukun Islam ke-5 patut diacungi jempol. Mereka menempuh perjalanan dari Afrika Selatan ke tanah suci dengan mengendarai sepeda. Percaya atau tidak ?

Nyatanya, kedua pemuda itu kini sudah berada di tanah suci. Nathim Caimcross, 28 dan Imtiyaz Ahmad Harun, 25, mengungkapkan kebahagiannya begitu masuk ke kota Tabuk, perbatasan negara Saudi. “Akhirnya kami bisa mewujudkan impian kami menunaikan ibadah haji,” kata keduanya.

Caimcross, yang bekerja di bagian tata kota di Cape Town mengungkapkan, menggenjot sepeda dari Cape Town ke Arab Saudi tentu saja sangat melelahkan. “Tapi kami memilih berangkat haji dengan cara ini agar kami benar-benar merasakan pengalaman suka duka menjalankan ibadah haji,” ujarnya.

naik haji

Caimcross dan Harun berangkat dari Afrika Selatan pada tanggal 7 Februari. Mereka bersepeda menyusuri negara-negara Afrika, seperti Bostwana, Zimbabwe, Mozambique, Malawi, Tanzania, Kenya, Turki, Suriah dan Yordania untuk mencapai perbatasan Arab Saudi.

“Ini haji pertama kami. Kami bisa saja menggunakan pesawat tapi ini adalah impian kami, untuk berangkat haji dengan cara berbeda. Kami memilih sepeda, karena kami berdua memang hobi bersepeda,” tukas Caimcross.

Setiap hari, kedua pemuda itu bersepeda sejauh 80 sampai 100 kilometer. Mereka beristirahat di masjid-masjid atau mendirikan tenda pada malam hari, kemudian melanjutkan perjalanan usai salat Subuh. Selama di perjalanan mereka bertemu dengan banyak orang yang membantu dan bersikap baik pada mereka.

“Di setiap tempat yang kami lewati, mereka memberikan sambutan dan mereka antusias ketika tahu bahwa kami sedang dalam perjalanan untuk menunaikan ibadah haji. Soal makanan, tak ada masalah karena banyak orang yang menawari kami makanan,” tutur Caimcross.

Selama di perjalanan, mereka kadang melewati medan yang sulit berupa pegunungan yang membutuhkan tenaga ekstra untuk menggenjot pedal sepeda. Kendala lainnya adalah bahasa. “Begitu kami masuk ke negara-negara Arab, kami menggunakan bahasa Arab terutama ketika kami melewati Suriah dan Yordania,” masih kata Caimcross.

“Masyarakat di saan juga antusias begitu tahu kami melakukan perjalanan ini untuk impian kami menunaikan ibadah haji,” sambungnya.

Caimcross juga mengungkapkan rasa harunya karena banyak orang yang menawarkan bantuan berupa uang dan memberikan apa yang mereka butuhkan, karena keduanya cuma memiliki anggaran sedikit untuk biaya haji.

Secara keseluruhan Caimcross dan Harun melakukan perjalanan selama hampir 9 bulan, melewati 9 negara, dan selama perjalanan mereka tidak mengalami persoalan serius. “Paling cuma mengganti ban sepeda dan membetulkan rantai pedal, itu yang sering kami lakukan,” ujar kedua pemuda itu.

Caimcross mengatakan, melakukan perjalanan haji bersepeda memberikan mereka banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan beragam orang dari berbagai negara. “Kami juga bisa sambil berdakwah, terutama saat kami istirahat pada malam hari,” tukasnya.

Caimcross dan Harun adalah mahasiswa jurusan syariah Islam. Caimcross punya keahlian di bidang perencanaan kota karena ia pernah ikut pelatihan dan sekarang bekerja di sebuah perusahaan konstruksi. Sedangkan Harun pernah kuliah di jurusan ekonomi.

Keduanya belum menikah dan hobi berolahraga. Caimcross senang surfing di laut dan Harun lebih suka tinju dan naik gunung. Setelah melaksanakan haji, mereka akan kembali ke Cape Town, Afrika Selatan juga dengan sepeda, melintasi kawasan Afrika Barat.

Oct
29th

Video Tsunami Mentawai

Files under Informasi | 5 Comments

video Tsunami Mentawai yang diliput oleh berbagai media massa, baik media massa lokal dan juga media internasional. Seperti diketahui bahwa Tsunami Mentawai terjadi padaSenin (25/10) pukul 21:42:25 WIB. Tsunami itu sendiri terjadi pasca terjadinya gempa yang melanda Mentawai (Pulau Pagai) berkekuatan 7,2 SR.

