Dec
29th

Mencermati Seragam Baru Korpri

Files under Informasi | 1 Comment

Mencermati Seragam Baru Korpri
Dari Perisai Garuda Tanpa Bintang sampai dengan Tata Letak Daun Berkarang
Oleh Ir Kunarso

TELAH dua kali baju seragam KORPRI mengalami perubahan, hal ini tak lepas dari keinginan organisasi pegawai ini untuk semakin mandiri, maju dan berkembang.

Perubahan pertama pada tahun sembilan puluhan, baju seragam KORPRI yang semula didominasi warna biru dengan gambar rumah di bawah pohon beringin diganti dengan gambar Punokawan yaitu tokoh wayang yang kerjaannya banyak bergurau, serta gambar monyet di hutan. Protes pun bermunculan, sehingga pencetakan kain seragam yang telah dikontrakkan ke Koperasi Batik di Jawa Tengah terpaksa dibatalkan. Koperasi pun dirugikan. Seragam KOPRI lama digunakan lagi. Kini kembali, baju seragam KORPRI mengalami perubahan. Tak jauh beda dengan perubahan yang pertama, perubahan yang kedua inipun mulai terdengar adanya berbagai komentar. Bahkan berita di berbagai media nusantara tak melewatkan tentang adanya reaksi terhadap pembuatan seragam KORPRI yang baru. Di Jawa, seorang Walikota marah karena untuk pembuatan seragam baru membebani anggota KORPRI dengan memotong gaji.

Menyoal Arti Gambar

Dari pengalaman yang cermat terhadap seragam KORPRI yang baru, tidak mustahil timbul berbagai pertanyaan mendasar tentang arti dan maksud gambar yang ada. Pertanyaan itu adalah wajar, karena sebagian anggota KORPRI masih memiliki jati diri dan tidak mudah untuk mau memakai simbol-simbol yang tidak dimengerti. Apalagi jika mengandung simbol yang bertentangan dengan hati nurani.

Apalagi adanya pergantian seragam ini tidak diawali dengan sosialisasi. Alangkah indahnya, jika rencana perubahan motif seragam didahului dengan menggali masukan dari anggota jika perlu diseminarkan dulu agar ada koreksi bila ada kekeliruan.

Perisai Tanpa Bintang

Apabila dicermati, yang terlihat dari seragam baru KORPRI yaitu adanya gambar Burung Garuda, daun-daunan dan garis saling menyilang.

Berbeda dengan Garuda Pancasila Lambang Negara Indonesia, perisai yang tergantung di leher Garuda pada seragam baru KORPRI ternyata kosong, tanpa ada gambarnya, baik bintang, beringin, kepala banteng, rantai maupun padi dan kapas yang sebelumnya dipahami sebagai simbol dari Pancasila. Belum ada penjelasan tentang hilangnya gambar yang menjadi simbol negara itu dari perisai Garuda seragam baru KORPRI, apakah memang demikian menurut keputusan, ataukah ada kesalahan di pencetakan. Mungkinkah hilangnya gambar itu karena diambil untuk menjadi lambang oleh berbagai Partai Peserta Pemilu 2004, atau memang KORPRI yang baru telah demikian berani untuk menyatakan bahwa lambang itu tidak perlu lagi sehingga merasa tidak peduli dan membiarkannya hilang dari dada anggota KORPRI.

Tentang hilangnya gambar bintang dari perisai Burung Garuda, bukan baru kali ini penulis jumpai. Pada tanggal 15 November tahun 2000, ketika Menhutbun saat itu Dr Nur Mahmudi Ismail berada di Gedung Kehutanan, jalan Kusuma Bangsa Samarinda menghadiri suatu acara, segenap undangan yang hadir sempat tertegun saat seorang peserta memberi informasi yang dinilai amat penting sebelum bertanya. Informasi yang disampaikan adalah bahwa pada saat MPR masih terus bersidang menyiapkan amandemen UUD tidak terkecuali membahas dengan hati-hati yang berkaitan dengan lambang negara, ternyata di daerah sudah jauh lebih maju seperti yang terlihat di belakang Bapak Menteri, lambang Burung Garuda itu tanpa bintang.

Bunga Liar Biasa di Belukar

Tentang gambar daun, belum juga ada penjelasan daun apa gerangan sehingga patut dibanggakan dan ditempel di seragam KORPRI untuk dipakai dan dibawa mondar-mandir oleh anggotanya. Alangkah baiknya apabila lambang daun yang dimaksud adalah lambang daun dari tumbuhan produktif dan bernilai tinggi. Jika demikian akan dapat menggambarkan keinginan organisasi ini agar anggotanya mempunyai jiwa yang mulia dan bermanfaat untuk kemajuan negeri. Sebaliknya apabila ternyata bahwa lambang daun itu adalah daun tumbuhan liar, maksimal manfaat yang diperoleh dalah sekadar hiasan penyejuk pemandangan jika dipindah di halaman depan rumah.

