Sep
29th

Foto Bentrokan Tarakan

Files under Informasi | 1 Comment

Situasi di Tarakan, Kalimantan Timur, hingga Rabu (29/9/2010) hari ini masih mencekam. Kerumunan warga masih yang berasal dari dua kelompok yang bertikai masih terlihat di sejumlah lokasi.

Menyusul bentrok yang terjadi dalam dua hari terakhir, pengamanan di kota Tarakan diperketat. Aparat Brimob Polda Kaltim dan Yonif 613 tampak bersiaga di sejumlah lokasi, termasuk di objek-objek vital dan fasilitas publik.

Jumlah Korban Tewas dalam Bentrokan di Tarakan ini sementara berjumlah 5 orang dan puluhan orang luka2, dari pihak kepolisian juga ada yang luka. Korban luka langsung dibawa ke RSAL Tarakan, sementara korban tewas dibawa ke RSUD Tarakan.

Tarakan.


Ratusan personel Brimob Polda Kaltim berjaga-jaga di salah satu sudut Kota Tarakan. Seluruh kantor pemerintah dan swasta di Tarakan saat ini tutup.


Ratusan warga terpaksa mengungsi ke Polresta Tarakan menyusul bentrok yang kembali pecah Selasa malam tadi.


Seorang warga tewas setelah terlibat bentrok malam tadi di simpang jalan Grand Tarakan Permai.


Seorang warga mendapat perawatan di rumah sakit setempat setelah terlibat bentrok dengan kelompok massa yang lain.


Seorang warga terluka setelah terlibat bentrok dengan kelompok lain di simpang jalan Grand Tarakan Mall Selasa malam tadi.


Putra Abdullah dengan luka di wajah dan tangan tampak menghadiri pemakaman ayahnya bersama ratusan warga lainnya, Senin (27/9/2010).


Sekitar seribu warga berkumpul di depan kantor Persatuan Suku Asli Kalimantan (Pusaka) di kota Tarakan sembari mengacungkan senjata tajam berupa samurai, tombak, dan parang.


Ratusan warga menyisir salah satu daerah untuk mencari pelaku pembunuhan, dengan membawa senjata tajam seperti tombak, parang dan lainnya.


Massa dari salah satu kelompok yang bertikai berkerumun di depan kantor Persatuan Suku Asli Kalimantan kota Tarakan


Massa yang tergabung dalam Persatuan Suku Asli kalimantan berpegangan tangan. Massa mencoba menghalau aparat yang berusaha membubarkan mereka.


Panglima Kumbang dari Kalteng berusaha menenangkan massa yang sejak pagi tadi berkumpul sambil membawa senjata tajam.


Ribuan warga merangsek ke kota Tarakan. Sebagian di antaranya mengacungkan senjata tajam berupa samurai, parang, dan tombak.


Massa mengepung Polresta Tarakan. Mereka mendesak polisi segera menangkap pelaku pembunuhan terhadap Abdullah.


Massa dari salah satu kelompok yang bertikai berkerumun di depan kantor Persatuan Suku Asli Kalimantan kota Tarakan


Massa yang tergabung dalam Persatuan Suku Asli kalimantan berpegangan tangan. Massa mencoba menghalau aparat yang berusaha membubarkan mereka.


Panglima Kumbang dari Kalteng berusaha menenangkan massa yang sejak pagi tadi berkumpul sambil membawa senjata tajam.


Ribuan warga merangsek ke kota Tarakan. Sebagian di antaranya mengacungkan senjata tajam berupa samurai, parang, dan tombak.


Massa mengepung Polresta Tarakan. Mereka mendesak polisi segera menangkap pelaku pembunuhan terhadap Abdullah.

Sep
29th

Kronologi Kerusuhan Tarakan

Files under Informasi | 4 Comments

Mabes Polri mengungkapkan kronologi bentrokan yang terjadi di pusat Kota Tarakan, Kaltim, pada Minggu 26 September 2010 lalu. Bentrokan itu melibatkan 2 kelompok yang berada di Tarakan, yang dicapai 1 jam dengan pesawat terbang dari Samarinda.