Oct
27th

Foto Mbah Maridjan lagi sujud

Files under Informasi | 3 Comments

Akhirnya misteri keberadaan Mbah Maridjan terpecahkan. Kuncen Gunung Merapi itu ditemukan Tim SAR telah meninggal dunia. Mbah Maridjan meninggal dalam posisi sujud.

“Ditemukan di dapur dalam posisi sujud,” kata anggota Tim SAR, Suseno, saat ditemui di RS Sardjito, Sleman, Yogyakarta, Rabu (27/10/2010). Ada juga yang mengatakan jenazahnya di temukan di Kamar Mandi, entahlah mana yang benar.

Tim evakuasi segera membawa jenazah Mbah Maridjan ke tempat yang aman. Jasad Mbah Maridjan yang lahir pada 1927 ini kini tengah diidentifikasi di rumah sakit.

“Tim mengevakuasi Mbah Maridjan sekitar pukul 05.00 WIB,” tambah Suseno.

Pada Senin (26/10) malam sempat tersiar kabar Mbah Maridjan masih hidup. Namun kini setelah tim evakuasi melanjutkan pencarian dipastikan Mbah Maridjan meninggal dunia. Di kawasan rumah Mbah Maridjan, ada 16 orang yang ditemukan tewas.

Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu pun sebelumnya mendapatkan kabar bahwa Mbah Maridjan meninggal dunia karena ada jenazah yang mirip dengan pembantu setia (alm) Sultan HB IX itu. Kabar terbaru ini berarti juga meluruskan informasi yang berkembang sebelumnya bahwa pria bergelar Raden Ngabehi Surakso Hargo itu telah diselamatkan dalam kondisi lemas semalam.

Oct
27th

Mbah Maridjan Meninggal Dunia, Ditemukan Dalam Posisi Sujud

Files under Informasi | 3 Comments

Juru Kunci Gunung Merapi Ki Surakso Hargo atau Mbah Maridjan menjadi korban dan ikut tewas akibat semburan awan panas letusan Gunung Merapi, di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (26/10) sore.

Seorang anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman Slamet, mengatakan, saat dilakukan penyisiran pada Rabu pagi ditemukan sesosok mayat dalam posisi sujud di dalam kamar mandi rumah Mbah Maridjan.

“Kemungkinan mayat yang ditemukan tersebut adalah Mbah Maridjan, namun ini belum pasti karena wajah dan seluruh tubuhnya sudah rusak dan sulit dikenali lagi,” katanya.

Menurut dia, mayat tersebut ditemukan di dalam kamar mandi rumah dalam posisi sujud dan tertimpa reruntuhan tembok dan pohon. “Biasanya di dalam rumah Mbah Maridjan tersebut hanya ditinggali oleh Mbah Maridjan sendiri,” katanya.

Ia mengatakan, kondisi di dusun sekitar tempat tinggal Mbah Maridjan mengalami kerusakan yang sangat parah, hampir semua rumah dan pepohonan roboh. “Kerusakan ini akibat terjangan awan panas dan bukan karena material lava,” katanya.

Kepala Humas dan Hukum RS Dr Sardjito Yogyakarta Heru Trisna Nugraha mengatakan saat ini jenazah Mbah Maridjan masih berada di Bagian Kedokteran Forensik RS Dr Sardjito, Yogyakarta.

“Jenazah tersebut dibawa oleh anggota Tim SAR dan masuk ke RS Dr Sardjito sekitar pukul 06.15 WIB, informasi yang kami peroleh dari petugas SAR yang mengantar saat ditemukan Mbah Maridjan dalam kondisi memakai baju batik dan kain sarung. (sumber tv one)

Oct
26th

Update Korban Tsunami Mentawai

Files under Informasi | 1 Comment

Info update Jumat 29 okt 2010 jam 11 Pagi

Jumlah korban tewas akibat tsunami di Mentawai terus bertambah. Data terkini, 343 orang tewas, 338 orang lainnya hilang.

Tim gabungan di Posko Darurat Penanggulangan Bencana gempa dan tsunami di Sikakap, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) masih mencari 338 warga yang hilang.

“Data sementara korban yang sudah ditemukan tercatat 343 mayat dan diperkirakan sebanyak 338 masih dinyatakan hilang,” kata petugas Posko Darurat Bencana di Sikakap, Mentawai, Arnalia ketika dikonfirmasi dari Padang, Kamis.