Jika memang tumbuhan ini yang dimaksud, lalu apa gerangan yang dibanggakan dan diambil motivasi sehingga perlu menempel terus di baju seragam KORPRI?

Dari tata letak daun, identifikasi suatu tanaman dapat dilakukan. Diketahui ada tumbuhan yang setiap buku batangnya hanya terdapat satu daun saja, ada tumbuhan yang setiap buku batangnya terdapat dua daun yang berhadapan dan ada pula tumbuhan yang setiap buku batangnya terdapat lebih dari dua daun.

Tumbuhan yang pada setiap buku batangnya hanya terhadap satu daun dikatakan bahwa tata letak daun yang demikian dinamakan tersebar (folio sparsa). Walaupun dinamakan tersebar, tetapi jika diteliti justru akan kita jumpai hal-hal yang sangat menarik, dan akan ternyata bahwa ada hal-hal yang bersifat beraturan. Dalam hal ini ada rumus daun, sudut divergensi dan deret Fibonacci. Pada berbagai tumbuhan dengan tata letak daun tersebar, kadang-kadang kelihatan daun-daun yang duduk daunnya rapat berjejal-jejal, yaitu jika ruas batangnya amat pendek. Daun yang mempunyai susunan demikian disebut roset (rosula). Ada roset akar, yang berjejal di dekat tanah, misalnya pada lobak (Raphanus sativus L), dan ada roset batang yang rapat berjejal di ujung batang, misalnya pohon kelapa (Cocos nucifera L).

Tumbuhan yang pada setiap buku batangnya terdapat dua daun, letaknya berhadapan (terpisah dengan jarak sebesar 180 derajat) dinamakan tata letak daun berhadapan-bersilang (folio opposita), misalnya pada mengkudu (Morinda citrifolia L).

Sedangkan tumbuhan yang pada setiap bukunya terdapat lebih dari dua daun dinamakan tata letak daun berkarang (folio verticillata).

Gambar daun yang terdapat pada baju seragam KORPRI rupanya termasuk tata letak daun berkarang, yaitu pada satu buku batang terhadap lebihd ari dua helai daun, atau tepatnya ada empat helai daun. Daun tumbuhan apakah ada yang demikian, setelah penulis mencoba mencari ternyata tata letak daun yang demikian terdapat pada tumbuhan liar yang sering tumbuh di belukar, berbunga kuning, indah memang, tetapi banyak bergetah.

Dambakan KORPRI yang Lurus

Dambaan untuk menjadikan KORPRI dimasa depan menjadi organisasi mandiri yang bersih dan lurus terkandung dalam sambutan Presiden Megawati pada saat Hari Ulang Tahun KORPRI bulan Desember 2003 yang baru lalu. Diharapkan silang melintang perjalanan KORPRI dimasa lalu yang sering terbawa oleh arus politik saat itu, tidak terulang lagi dimasa yang akan datang, karena jika terus demikian bukan saja merugikan anggotanya tetapi juga merugikan bangsa dan negara. Akan tetapi jika kembali mencermati seragam baru KORPRI, ternyata garis silang melintang amat sangat nyata mendominasi. Akankah suasana silang melintang nantinya masih mewarnai kelanjutan perjalanan KORPRI? Bolehlah kalau kita berharap agar hal itu tidak terjadi.(***)

pernah di postkan di Kaltim Post Jumat, 23 Januari 2004

Dec
28th

Mengangkat Bulan Sabit ke Puncak Masjid

Mengangkat Bulan Sabit ke Puncak Masjid (Menyongsong Tahun Baru Hijriyah)
Oleh: Kunarso

BULAN SABIT atau hilal yang muncul menandai datangnya awal bulan Muharam yaitu bulan pertama dalam Kalender Islam atau dikenal dengan Tahun Hijriyah belakangan ini selalu mendapat perhatian ummat muslim di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia dan khususnya di Kota Samarinda. Berbagai macam agenda acara disusun untuk menyambutnya, ada tablig akbar, pawai, perlombaan, bakti sosial dan pemasangan spanduk di berbagai tempat strategi.