Berikut kronologi lengkap dari Divisi Humas Mabes Polri yang dilansir di akun Twitter dan Facebooknya.

Peristiwa Kerusuhan

Pada tanggal 26 September 2010 sekitar pukul 22.30 WITA. Telah terjadi
perkelahian antar sekelompok warga dari Suku Bugis dan Suku Tidung di Kampung Juata Permai, Tarakan, Kalimantan Timur. Akibat perkelahian tersebut 1 (satu) orang tewas.

Kronologi Kejadian

Minggu tanggal 26 September 2010 sekitar pukul 22.30 WITA.

Pada saat Sdr ABDUL RAHMANSYAH, Warga Kel Juata Permai sedang melintas di Perum Korpri Jl Seranai III, Juata Kec Tarakan Utara, Kota Tarakan, secara tiba-tiba dikeroyok 5 (lima) orang tidak dikenal, sehingga sdr Abdul Rahmansyah mengalami luka-luka di telapak tangan.

Selanjutnya Sdr Abdul Rahmansyah pulang ke rumah untuk meminta pertolongan dan diantar pihak keluarga ke RSU Tarakan untuk berobat.

Pada hari Senin 27 September 2010

Sekitar pukul 00.30 WITA, Sdr ABDULLAH (56 Thn), warga Kel Juata Permai, Orang tua Sdr Abdul Rahmansyah beserta 6 (enam) orang yang merupakan keluarga dari Suku Tidung berusaha mencari para pelaku pengeroyokan dengan membawa senjata tajam berupa mandau, parang dan tombak.

Mereka mendatangi sebuah rumah yang diduga sebagai rumah tinggal salah seorang dari pengroyok di Perum Korpri Jl Seranai III, Juata, Tarakan Utara Kota Tarakan. Penghuni rumah yang mengetahui bahwa rumahnya akan diserang segera mempersenjatai diri dengan senjata tajam berupa badik dan parang.

Kemudian terjadilah perkelahian antara kelompok Sdr Abdullah (warga Suku Tidung) dengan penghuni rumah tersebut (kebetulan warga Suku Bugis Latta). Akibatnya Sdr Abdullah meninggal dunia akibat sabetan senjata tajam.

Pada pukul 01.00 WITA, di Perum Korpri Jl Seranai III, Tarakan Utara, Kota Tarakan terjadi penyerangan yang dilakukan sekitar 50 orang (Warga Suku Tidung) yang bersenjatakan mandau, parang dan tombak.

Terjadi pengrusakan terhadap rumah milik Sdr NOODIN (Warga Suku Bugis Letta), Warga Kel Juata Permai, Tarakan Utara.

Pada pukul 05.30 WITA terjadi lagi aksi pembakaran terhadap rumah milik Sdr SARIFUDIN (Warga Suku Bugis Latta), Warga Perum Korpri Jl. Seranai RT 20 Kel Juata Permai, Tarakan Utara.

Pada pukul 06.00 WITA, sekitar 50 orang (Warga Suku Tidung) mencari Sdr BAPAK ASNAH (Warga Suku Bugis Latta), namun berhasil diamankan anggota Brimob.

Pada pukul 10.00 WITA, massa kembali mendatangi rumah tinggal Sdr NOODIN (Warga Suku Bugis Latta) dan langsung membakarnya.

Pada pukul 11.00 WITA, massa kembali melakukan pengrusakan terhadap 4 (empat) sepeda motor yang berada dirumah Sdr NOODIN.

Pada pukul 14.30 WITA, korban meninggal Sdr ABDULLAH (Alm) dimakamkan di Gunung Daeng Kel Sebengkok Kec Tarakan Tengah, Kota Tarakan.

Pada pukul 18.00 WITA, terjadi pengeroyokan terhadap Sdr SAMSUL TANI (Warga Suku Bugis), Warga Memburungan RT 15 Kec Tarakan Timur, Kota Tarakan, oleh orang tidak dikenal.

Pukul 18.00 WITA, personil gabungan dari Polres Tarakan (Sat Intelkam, Sat
Reskrim dan Sat Samapta) diperbantukan untuk mengamankan TKP.