Pegawai Kantor Camat Sikakap itu, menyebutkan data korban yang telah ditemukan mayatnya sampai pada posisi 15.30 WIB, masih 343 jasad yang dilaporkan dari kepala dusun dan petugas di lapangan.

Sedangkan korban yang mengalami luka-luka berat bertambah menjadi 264 orang dan luka ringan menjadi 140 orang. Data kerusakan rumah pendudukan yang baru masuk ke posko tercatat 436 unit rusak berat dan rusak ringan berjumlah 190 unit.

Fasilitas umum, lima jembatan rusak berat, empat sarana sarana pendidikan rusak berat, lima unit rumah ibadah rusak berat, empat unit rumah dinas rusak berat.

Menyoal warga yang berada di pengungsian, Arnalia menyebutkan, belum diketahui secara pasti datanya, perkiraan awal bisa mencapai 4000 KK tersebar pada tiga kecamatan.

Namun, masyarakat yang rumahnya hancur dihantam tsunami, seperti di Munte baru-baru masih memilih tinggal di pengungsian. “Tim evakuasi sudah menelusuri titik – titik pengungsian warga,” katanya.

Arnalia menyampaikan, sejumlah bantuan yang diangkut dari Padang dengan kapal perintis Perhubungan Sumbar, sudah sampai di posko darurat Sikakap, begitu pun kapal Dewaruci sudah merapat.

Bantuan yang sudah sampai di posko utama tanggap darurat Sikakap, berupa tenda, bahan makanan dan obat-obatan serta jenis lainnya.

Menyinggung adanya kapal asing yang merapat di Mentawai, pihak posko tanggap darurat di Sikakap belum mendapatkan informasi kebenarannya.

Data Lama

“Data terakhir 108 meninggal, dan 502 orang dilaporkan hilang,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, Harmensyah.

Menurut dia, BPBD terus berkomunikasi dengan Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB). Mereka tengah berupaya untuk mencapai Mentawai.

Tim tanggap bencana disiapkan untuk segera melakukan penanganan di lokasi bencana. “Kita masih mengusahakan berbagai macam upaya,” imbuhnya singkat.

Tsunami setinggi 3 meter menyapu Kepulauan Mentawai pada Senin (25/10) kemarin malam. Tsunami ini menyusul gempa berkekuatan 7,2 SR yang mengguncang Sumatera Barat.

Gelombang tsunami mencapai Padang hanya setinggi 46 cm. Peringatan tsunami pun dicabut setelah beberapa waktu.

Oct
26th

Gunung Merapi Meletus

Files under Informasi | 2 Comments

Malam ini jam 9.30 nonton Metro dan Tv One, akhirnya Gunung Merapi Meletus juga, berikut berita selengkapnya.

Awan panas dari Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (26/10), keluar sekitar pukul 17.02 WIB. Sejumlah warga di lereng gunung panik dan dievakuasi ke posko terdekat.

Awan panas tercatat keluar sebanyak empat kali. Sejumlah warga yang yang panik berbondong-bondong meninggalkan rumah mereka. Salah satu warga dari wilayah Kaliurang terlihat telah terkena abu vulkanik.

Sementara di posko Babadan di wilayah Magelang, Jawa Tengah, sudah tercium bau belerang. Diprediksikan akan terjadi hujan abu. Wilayah tersebut dengan segera disterilkan.

Awan Panas Merapi
Semburan Wedhus Gembel Capai Ketinggian 1,5 KM

Hingga pukul 19.00 WIB, semburan awan panas (wedhus gembel) gunung Merapi masih terus berlangsung. Semburan awan panas sangat dahsyat. Saat menyembur, ketinggian awan panas sempat mencapai ketinggian 1,5 KM.

Akibat semburan awan panas ini, hujan debu kemudian mengguyur kawasan lereng-lereng Merapi. Bahkan debu di kawasan Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta, tampak sangat pekat. Semakin lama demu semakin tebal.

Para warga Kaliurang yang sebelumnya masih bertahan di daerahnya, sekitar 5 KM dari puncak Merapi, langsung berhamburan menuju titik kumpul evakuasi, begitu mendengar sirine berbunyi. Pakaian mereka penuh dengan debu vulkanik. Rambut warga juga tampak memutih dipenuhi debu.

Kendaraan-kendaraan yang turun dari Kaliurang juga diselimuti debu vulkanik. Bahkan, kaca-kaca mobil tampak berdebu tebal.