Apabila dicermati catatan sejarah kejadian pada masa lampau, maka dapatlah diketahui bahwa perhatian terhadap hilal sudah ditunjukkan oleh Rasulullah Muhammad SAW bahkan beliau memberikan contoh apabila melihat hilal maka beliau berdo’a.
Adapun contoh do’a dari Rasulullah Muhammad SAW dalam menyambut munculnya hilal tertera di dalam hadist diriwayatkan oleh Tirmidzi yang artinya sebagai berikut: “Dari Abdullah bin Umar r.a. menyatakan : Rasulullah jika melihat hilal (bulan sabit) lalu membaca: “Allahu Akbar, allahumma Ahillahu “alaina bil amni wal imani wassalamati wal Islami wattaufiqi lima tuhibbu watardha rabbuna wa rabbukallah”.
(Artinya : Allah Maha Besar, Yaa Allah berikanlah kepada kami hilal (bulan sabit) yang membawa keamanan, keimanan, keselamatan, keIslaman serta berilah petunjuk kepada apa yang Engkau cintai dan sukai, Tuhan kami dan Tuhanmu adalah Allah).

Adalah sangat tepat apabila doa tersebut diucapkan oleh segenap penduduk negeri ini pada saat nenyongsong hilal pada awal tahun hijriyah dengan harapan semoga kondisi bangsa dan negara dapat kembali membaik untuk waktu selanjutnya nanti.Dalam kondisi negara dan masyarakat Indonesia yang belum pulih dari suasana keprihatinan sebagai akibat dari berbagai krisis dan berlanjut dengan berbagai bencana yang telah melanda negeri ini, munculnya hilal seolah akan membawa pesan tersendiri bagi umat muslim agar tetap optimis dan bersemangat melangkah maju menuju masa depan yang segera datang. Bagaimana tidak ?
MENGGUGAH SPIRIT

Dengan terbit bulan sabit dapat membuat spirit tergugah untuk berharap bahwa bulan purnama akan datang, Insya Allah. Seperti yang pernah dikatakan oleh Buya Hamka : “Apabila bulan sabit terbit di ufuk barat, maka bolehlah berharap bahwa akan datang bulan purnama”.Boleh jadi para ulama dan umat muslim di masa lampau sengaja memilih bulan sabit sebagai lambang setelah melalui pemikiran dan pertimbangan yang matang. Lambang yang penuh arti dan makna itu telah sekian lama menjadi kebanggaan umat muslim dan dipasang di puncak menara dan kubah masjid. Lebih dari itu, berbagai organisasi Islam menggunakannya sebagai lambang yang memberi makna untuk membesar dan berkembang di masa selanjutnya. Tidak heran apabila ternyata kemudian ada juga umat muslim yang menggunakannya sebagai ornamen penghias rumahnya.

Walaupun ada sementara orang yang tak peduli dengan arti penting lambang dan simbol, adalah tidak berlebihan jika dikatakan bahwa di dalam kehidupan sehari-hari seorang manusia hampir selalu dihadapkan dengan lambang dan simbol. Ketika di rumah membaca buku, maka seseorang menghadapi lambang atau simbol bunyi berupa huruf dan ketika berjalan di jalan raya maka akan banyak terbantu oleh adanya lambang dan simbol pemberi petunjuk sehingga lalulintas menjadi lancar. Ketika beribadah, ternyata bahwa sebagian acara ritual ibadah agama Islam merupakan lambang yang penuh arti dan makna.
Ibadah haji contohnya, disana ada ritual melempar jumroh yang dilambangkan sebagai perlawanan terhadap syeitan yang menjadi musuh nyata umat manusia. Penyembelihan kurban dilambangkan sebagai ketaatan umat muslim memenuhi perintah Allah, SWT sebagaimana kesediaan Nabi Ibrahim mengorbankan putra yang disayanginya semata memenuhi perintah Yang Maha Kuasa. Bukan darah dan daging kurban yang akan sampai kepada Allah SWT melainkan taqwa.

MENGANGKAT BULAN SABIT
Penggunaan bulan sabit sebagai simbol di puncak masjid sudah sejak lama dilakukan oleh ummat muslim di masa lalu, kemudian setelah beberapa dekade sempat berkembang penggunaan simbol yang lain, maka kini kecenderungan terhadap penggunaan kembali lambang hilal atau bulan sabit kian berkembang dan semakin meluas setelah dipelopori oleh beberapa masjid besar kebangganan ummat muslim masa kini antara lain Masjid Agung Surabaya Jawa Timur dan Masjid Islamic Centre Samarinda Kalimantan Timur.