Pada pukul 20.30 WITA s/d 22.30 WITA bertempat di Kantor Camat tarakan Utara berlangsung pertemuan yang dihadiri untur Pemda setempat seperti Walikota Tarakan, Sekda Kota Tarakan, Dandim Tarakan, Dirintelkam Polda Kaltim, Dansat Brimob Polda Kaltim, Wadir Reskrim Polda Kaltim serta perwakilan dari Suku Bugis dan Suku Tidung.

Hasil pertemuan adalah sebagai berikut :

1. Sepakat untuk melihat permasalahan tersebut sebagai masalah individu.
2. Sepakat untuk menyerahkan kasus tersebut kepada hukum yang berlaku.
3. Segera temukan pelaku.
4. Seluruh kegiatan pemerintahan dan perekonomian berjalan seperti biasa.
5. Elemen masyarakat, tokoh masyarakat dan tokoh agama mendukung upaya penegakkan hukum.
6. Mengatasi akar permasalahan secara tuntas.
7. Tidak menciptakan pemukiman yang homogen.
8. Seluruh tokoh elemen masyarakat memberikan pemahaman kepada warganya agar dapat menahan diri.
9. Peranan pemerintah secara intern terhadap kelompok etnis.

Pada hari Selasa 28 September 2010 pada pukul 11.30 WITA, telah diamankan 2 (dua) orang yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan Sdr Abdullah, yaitu :

1. Sdr BAHARUDIN alias BAHAR (20 Thn), berperan pelaku penebas parang.
2. Sdr BADARUDIN alias ADA (16 Thn), berperan membantu.

Sep
28th

Download Adobe Photoshop CS 5 Portable with Keygen

Files under free program | 2 Comments

Adobe Photoshop adalah perangkat lunak editor citra buatan Adobe Systems yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh fotografer digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar, dan, bersama Adobe Acrobat, dianggap sebagai produk terbaik yang pernah diproduksi oleh Adobe Systems. Versi kedelapan aplikasi ini disebut dengan nama Photoshop CS (Creative Suite), versi sembilan disebut Photoshop CS2, versi sepuluh disebut Adobe Photoshop CS3 , versi sebelas adalah Adobe Photoshop CS4, dan versi terakhir adalah Adobe Photoshop CS5.

http://hotfile.com/dl/49509361/43853f5/Wallpaper_Pack_2.part01.rar.html

http://hotfile.com/dl/49509365/45c2e08/Wallpaper_Pack_2.part02.rar.html

http://hotfile.com/dl/49509366/a9af382/Wallpaper_Pack_2.part03.rar.html

http://hotfile.com/dl/49509367/283f92a/Wallpaper_Pack_2.part04.rar.html

http://hotfile.com/dl/49509369/47cea38/Wallpaper_Pack_2.part05.rar.html

http://hotfile.com/dl/49509371/6f8cc40/Wallpaper_Pack_2.part06.rar.html

http://hotfile.com/dl/49509373/a1527f5/Wallpaper_Pack_2.part07.rar.html

http://hotfile.com/dl/49509374/513b474/Wallpaper_Pack_2.part08.rar.html

http://hotfile.com/dl/49509377/8e3757a/Wallpaper_Pack_2.part09.rar.html

http://hotfile.com/dl/49509378/a6303c1/Wallpaper_Pack_2.part10.rar.html

Keygen Photoshop CS 5 download di

http://hotfile.com/dl/49509552/ebdd1bf/Wallpaper_Pack_2_Keygen.rar.html

Sep
27th

Densus 88 Tembak Jamaah Sedang Shalat, Dua Tewas

Files under Informasi | 5 Comments

Tindakan yang dilakukan Densus 88 terhadap Khairul Ghozali bersama 4 orang jemaahnya saat shalat maghrib di Jalan Besar Medan-Tanjung Balai Asahan, dinilai sebagai tindakan yang biadab tidak berperikemanusiaan.

Pernyataan tersebut ditegaskan Adil Akhyar Al Medani, didampingi putri kandung ustadz Ghozali, Rabbaniyah (17) kepada Sumut Pos (grup Padang-Today.Com) Jumat (24/9) di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Jalan Hindu Medan.