Hingga malam ini, suasana di Jalan Raya Kaliurang tampak masih ramai. Proses evakuasi warga-warga Kaliurang ke barak-barak pengungsian masih berlangsung. Para warga yang diungsikan juga sudah menggunakan masker.

Awan panas Merapi ini diperkirakan bersuhu 600 derajat Celcius. Karena itu, awan panas ini dinilai sangat membahayakan. Sekitar tiga kecamatan di lereng Merapi di kawasan kabupaten Sleman harus dikosongkan. (asy/gah)

Sleman – Semburan awan panas (wedhus gembel) Gunung Merapi membuat warga Kaliurang, Kabupaten Sleman panik. Sirine early warning system (EWS) berbunyi meraung-raung. Sementara hujan abu semakin pekat dan bau belerang semakin menyengat.

Merapi mulai memuntahkan awan panas sekitar pukul 17.02 dan 17.30 WIB, Selasa (26/10/2010). Hingga pukul 18.45 WIB, semburan wedhus gembel masih terjadi.

Debu vulkanik yang menyembur sebelumnya juga telah beterbangan di daerah Kaliurang, sekitar 5 KM dari puncak Merapi. Dengan turunnya wedhus gembel, hujan debu semakin pekat. Bau belerang juga semakin menyengat.

Sejak diketahui wedhus gembel keluar dari puncak Merapi, alat EWS langsung berbunyi. Mendengar bunyi alarm itu, warga pun berebut dan berlari menuju angkutan-angkutan evakuasi. Petugas SAR yang telah siaga di Kaliurang kemudian membagikan masker, karena debu makin pekat dan bau belerang makin menyengat.

Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus dilakukan. Sebagian besar warga diungsikan ke posko pengungsian di Desa Hargobinangun, Pakem.

Sementara itu, sebelum wedhus gembel meletup, hujan deras sempat mengguyur Yogyakarta dan Sleman. Saat erupsi terjadi, puncak Merapi juga masih tertutup kabut dan suasana sangat gelap.

Awan panas alias wedhus gembel dari aktivitas Gunung Merapi membawa korban. Setidaknya 13 warga mengalami luka bakar dan dilarikan ke RS Panti Nugroho, Sleman, Yogyakarta.

“Informasinya sementara ada sekitar 13 orang yang masuk ke sini, Mbak,” ujar Mara, petugas di RS Panti NUgroho saat dihubungi detikcom, Selasa (26/10/2010).

Mereka semua mengalami luka bakar. Namun tingkat keseriusan luka yang dialami warga masih belum dapat diinformasikan.

“Tadi masuk pertama sekitar pukul 18.30 WIB. Pertama ibu-ibu, lalu saya lihat simbah-simbah perempuan. Lalu masuk lagi 3-4 laki-laki. Sementara sekitar 13 orang itu, Mbak,” kata Mara.

Ditambahkan dia, orang-orang tersebut merupakan warga Jrakah dan Kinahrejo. “Kinahrejo yang tempatnya Mbah Marijan itu, Mbak. Tapi nama korban belum bisa dikasih tahu, semua masuk UGD. Ada 1 orang yang mau dirujuk ke RS Sardjito, tapi kondisinya saya kurang tahu,” ucap dia.

Sumber metrotv dan tvone

Oct
26th

Status Gunung Merapi menjadi Awas

Files under Informasi | 1 Comment

Senin pagi, 25 Oktober 2010, sekitar pukul 06.00 WIB, status Gunung Merapi ditingkatkan dari ‘siaga’ menjadi ‘awas’. Ini adalah level tertinggi bagi gunung berapi yang akan segera memuntahkan lava. Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu, menerima kabar peningkatan status itu melalui surat pemberitahuan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta.

“Pemerintah Kabupaten Sleman meminta masyarakat jangan panik. Mohon masyarakat siap dan bersedia dievakuasi. Pemerintah Kabupaten Sleman mengajak masyarakat berdoa bersama agar aktivitas Merapi membawa barokah dan mohon meningkatkan kewaspadaan,” kata Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu.

Kepala BPPTK Yogyakarta Subandrio membenarkan hal itu. “Ya benar, status Merapi menjadi ‘awas’.”

Hingga saat ini belum terlihat kubah baru dan titik api diam di Merapi. Tapi justru karena itu, banyak yang mengkhawatirkan letusan Merapi kali ini bakal lebih dahsyat dari sebelumnya.