Tidak mustahil jika kemudian nanti akan semakin banyak lagi masjid baru yang memasang lambang hilal atau bulan sabit di atas kubah atau menara tanpa perlu menunggu adanya gerakan kembali mengangkat bulan sabit ke puncak masjid. Jika betul demikian, semangat dan optimisme ummat muslim untuk terus bergerak maju menuju masa depan yang lebih cerah dan gemilang bisa jadi akan dapat menjadi kenyataan bagaikan bulan sabit yang dari kecil kian membesar menjadi purnama yang menyinari Bumi ketika diselimuti kegelapan malam sehingga menjadi terang benderang, InsyaAllah.

Pada saat mengawali tahun baru hijriyah, ada baiknya jika segenap ummat muslim belajar untuk dapat mengerti dan memahami tentang manfaat penting dari penggunaan tahun hijriyah.
Perhitungan Kalender Tahun Hijriyah adalah berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi, sedangkan perhitungan Kalender Tahun Miladiyah berdasarkan peredaran bumi mengelilingi matahari. Lamanya waktu dalam setahun menurut perhitungan Tahun Hijriyah adalah 354 hari, sedangkan menurut perhitungan Tahun Miladiyah adalah 365 hari.

Sebenarnya jumlah hari dalam setahun tidak persis seperti angka tersebut, tetapi ada kelebihan beberapa jam, beberapa menit dan beberapa detik. Untuk koreksi terhadap adanya kelebihan waktu tersebut yang jumlahnya dalam empat tahun mencapai satu hari lebih, angka dalam perhitungan tahun Miladiyah setiap empat tahun ditambahkan satu hari yang diletakkan di bulan Februari. Bulan Februari yang biasanya adalah 28 hari pada tahun kabisat yang terjadi empat tahun sekali itu jumlahnya menjadi 29 hari seperti yang terjadi pada tahun 2000 Miladiyah.
Tak perlu heran, bahwa karena adanya perbedaan sebelas hari dalam setahun antara perhitungan Tahunn Hijriyah dan Tahun Miladiyah, maka dapat terjadi dua ‘Idul Fitri pada tahun 2000 Miladiyah. Hal tersebut dapat terjadi karena menurut perhitungan Tahun Hijriyah telah mencapai setahun, tetapi menurut perhitungan tahun Miladiyah masih perlu melengkapi beberapa hari lagi sampai mencapai akhir Desember.

Nama Tahun Islam dikenal dengan Tahun hijriyah karena perhitungan awwal dimulai dari tahun terjadinya peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW. Sementara itu, tahun kalender yang berlaku umum disebut dengan Tahun Miladiyah karena dianggap perhitungannya dimulai dari tahun kelahiran (milad) Nabi Isa A.S. Manfaat penting dari penggunaan tahun hijriyah adalah agar ummat Muslim terdorong untuk berhijrah meninggalkan kondisi yang jelek menuju kondisi yang baik. ***

Tulisan ini disajikan kembali dengan penggantian judul sesuai ide awal penulisannya dan ada juga sedikit perbaikan isi dari yang telah dimuat di Kaltim Post : Senin, 30 Januari 2006

*) Penulis: Pemerhati Lambang dan Simbol, Tinggal di Loa Bakung Samarinda.

Dec
28th

Kamus Inggris Indonesia Terbaru

Files under cerita lucu | 4 Comments

- government bonds : sanak famili James Bond yang bekerja pada BUMN

- teleconversation : pembicaraan yang bertele-tele

- 4-wheel drive : kendaraan beroda empat

- brain storm : gegar otak

- duty-free : pengangguran

- marketing management : PD Pasar Jaya

- waterproof : jas hujan

- walk-in interview : pandang-pandangan di jalan

- undercover police : polisi tidur

- golden handshake : mas kawin

- general manager : yang ngatur jendral, ajudan biasanya berpangkat kopral

- parent company : perusahaan bapak gue

- background : halaman belakang rumah

- lip service : perawatan bibir

- understanding : jongkok

- outlook express : curi-curi pandang dengan cepat

- rush hour : jam yang kecepetan

- search and rescue : siapa cepat, dia dapat

- self service : pembantu lagi pulang kampung

- in house training : olahraga di rumah, biasanya karena di luar hujan

- umbrella organization : pabrik payung

- walk out : cari angin

- wall street : jalan buntu

- main reason : bermain kata

- yellow pages : kertas pembungkus belanjaan tukang sayur

- wall paper : gubuk derita berdinding kardus

- room boy : anak rumahan

- hand out : tangan keluar

- french fries: orang Prancis yang sedang berjemur

- barber shop : toko/pedagang peralatan angkat berat

- black list : buronan Afrika

- brotherhood : saudaranya Robinhood (berarti, kakak tertua dari Li’l Red Ridding Hood)