Biadab. Saat orang shalat dihabisi, seolah-olah negera ini bukan Negara hukum. Dalam penyerangan biadab itu, dua orang jemaah itu tewas di tempat akibat ditembaki Densus 88, sedangkan seorang lagi dapat melarikan diri. Sementara itu abang saya, ustadz Ghozali itu terus dianiaya diinjak-injak densus, namun abang saya itu tetap terus shalatnya,” tegas pemilik Pondok Pesantren Dkwah Daarul Syifaa.

Atas penyerangan yang tidak berprikemanusiaan itu, sambung Akhyar, diharapkan agar presiden segera meninjau dan membubarkan Densus 88 karena telah melanggar dan bertindak diluar hukum.

“Saya minta agar presiden SBY agar memperhatikan konfrensi pers ini.Jangan presiden hanya mendengarkan laporan sepihak dari Kapolri BHD.Kami juga meminta pada komisi III DPR-RI, untuk segera mngusut tuntsa kasus ini, dan segera meninjau kembali densus 88, karena sudah tidak berprikemanusiaan,” tegas Akhyar.

Akhyar sendiri sudah mengetahui keberadaan abang kandungnya tersebut, ustadz Ghozali yang saat ini info yang dia terima berada di Mebes Polri.Sementara itu langkah hukum yang akan ditempuh keluarga besar Ghozali yakni sudah melamporkan kasus ini ke Amnesty Internasional.

“Saat ini kami sudah memberikan keterangan pada Amnesty Internasional, laporan tersebut sudah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, nah untuk keponakan saya yang masih berumur beberapa bulan yang ditahan Polres Tanjung Balai, bersama ibunya Kartini Panggabean, kami juga sudah melaporkan ke Komisi Perli Anak Indonesia,” beber pria berjubah putih ini.

Akhyar juga menceritakan selamatnya Kartini Panggabean istri dari ustadz Ghozali, karena Cici (Kartini Panggabean red) berada di ruangan lain. “Namun usai penyerangan tersebut tidak berapa lama datang Polres Tanjung Balai, ke kediaman abang saya seolah-olah tidak mengetahui penyerangan tersebut.Saat itulah Kartini Panggabean bersama anaknya yang masih berumur beberapa bulan diboyong ke Polres, dengan alasan polisi untuk diminta keterangannya,” terangnya.

Sementara itu salah seorang putrid ustadz Ghozali, yakni Rabbaniyah, pelajar Kelas 2 SMA Kelas Muhammdiyah 18 Kampung Lalang yang turut mendampingi pamannya Adil Akhyar Al Medani, di LBH Medan Jalan Hindu Medan, berharap orangnya tuanya tersebut segera pulang kerumah untuk berkumpul bersama keluarganya.

“Saya berhaharap buya (ayah) pulang secepatnya untuk berkumpul bersama keluarga lagi.Saya yakin buya tidak bersalah untuk itu saya hanya hanya bisa menyerahkan dan berdoa pada Allah SWT,” beber gadis manis berkerudung hijau ini. Walaupun, ayahnya dicap teroris oleh Densus 88, namun Rabbaniyah tetap percaya pada orang tuanya dan tetap bersemangat untuk bersekolah.

“Saya berharap kasus penganiayaan buya saya dilakukan Densus 88, saat menjalankan ibadah shalat maghrib, dapat menjadi perhatian serius dari bapak Presiden SBY, agar polisi-polisi itu segera ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Rabbaniyah.

Sep
26th

Ariel Update Status FB di Penjara

Files under cerita lucu | 2 Comments

Ternyata walaupun di Penjara Ariel Peterporn masih sempat update statusnya, dan para pujaan hatinya pun ikut berkomentar di Facebook Ariel hehehehe

Sep
25th

1.000 situs terpopuler di dunia

Files under Informasi | 4 Comments

Forum komunitas online terbesar di Indonesia Kaskus kembali masuk daftar 1.000 situs terpopuler di dunia versi Google AdPlanner periode Agustus 2010. Dibandingkan Juli, posisi Kaskus melesat 216 peringkat dari peringkat 755 menjadi 539.