“Karena tidak muncul kubah baru dan titik api diam, maka letusan atau erupsi merapi tahun 2010 ini akan jauh lebih besar dari erupsi tahun 2006,” kata Surono, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam, di kantor BPPTK Yogyakarta.

Menurut pengamatan Surono, Merapi saat ini sedang mengalami penggelembungan atau deformasi di sisi selatan. Kubah lama yang sekarang ini telah berusia lebih dari 100 tahun. Karena itu, semakin renta usianya, maka Merapi pun menjadi semakin rentan.

Menurut Surono, tanda-tanda mengkhawatirkan itu terekam dari alat Electric Distance Measurement (EDM) dengan reflektor yang dipasang di sekitar puncak Merapi. Deformasi atau penggemukan gunung Merapi pada tanggal 21 Oktober lalu rata-rata hanya 10,5 cm. Namun, tiga hari kemudian, penggemukan telah mencapai 52 cm.

Guguran material kubah lama juga mengalami peningkatan. Pada tanggal 21 Oktober, frekuensinya kurang dari 100 kali. Namun, pada tanggal 23-24 Oktober, meningkat menjadi 183 dan 194 guguran. “Deformasi dan guguran material dari kubah lama yang semakin meningkat ini menunjukkan lava sudah berada dekat di puncak gunung,” kata Surono.

Sementara itu, alat seismograf milik BPPTK juga merekam peningkatan frekuensi gempa. Pada 22 Oktober terjadi gempa bumi vulkanik sebanyak 52 kali, gempa multifase 514 kali, dan tak ada sama sekali gempa frekuensi rendah. Keesokan harinya, terjadi 80 kali gempa vulkanik, 525 kali gempa multifase dan gempa frekwensi rendah satu kali. Sedangkan pada 24 Oktober terjadi 80 gempa vulkanik, 588 gempa multifase dan tiga kali gempa frekuensi rendah.

Merapi pernah meletus teramat dahsyat pada tahun 1930-1931. Ketika itu gunung berapi ini memuntahkan isi perutnya dan menebarkan awan panas yang populer disebut ‘wedus gembel’.

Potensi letusan dahsyat Merapi menjadi perhatian pemerintah pusat. Wakil Presiden Boediono akan meninjau lokasi Gunung Merapi, untuk memeriksa kesiapan aparat mengantisipasinya dan proses evakuasi warga.

“Besok (Selasa, 26 Oktober 2010), Wapres ke sana untuk lebih memastikan segala persiapan, termasuk anggaran untuk sanitasi, dll.,” kata Menteri Koordinator Kesra Agung Laksono di Landasan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta, sesaat sebelum melepas rombongan Presiden SBY terbang ke Vietnam dan China.

Sebelum Boediono datang, Menteri Agung Laksono dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional bersama akan terlebih dahulu terbang ke Yogyakarta. “Senin sore ini, kami ke sana untuk melihat secara langsung persiapan. Harus ada ada persiapan pengungsian dan tanggap darurat,” kata Agung.

Mbah Maridjan

Di tengah segala kesiagaan itu, sang juru kunci Merapi, Mbah Maridjan, ternyata belum meninggalkan rumahnya di Dusun Kinahrejo, di lereng gunung berapi itu. Menurut seorang kerabat dekatnya, kakek bintang iklan minuman berenergi itu Minggu malam kemarin malah baru pulang ke rumahnya, setelah melayat salah satu besannya di Bandung. Dan dia kukuh tak mau ikut mengungsi.

Mbah Maridjan itu penunggu Gunung Merapi, sehingga Pemerintah Kabupaten Sleman dan Provinsi Yogyakarta tidak punya wewenang memerintahkan Beliau untuk mengungsi,” kata Agus di Yogyakarta.

Menurut Agus, yang berhak memerintahkan si Mbah mengungsi hanyalah pihak Keraton Yogyakarta, khususnya Sri Sultan Hamengku Buwono X. Selama perintah dari Raja Yogya belum turun, Mbah Maridjan pun akan bertahan di Merapi.

Mbah Maridjan yang bernama asli Mas Penewu Suraksohargo, menjadi juru kunci Merapi sejak tahun 1982. Saat Merapi meletup 2006 lalu, si Mbah jadi buah bibir karena menolak mengungsi meski dibujuk langsung oleh Sri Sultan. Sikap keras kepala, keberanian, dan kesetiaannya menjaga Merapi, menuai kecaman sekaligus mendatangkan pujian.