- hospitality : rumah sakit dengan perawatan teliti

- buloggate : satpam kantor bulog

- word processing : tel-mi

Dec
27th

Tips Ngeblog, Menerima Telpon dari Pengunjung Blog

Files under Tips Blogging | 12 Comments

Blog umumnya menawarkan kemudahan berinteraksi antara pemilik blog dan pengunjungnya. Alat komunikasi yang biasa digunakan oleh pemilik blog bisa berupa komentar di setiap posting, atau kolom komentar umum. Jika sang pemilik blog ini berkomunikasi secara personal dengan pengunjungnya, tak jarang disediakan pula ruang chat pribadi atau alamat Messenger.

Dengan hadirnya jaxtr, pengunjung blog akan mendapatkan pengalaman yang berbeda. Mereka tidak lagi berkomunikasi dalam batas tulisan, tetapi bisa melakukan panggilan langsung ke ponsel pemilik blog langsung melalui web.

Cara kerja jaxtr Widget sebetulnya cukup sederhana. Jika pengunjung membuka situs Anda, akan muncul pilihan “call me free” untuk menelpon Anda atau “send voice mail” untuk mengirim pesan suara. Jika jaxtr mendukung pengiriman SMS ke operator seluler Anda, maka akan muncul juga opsi “text me” di widget.

Setelah pengunjung memilih layanan yang diinginkan, pengunjung situs akan diminta untuk memasukkan nomor teleponnya, lalu mengklik tombol ‘call me’. Tak lama kemudian jaxtr akan menelepon Anda dan pengunjung situs. Setelah sama-sama terhubung, Anda bisa ngobrol dengan pengunjung melalui telepon. Selanjutnya, pengunjung situs akan mendapatkan nomor jaxtr Anda untuk menghubungi Anda di lain waktu. Sebaliknya juga dengan Anda akan mendapatkan nomor penelpon. Jangan khawatir soal privasi, masing-masing pihak tidak akan mendapatkan nomor telepon yang sesungguhnya melainkan yang muncul adalah nomor jaxtr.

Untuk memasang fitur tersebut di blog, Anda harus login dulu ke Jaxtr. Di halaman utama, masuklah ke menu ‘Widgets’. Atur tampilan Widget Anda di bagian ‘Customize’. Setelah semuanya siap, pilih menu ‘Post it!’

Di menu ‘Pick your site’, pilih di situs mana Anda akan memasang widget jaxtr. Setelah itu, pilih format widget yang ingin Anda gunakan pada bagian ‘Select widget for :’. Terdapat beberapa pilihan ukuran di sana, mulai dari yang berukuran besar dan lengkap hingga yang paling sederhana. Di bagian bawahnya, terdapat petunjuk cara memasukkan widget tersebut ke situs Anda sesuai dengan lokasi di mana widget jaxtr akan diletakkan.

Selanjutnya, jaxter Widget siap digunakan oleh pengunjung.

Sumber: PCplus

Dec
26th

Foto Bugil Beredar, Rahma langsung depresi

Files under Informasi | 5 Comments

Masih berkaitan dengan postingan beberapa hari yang lalu tentang Foto-foto Bugil Rahma Azhari dan Sarah Azhari, ternyata membuat Rahma stress berat.

Artis Rahma Azhari benar-benar syok dengan beredarnya foto-foto pribadinya tengah mandi bareng Sarah Azhari dalam kondisi tanpa busana. “Saya depresi, saya disiksa, saya hancur,” curhatnya.

Dengan menangis, Rahma berujar sebagai ibu dari seorang putri, ia menyayangkan beredarnya foto tersebut. Menurutnya apa yang tengah terjadi padanya dan Sarah saat ini bukanlah sebuah sensasi membanggakan.

“Ibu mana yang bangga ketika seorang anak melihat foto ibunya telanjang,” tuturnya dengan air mata menetes. Rahma ditemui saat menggelar jumpa pers di kantor pengacara Farhat Abbas, Wisma Basmar, Mampang, Jakarta Selatan.

Peristiwa beredarnya foto-foto bugil Rahma dan Sarah Azhari membuat Rahma merasa hancur. Begitu hancurnya, Rahma sampai tak mau lagi tinggal di Indonesia.

“Saya nggak mau tinggal di sini lagi,” begitu kata Rahm.

Kalau nggak mau bikin malu anakmu makanya jangan sembarangan telanjang dan jangan buat sensasi aneh-aneh, kasihan si anak kaya gini, gimana entar dia dengan temen2 sebanyanya, di olok2. Apa Rahma sama Sarah Azhari nggak mikir ya ??