Berdasarkan data Google AdPlanner per Agustus 2010, Kaskus menempati posisi ke 539 dunia. Situs besutan tiga mahasiswa asal Indonesia di Seattle sekitar 11 tahun silam itu mencatat 6,2 juta unique visitor (pengguna) sepanjang bulan lalu dengan estimasi page view sebesar 230 juta halaman.

Dengan jumlah 6,2 juta unique visitor, Kaskus sejajar dengan situs-situs asing seperti produsen komputer acer.com (peringkat 533), situs berita time.com (538), situs berita bisnis bloomberg.com (541), dan situs berita teknologi mashable.com (542).

Namun, untuk urusan page view, Kaskus jauh lebih unggul ketimbang empat situs lainnya. Asumsinya, halaman Web yang dibuka pengunjung Kaskus jauh lebih banyak dibandingkan pengunjung keempat situs tersebut. Waktu pengunjung yang tersita di situs Kaskus pun lebih lama.

“Kaskuser -sebutan untuk anggota forum Kaskus- memang terkenal loyal. Menurut saya, beragam informasi dan variasi berita yang sangat luas di dalam Kaskus menjadi kuncinya,” kata Andrew Darwis, pendiri sekaligus administrator situs Kaskus.us.

Berangkat dari media interaksi antarindividu, Kaskus kini menampung berbagai informasi dan berita, mulai dari konten ringan hingga berita berat. “Intinya, semua topik diskusi berasal dari user (user generated content). Dan, teman-teman di Kaskus sudah biasa dan senang bertukar pendapat via forum online,” ujar Andrew.

“Belum lagi forum jual beli (FJB). Mendorong Kaskuser untuk cari uang dengan mudah. Lalu, transaksi end-to-end membuat harga jual di Kaskus relatif lebih murah karena tanpa biaya iklan,” tuturnya.

Sekadar diketahui, Kaskus adalah situs forum internet yang didirikan oleh tiga mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat: Andrew Darwis, Ronald Stephanus, dan Budi Dharmawan pada November 1999. Awalnya, situs ini didirikan sebagai media pelepas rasa kangen para mahasiswa Indonesia di luar negeri.

Belakangan, situs ini berkembang menjadi komunitas online terbesar di Indonesia, dengan total pengguna mencapai lebih dari dua juta. Sekitar 227 juta post dibuat di forum ini. (vivanews)

Selamat deh buat kaskus, semoga bisa lebih naik lagi

Liat daftar lengkapnya di http://www.google.com/adplanner/static/top1000/#

Sep
24th

Silaturrahim Facebook

Files under Bengkel Hati | 1 Comment

Sillaturrahim digital sangat relevan dalam kondisi-kondisi tertentu. Handphone atau Facebook misalnya. Dalam kehidupan modern yang menuntut kita serba cepat, Handphone dan Facebook sangat cocok mewakili tuntutan kelas manusia modern untuk mendampingi kehidupan komunikasi mereka di zaman ini.

Namun, betapapun gagahnya modernitas itu, ia tidak bisa melumpuhkan nilai luhur silaturrahim konvensional yang selama ini mengakar kuat dalam praktik kehidupan kita. Ada yang tidak bisa dihadirkan oleh IT dalam sillaturrahim, yakni kehangatan, senyum, taraahum, tafaahum, secangkir teh dan jiwa ukhuwwah dalam jabat tangan atau peluk cium. Meskipun bercengkrama, layar Hanphone atau Facebook tetap rigid, kaku dan mekanis.

Nyatanya, banyak Facebooker tetap saja mengejar pulang kampung atau mudik saat lebaran. Mengapa? Apakah tidak cukup mengucapkan selamat Idul Fitri di akun Facebooknya? Atau menguntai kata-kata mutiara yang panjang dan mempesona walaupun ujung-ujungnya minta maaf lewat SMS? Tidak, tidak cukup.