Sumber detikhot

Dec
26th

Keperawanan Saat ini

Files under Uncategorized | 5 Comments

Satu hal yang tidak pernah saya lupakan dalam hidup saya apabila melihat kemajuan di Eropah, Amerika, atau negara maju lainnya, serta yang memandang hidup itu maju bila dilihat dari sisi material semata adalah firman Allah Subhanahu Wata’ala yang tercantum dalam surah Al Imran ayat 196-197, juga ayat-ayat serta  hadits shahihah sebagai pendukungnya juga.

Firman Allah tersebut sebagaimana terjemahannya adalah : ” Janganlah sekali-kali kamu terpedaya dengan kebebasan orang-orang kafir (kemewahan dan kemajuan mereka), yang bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah neraka jahannam. Dan Jahannam itu adalah tempat tinggal yang seburuk-buruknya.

Juga firman Allah untuk mengingatkan kita bahwa jauh lebih baik dan penting kehidupan akhirat ketimbang dunia itu adalah : Walalaakhiratu,khairullaka minaaluulaa”(Dan akhirat itu jauh lebih baik bagi kamu ketimbang dunia).

Hadits Rasulullah Shallallaahu.Alaihi Wasallam : ” Tidaklah yang dikatakan kaya itu dengan banyaknya harta seseorang tetapi yang dikatakan kaya adalah mereka yang kaya jiwanya.”
Salah satu penyakit hati adalah ” Hubbuddunya “(cinta akan dunia).

Bagaimana dengan keperawanan di Indonesia, kalau di Eropah, atau Amerika, mungkin sebagaimana yang diceritakan yang asli tinggal disana bertahun-tahun, sudah bukan hal yang penting lagi.
Padahal, Rasulullah Shallaallahu “alaihi wasallam, didalam hadits yang berderajat shahih, ketika seorang sahabat(ingat sahabat itu juga masih bujang, bukan yang sudah duda, atau yang bukan bujangan lagi, kalau yang duda, setahu saya sebagaimana dalam firman Allah dianjurkan untuk menikahi perempuan yang yatim dan janda, ini kebanyakan sebaliknya para duda ingin yang perawan sebanyak-banyaknya, ups..sorri, jangan diambil hati, dan jangan tersinggung bagi lelaki yang duda, suka menikah dengan gadis perawan, saya hanya sekedar menyampaikan saja apa yang saya ketahui dari firman Allah dan hadits Rasulullah, ngak dilarang koq bagi duda menikahi perawan, dan ngak dilarang juga bagi bujangan menikahi perempuan janda, atau yang masih (perawan), ketika sahabat yang masih bujangan itu ingin menikah apa yang ditanya Rasulullah padanya?

Apakah ia perawan atau janda?, Jawab sahabat tersebut ” Sudah Janda “, Apa jawab Rasulullah ketika itu?
Kenapa tidak kamu nikahi yang masih perawan, agar bisa kamu mainkan…dst..”.

Jadi disini kita melihat zaman Rasulullah (mohon jangan dilihat pernikahan Rasulullah dengan para istrinya, beliau menikah dengan janda kebanyakan dan satu gadis, karena ini adalah kekhususan beliau, jangan-jangan ada yang bilang, tuh..rasulullah saja bujangan menikah dengan janda, sementara ketika ia sudah menikah, masih milih yang perawan, yaitu ‘Aisyah).

Jangan-jangan lihat disana, tetapi lihat hadits perkataan Rasulullah dalam hal ini, agar lelaki bujangan memilih yang masih perawan. Kalau ingin menikahi yang janda dengan tujuan baik, ingin menolong, silahkan saja, kalau anda lelaki kaya. Intinya, begitu pentingnya arti keperawanan /kegadisan di zaman Rasulullah, kenapa zaman sekarang hal ini sudah semakin menipis?

Ini dikarenakan betapa banyak hadits-hadits Rasulullah dan Fiman Allah Ta’ala yang sudah semakin dipudarkan warnanya.

Zaman sekarang, SMP saja sudah merasa malu tidak punya cowok? inilah akibat pengaruh lingkungan, padahal sebaliknya dulu, rasanya malu sekali masih kecil sudah punya cowok, bakalan babak belur badan oleh orang tua. Dan betapa takutnya dulu kalau kesentuh tangan saja oleh lelaki. Dan saya masih ingat, betapa kagetnya suami saya pada malam pertama, melihat dan mengetahui betapa suci dan betapa murninya istri yang ada didepan matanya, tidak pernah disentuh lelaki yang bukan mahramnya, perawan, sebenar-benar perawan dalam segala sisi, hati dan badan, dan itu memang saya jaga sekali, sejak saya kecil, sudah diniatkan bahwa jiwa dan tubuh saya kelak adalah milik suami saya, tidak seorangpun bisa menyentuh saya sampai saya menikah, dan saya tidak pernah sekalipun melihat maaf(kepunyaan lelaki dewasa), mata saya terjaga untuk melihat semua itu, Allah yang jaga itu, sampai benar-benar milik suami adalah yang saya ketahui.

Tetapi seiring dengan kemajuan teknologi, ada internet, tanpa disadari terbuka situs begitu, atau televisi, dan itu benar-benar terlihat setelah menikah. Tahu itu dosa,dan tanpa keinginan kita sama sekali, buka sana sini, klik sana sini, terkliklah yang berbau porno begitu, dan selalu dicoba untuk menjauhi pandangan melihat semua itu, karena jelas semua itu dosa dan merusak hati dan jiwa serta pandangan mata yang pada hakikatnya Allah menciptakan mata untuk melihat kebesaranNya,membaca kalamNya, itulah pengaruh dari kemajuan teknologi, kalau tidak hati-hati bisa terjungkir balik kita dibuatnya.

Bagaimana dengan gadis zaman sekarang? Allahua’lam, katanya sukit sekali mencari yang perawan lahir bathin, perawan sama sekali tidak pernah kesentuh tangan, wajah, dan lain-lainnya oleh lelaki lain, karena apa, hampir kebanyakan masih SMP sudah punya pacar, dan katanya tidak sah, atau tidak asyik kalau pacaran tidak melakukan permulaan semacam itu, walaupun hanya sebatas pegangan, ciuman saja, bagi saya sama saja, ngak perawan tangannya, wajahnya juga, walau yang satu mahkotanya masih perawan. Apalagi yang sudah tidak perawan seluruh anggota tubuhnya?

Bagaimana, apakah mudah saat sekarang mendapatkan perempuan yang perawan segalanya?
Jawabannya ada ditangan andalah wahai kaum lelaki, andalah juga yang termasuk salah seorang “merusak”
perempuan itu, anda memegangnya, menciumnya dan seterusnya, berarti andalah yang menciptakan semakin berkurangnya perempuan Indonesia yang perawan tulen saat ini.

Wassalamualaikum

dari email Uni Rahima,Sikumbang Sarmadi (Cairo)

Dec
26th

8 Penyebab Doa kita belum di kabulkan oleh Allah

Files under Uncategorized | 1 Comment

Pada suatu hari Sayidina Ali Karamallaahu Wajhah, berkhutbah di hadapan kaum Muslimin. Ketika beliau hendak mengakhiri khutbahnya, tiba-tiba berdirilah seseorang ditengah-tengah jamaah sambil berkata, “Ya Amirul Mu’minin, mengapa do’a kami tidak diijabah? Padahal Allah berfirman dalam Al Qur’an, “Ud’uuni astajiblakum” (berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu).

Sayidina Ali menjawab, “Sesungguhnya hatimu telah berkhianat kepada Allah dengan delapan hal, yaitu :

1. Engkau beriman kepada Allah, mengetahui Allah, tetapi tidak melaksanakan kewajibanmu kepada-Nya. Maka, tidak ada mamfaatnya keimananmu itu.

2. Engkau mengatakan beriman kepada Rasul-Nya, tetapi engkau menentang sunnahnya dan mematikan syari’atnya. Maka, apalagi buah dari keimananmu itu?

3. Engkau membaca Al Qur’an yang diturunkan melalui Rasul-Nya, tetapi tidak kau amalkan.

4. Engkau berkata, “Sami’na wa aththa’na (Kami mendengar dan kami patuh), tetapi kau tentang ayat-ayatnya.

5. Engkau menginginkan syurga, tetapi setiap waktu melakukan hal-hal yang dapat menjauhkanmu dari syurga. Maka, mana bukti keinginanmu itu?

6. Setiap saat sengkau merasakan kenikmatan yang diberikan oleh Allah, tetapi tetap engkau tidak bersyukur kepada-Nya.

7. Allah memerintahkanmu agar memusuhi syetan seraya berkata, “Sesungguhnya syetan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh bagi(mu) karena sesungguhnya syetan-syetan itu hanya mengajak golongan supaya mereka menjadi penghuni neraka yang nyala-nyala” (QS. Al Faathir [35] : 6). Tetapi kau musuhi syetan dan bersahabat dengannya.