Karena baik Facebook maupun SMS, tidak nyata menghadirkan kehangatan, senyum, taraahum, tafaahum, secangkir teh dan jiwa ukhuwwah dalam jabat tangan atau peluk cium. Mereka mendapatkan semua itu melalui sillaturrahim konvensional dengan muwajjahah dengan orang tua, karib-kerabat, handai-tolan atau kawan karib di kampung halaman. Sesudahnya, barulah masing-masing bercerita di layar Facebook atau SMS dalam komunitas pertemanannya secara massal. Begitulah kecanggihan teknologi yang mekanis tidak selamanya bisa menghadirkan harapan manusiawi dalam satu waktu. Meskipun dalam waktu yang lain, kita semua amat “bergantung” pada kesaktian dan keunggulannya.

Anehnya, masih tersisa manusia dengan isi otak yang cerdas itu dan isi hati yang berperasaan itu, mengerdilkan martabatnya di bawah ketiak teknologi rekayasa mereka sendiri. Mereka secara tidak sengaja menjadi kelihatan lebih ‘tolol” dari sekadar HP atau Internet. Seolah-olah mereka begitu “beriman” kepada teknologi hampir sepadan dengan keimanannya kepada Allah dan Rasulullah.

Ah, jangan-jangan itu hanya ilusi dan soal yang terlalu didramatisasi belaka. Bukan. Ini adalah kenyataan meskipun kenyataan itu tidak merata dan hanya terjadi sebatas kasus yang tidak dapat dipukul rata begitu.

Dalam satu kesempatan berjama’ah, kali itu saya merasa kenikmatan berjum’at menjadi hilang. Saya sedikit terusik dengan ulah beberapa orang dari jamaah yang tidak mengindahkan khatib yang sedang berkhutbah. Ada di antara mereka yang asyik main game di HP, SMS-an bahkan mengangkat panggilan telpon saat jamaah lain khusyuk menyimak nasihat khatib. Bahkan yang amat “menyebalkan” saya, ada di antaranya yang masih menyumpal telinganya dengan headset yang terhubung dengan Blackberrynya.

Paling tidak, ada lima pelanggaran sekaligus yang mereka lakukan. Pertama, menjadikan teknologi hampir seperti ”tuhan” yang mereka sembah. Kedua, mengabaikan pesan pengurus masjid agar sebelum Jum’atan dimulai agar menonaktifkan berbagai alat komunikasi. Ketiga, mengganggu kekhusukan jamaah lain. Keempat, melecehkan kehadiran khatib dan keagungan hari Jum’at. Dan kelima, melecehkan ucapan Rasulullah berikut :

Abu Hurairah mengabarkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika kamu berkata kepada temanmu pada hari Jum’at ‘diamlah’, padahal Imam sedang memberikan khutbah maka sungguh kamu sudah berbuat sia-sia (tidak mendapat pahala).” (HR. Bukhari No. 882).

Belum lagi jika adzan telah berkumandang, sejujurnya masih ada di antara Muslim yang masih mamatut-matut di layar Facebook. Tapi hati-hati, bisa saja layar Facebooknya online, namun usernya sedang berdiri berjamaah di masjid. Bisa saja.

Teknologi atau Muslimnya sih yang salah?

Ada yang berargumen: ”Teknologinya yang salah, sebab kehadirnnya memancing orang dan membentuk mindset orang untuk berbuat salah. Kalau tidak dibuat HP-HP atau facebook itu, orang itu tidak akan mengabaikan segala tata tertib dan sarat rukun berjum’at. Makanya jangan terlalu ”beriman” kepada buatan orang kafir. Buatan orang kafir lebih banyak bahayanya dari pada manfaatnya.”

Ada lagi argumen yang lain: ”Bukan, bukan teknologinya yang salah, tapi orang Muslim itu yang tidak dewasa berhadapan dengan teknologi. Bagaimana pun, kehadiran teknologi hanya sebatas sarana. Ia hanya berfungsi bila dijalankan oleh manusia. Manusianya saja yang tidak mengerti aturan saat kapan dan di mana teknologi itu dimanfaatkan. Toh, HP itu tidak menuntut kalo dia dimatikan saat sedang Jum’atan.”

”Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: ‘Tidak ada seorang manusia pun yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu.’ Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), syaitan itu balik ke belakang seraya berkata: ‘Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu; sesungguhnya aku dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya aku takut kepada Allah.’ Dan Allah sangat keras siksa-Nya.” (terjemah QS. Al-Anfal [8] : 48).