8. Engkau jadikan cacat atau kejelekkan orang lain di depan mata, tetapi kau sendiri orang yang sebenarnya lebih berhak dicela daripada dia.

Nah, bagaimana mungkin do’amu diterima, padahal engkau telah menutup seluruh pintu dan jalan do’a tersebut. Bertaqwalah kepada Allah, shalihkan amalmu, bersihkan batinmu, dan lakukan amar ma’ruf nahi munkar. Nanti Allah akan mengijabah do’amu itu.

Dalam riwayat lain, ada seorang laki-laki dating kepada Imam Ja’far Ash Shiddiq, lalu berkata, “Ada dua ayat dalam Al Qur’an yang aku paham apa maksudmu?”

“Bagaimana dua bunyi ayat itu?” Tanya Imam Ja’far. Yang pertama berbunyi “Ud’uuni astajib lakum” (Berdo’alah kepada-Ku niscaya akan Ku perkenankan bagimu), (QS. Al Mu’min [40] : 60). Lalu aku berdo’a dan aku tidak melihat do’aku diijabah,” ujarnya.

“Apakah engkau berpikir bahwa Allah akan melanggar janji-Nya?” tanya Imam Ja’far.

“Tidak,” jawab orang itu.

“Lalu ayat yang kedua apa?” Tanya Imam Ja’far lagi.

“Ayat yang kedua berbunyi “Wamaa anfaqtum min syai in fahuwa yukhlifuhuu, wahuwa khairun raaziqin” (Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rizki yang sebaik-baiknya), (QS. Saba [34] : 39). Aku telah berinfak tetapi aku tidak melihat penggantinya,” ujarnya.

“Apakah kamu berpikir Allah melanggar janji-Nya?” tanya Imam Ja’far lagi.

“Tidak,” jawabnya.

“Lalu mengapa?” Tanya imam Ja’far.

“Aku tidak tahu,” jawabnya.

Imam Ja’far kemudian menjelaskan, “Akan kukabarkan kepadamu, Insya Allah seandainya engkau menaati Allah atas apa yang diperintahkan-Nya kepadamu, kemudian engkau berdo’a kepada-Nya, maka Allah akan mengijabah do’amu. Adapun engkau berinfak tidak melihat hasilnya, kalau engkau mencari harta yang halal, kemudian engkau infakkan harta itu di jalan yang benar, maka tidaklah infak satu dirham pun, niscaya Allah menggantinya dengan yang lebih banyak. Kalau engkau berdo’a kepada Allah, maka berdo’alah kepada-Nya dengan Jihad Do’a. Tentu Alah akan menjawab do’amu walaupun engkau orang yang berdosa.”

“Apa yang dimaksud Jihad Do’a?” sela orang itu.

Apabila engkau melakukan yang fardhu maka agungkanlah Allah dan limpahkanlah Dia atas segala apa yang telah ditentukan-Nya bagimu. Kemudian, bacalah shalawat kepada Nabi SAW dan bersungguh-sungguh dalam membacanya. Sampaikan pula salam kepada imammu yang memberi petunjuk. Setelah engkau membaca shalawat kepada Nabi, kenanglah nikmat Allah yang telah dicurahkan-Nya kepadamu. Lalu bersyukurlah kepada-Nya atas segala nikmat yang telah engkau peroleh.

Kemudian engkau ingat-ingat sekarang dosa-dosamu satu demi satu kalau bisa. Akuilah dosa itu dihadapan Allah. Akuilah apa yang engkau ingat dan minta ampun kepada-Nya atas dosa-dosa yang tak kau ingat. Bertaubatlah kepada Allah dari seluruh maksiat yang kau perbuat dan niatkan bahwa engkau tidak akan kembali melakukannya. Beristighfarlah dengan seluruh penyesalan dengan penuh keikhlasan serta rasa takut tetapi juga dipenuhi harapan.

Kemudian bacalah, “Ya Allah, aku memnita maaf kepada-Mu atas seluruh dosaku. Aku meminta ampun dan taubat kepada-Mu. Bantulah aku untuk mentaati-Mu dan bimbinglah aku untuk melakukan apa yang Engkau wajibkan kepadaku segala hal yang engkau rdhai. Karena aku tidak melihat seseorang bisa menaklukkan kekuatan kepada-Mu, kecuali dengan kenikmatan yang Engkau berikan. Setelah itu, ucapkanlah hajatmu. Aku berharap Allah tidak akan menyiakan do’amu,” papar Imam Ja’far.***

Sumber manajemen qalbu Aa Gym